Olahraga

Tottenham: Romero Akui ‘I wasn’t perfect’ Setelah Kepindahan ke Atletico Madrid Resmi

×

Tottenham: Romero Akui ‘I wasn’t perfect’ Setelah Kepindahan ke Atletico Madrid Resmi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tottenham: Cristian Romero says 'I wasn't perfect' as Atletico Madrid move confirmed

jurnalistik.co.id – Cristian Romero menutup babnya bersama Tottenham Hotspur dengan pengakuan yang jujur: ia merasa dirinya “wasn’t perfect” selama lima tahun di klub tersebut, tepat ketika kepindahannya ke Atletico Madrid dikukuhkan secara resmi.

Atletico Madrid telah memastikan transfer Romero setelah membayar ÂŁ34,2 juta untuk pemain berusia 28 tahun asal Argentina. Romero dikontrak dengan durasi lima tahun dan akan melanjutkan kariernya di La Liga.

Dalam pernyataan yang disampaikan, Romero menegaskan bahwa dirinya tidak selalu sempurna selama masa baktinya di Tottenham. Ia menulis bahwa “I know I wasn’t perfect,” sebelum menambahkan keyakinannya tentang komitmen yang ia berikan kepada klub.

“But one thing gives me peace: I always gave everything. I defended this shirt with pride and with all my heart,” tulis Romero di akun X-nya. Ia sekaligus menekankan bahwa ia menjalani setiap momen dengan rasa bangga dan hati yang sepenuhnya.

Romero bergabung dengan Tottenham dari Atalanta pada 2021, dan sejak saat itu ia tampil sebagai salah satu pilar penting di lini pertahanan. Dalam rentang waktunya, ia mencatat 156 penampilan bersama tim.

Musim terakhirnya di Inggris berakhir dengan momen yang emosional. Game terakhir Romero untuk Tottenham terjadi saat menghadapi Sunderland pada April, ketika ia harus meninggalkan lapangan dalam kondisi menangis akibat cedera lutut. Cedera tersebut kemudian membuatnya absen pada enam pertandingan terakhir Tottenham di Premier League musim itu.

Situasi di lapangan pada periode tersebut juga sedang sulit. Tottenham berjuang melawan zona degradasi, dan keputusan Romero untuk berencana berada di Argentina pada partai terakhir kompetisi menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian fans merasa tidak nyaman.

Romero berniat menyaksikan klub pertamanya, Belgrano, tampil di final Primera Division Apertura. Rencana tersebut memantik respons dari pendukung Tottenham, terutama karena waktu tersebut bertepatan dengan fase genting tim di liga.

Pada akhirnya, Romero kembali ke Inggris untuk tetap terlibat di momen-momen penting. Ia hadir untuk pertandingan saat Tottenham menundukkan Everton dengan skor 1-0, hasil yang memastikan mereka tetap bertahan di Premier League.

Atas kemenangan tersebut, Tottenham menyelesaikan musim di peringkat ke-17. Bagi klub, itu berarti mereka berhasil mempertahankan statusnya di kompetisi papan atas untuk musim kedua berturut-turut.

Romero juga menyoroti salah satu pencapaian terbesar selama waktunya di Tottenham. Ia menyebut bahwa momen terbaiknya adalah membantu klub meraih trofi pertama mereka dalam 17 tahun, ketika Tottenham mengalahkan Manchester United pada final Europa League 2025.

Dalam refleksinya, Romero menulis, “When I arrived, I had a clear dream: to leave my name in this club’s history,” lalu menambahkan bahwa jalannya bukanlah sesuatu yang datang begitu saja.

Ia melanjutkan, “I knew the only way was through hard work, sacrifice and achieving something that had seemed so difficult for so long: lifting a trophy again. And we did it.” Baginya, trofi tersebut menjadi bukti dari proses panjang yang dijalani bersama.

Selain berbicara soal capaian, Romero juga menyampaikan pesan perpisahan yang bernada pribadi. Ia menegaskan bahwa meski ia meninggalkan klub, sebagian dari dirinya akan terus terikat pada Tottenham.

“I’m leaving the club, but a part of my heart will always remain here. Once I was one of you. Today, I leave as one of you forever,” tulis Romero. Kalimat itu menggambarkan bagaimana ia memandang hubungan emosionalnya dengan klub dan komunitas di sekitarnya.

Ia menutup pernyataan dengan rasa hormat dan terima kasih: “With all my love and respect. Thank you for everything.” Pesan tersebut menjadi penutup resmi sebelum dirinya memulai bab baru bersama Atletico Madrid.

Dengan kepindahan yang telah dikonfirmasi, Romero kini akan menghadapi tantangan baru di Spanyol, sekaligus membawa catatan kontribusinya di Tottenham—dari keteguhan di pertahanan, momen-momen sulit saat tim berjuang, hingga keberhasilan meraih trofi yang lama ditunggu.

Atletico Madrid, di sisi lain, memperoleh pemain dengan pengalaman Premier League dan kiprah Eropa, yang selama lima musim terakhir telah mengunci perannya sebagai salah satu wajah yang paling konsisten di lini belakang Tottenham.