jurnalistik.co.id – Max Verstappen menyelesaikan tantangan yang jarang ada bandingannya dalam balap go-kart pameran di Silverstone. Ia mampu menyalip 100 pembalap amatir hanya dalam 14 putaran.
Juara dunia F1 empat kali itu mencatat waktu 14 putaran dan 35 menit untuk melewati seluruh peserta pada lintasan yang telah dimodifikasi di grand prix circuit, Silverstone, Northamptonshire.
Dalam format tantangan, Verstappen sejatinya diberi batas maksimal 35 putaran dan 75 menit untuk menuntaskan tugas tersebut. Dengan begitu, ia menyelesaikan lebih cepat dari target yang disiapkan penyelenggara.
Start yang kacau mengubah ritme lomba
Lomba diawali dengan situasi yang tidak mudah. Menjelang akhir putaran pertama, Verstappen berada di peringkat hingga ke-37 setelah terjadi insiden beruntun, ketika banyak peserta mengalami kecelakaan atau berputar di lintasan.
Ketegangan itu sempat membuat jalannya balap berhenti sementara. Setelah balapan kembali berjalan, Verstappen mulai menemukan pola untuk mengejar ketertinggalan.
Di tengah proses itu, Verstappen bahkan terdengar melontarkan peringatan kepada peserta melalui radio. Ia mengingatkan, āitās not a charity eventā.
Menanjak cepat hingga masuk jajaran depan
Perjalanan Verstappen berlanjut dengan kemajuan bertahap namun konsisten. Pada awal putaran keenam, ia sudah naik ke posisi 10, lalu pada putaran kesepuluh ia berada di peringkat keempat.
Pada fase tersebut, karakter tantangan semakin nyata karena setiap kali Verstappen berhasil menyalip seorang peserta, pembalap yang dilewati diminta untuk pensiun. Mekanisme ini membuat jumlah pesaing yang harus dihadapi berkurang seiring waktu, namun juga memperbesar tekanan pada setiap upaya overtaking.
Secara total, para peserta bukan pembalap profesional. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti figur televisi, olahraga, hingga media sosial.
Berita Terkait
Dari nama-nama yang disebut, terdapat jurnalis F1 Belanda Jacky Martens, pembangun mesin Red Bull Lewis Osler, serta YouTuber Zac Alsop.
Selain itu, ketiga tokoh tersebut memperoleh perlakuan tambahan berupa extra āfast lapā. Mereka bisa memotong salah satu bagian lintasan untuk mencoba mempertahankan Verstappen lebih lama, meski pada akhirnya pendekatan itu tidak cukup untuk menghentikan laju sang pembalap.
Martens sendiri datang dengan modal tambahan karena menempati posisi pole usai sesi kualifikasi.
Final yang cepat: tantangan selesai sebelum batas habis
Pada akhirnya, Verstappen berhasil menyapu seluruh peserta tanpa membiarkan tantangan melewati batas waktu yang ditetapkan. Ia menuntaskan tugasnya dengan masih menyisakan 40 menit serta 21 putaran dari sisa yang semestinya bisa dipakai jika target maksimal berjalan penuh.
Dalam deretan penyalipan yang menentukan, Martens tercatat sebagai pembalap terakhir yang akhirnya dilewati Verstappen. Setelah itu, tantangan 100 pembalap amatir dinyatakan selesai.
Kesigapan Verstappen dalam membaca momen, mengambil jalur, dan terus meningkatkan posisinya sejak awal lomba menjadi kunci utama dari pencapaian tersebut. Ia juga memadukan ketegasan strategi dengan tempo yang terus naik setelah start yang sempat terganggu oleh insiden.
Keberhasilan ini kembali menegaskan keterikatan Verstappen pada disiplin balap berbasis karting sejak awal kariernya. Ia memulai perjalanan balapnya sebagai junior di dunia karting, sebelum kemudian meraih tonggak besar di ajang Formula 1.
Selama kariernya, Verstappen juga dikenal mampu menorehkan capaian konsisten di F1, termasuk memenangkan empat gelar juara dunia beruntun pada rentang 2021 hingga 2024.
Di Silverstone, pengalaman tersebut tampak diterjemahkan ke dalam tantangan yang berbeda: bukan melawan pembalap profesional, melainkan mengatasi dinamika balap go-kart pameran yang diwarnai insiden dan mekanisme pensiun setelah disalip. Meski begitu, Verstappen tetap menyelesaikan tugasnya dengan margin waktu yang lebar.
Dari pergerakan awal yang sempat jatuh hingga ke peringkat 37, hingga lompatan cepat menembus posisi depan dan menutup tantangan 14 putaran, Verstappen menunjukkan bahwa bahkan dalam format yang tidak biasa, ia tetap mampu mengunci kendaliādan menyalip 100 amatir jauh lebih cepat dari target maksimal.












