Olahraga

Ollie Millroy: Loek Hartog menyelamatkan saya dari mobil yang terbakar, “keajaiban saya masih hidup”

×

Ollie Millroy: Loek Hartog menyelamatkan saya dari mobil yang terbakar, “keajaiban saya masih hidup”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ollie Millroy thanks Loek Hartog for saving him from his burning car

jurnalistik.co.id – Ollie Millroy mengungkapkan rasa terima kasih kepada rekan sesama pembalap, Loek Hartog, setelah dirinya selamat dari mobil yang terbakar pada laga di Tiongkok. Dalam pemulihannya, Millroy menyebut penyelamatan itu sebagai “keajaiban saya masih hidup”.

Millroy, 36 tahun, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat ia berlaga di Shanghai International Circuit dalam ajang China GT Championship, sekitar 11 hari lalu. Pada balapan itu, ia sempat tertabrak dua mobil lain sebelum mobilnya langsung menyala dan api kemudian menjalar hingga melalap kendaraannya.

Menurut penuturan Millroy, ia terjebak di dalam mobilnya selama lebih dari satu menit sebelum akhirnya bisa ditolong. Hartog, pembalap asal Belanda, segera menghentikan mobilnya dan mengambil tindakan untuk membantu.

Millroy menuturkan bahwa Hartog bergerak cepat dan mengikuti langkah-langkah yang tepat. Ia memuji proses pertolongan tersebut, mengatakan, “He acted instantly and he did everything right,” saat berbicara dari tempat perawatannya di China.

Dalam detail yang ia sampaikan, Millroy menilai rekaman kejadian seperti adegan yang telah disiapkan. “Watching the video back, it looks like you’re watching a movie and everything’s rehearsed.” Ia juga menceritakan bahwa Hartog sempat memeriksa kondisinya, lalu menilai api terlalu besar untuk membebaskannya dari dalam mobil.

Millroy menuturkan, “He ran around to check on me and realised the fire was too bad, and went round to the passenger side and realised he wasn’t going to get me out of there; got an extinguisher, kept the fire off me for long enough to get inside the car and get me out of it.”

Bagi Millroy, kunci selamatnya bukan hanya terjadi pada momen yang tepat, tetapi juga pada ketelitian langkah pertolongan. Ia menegaskan, “Every single step was perfectly executed.” Ia lalu mengaitkan selamatnya dirinya dengan kenyataan bahwa tidak ada cedera yang mengarah pada luka bakar serius yang mengubah hidup. “If you look at the photos and videos of the car, the fact I’ve got out without life-changing burns or even the fact I’m alive – it’s a miracle.”

Millroy menambahkan, “It was as though it was meant to be,” meski ia menyatakan bukan orang yang religius. Ia menggambarkan perasaan seolah ada skenario yang sudah “diatur sebelumnya” agar Hartog bisa menolongnya. “I’m not religious in any way, but it was as though someone had pre-programmed him to get me out of that car.”

Insiden itu, menurut Millroy, telah membentuk ikatan yang sangat kuat di antara keduanya. “It’s created this really strong bond between us.” Ia menjelaskan bahwa ia tidak memiliki ingatan tentang tabrakan, dan pertama kali kabar serta penjelasan mengenai apa yang terjadi justru datang ketika rekannya menolong di rumah sakit.

Millroy menceritakan momen itu dengan nada emosional. “I didn’t have any memory of the crash, the first time anyone talked me through it was Loek in the hospital and the two of us were just in floods of tears when you were telling me what happened and what [he] did and how different the result could have been for me.”

Dalam dampak tabrakan tersebut, Millroy mengalami beberapa patah tulang serta paru-paru yang tertusuk. Ia juga mengungkapkan tidak mengingat peristiwa tepat sebelum kecelakaan dan sekitar satu jam setelah insiden. “I have no memory of just before and for about an hour after the accident, which is affecting me psychologically as I try to piece together what happened.”

Ia menggambarkan kondisi yang sulit diterjemahkan bagi pikirannya sendiri. “It’s a strange feeling – I’m still not coming to terms with it because I don’t remember any of it. I was sort of conscious; I was talking to Loek and I took my helmet off because I had run out of oxygen and I was struggling to breathe.”

Millroy menambahkan bahwa tubuhnya seolah masuk ke mode bertahan hidup. “But I wasn’t getting myself out of the car. My body had gone into some sort of survival mode because of the amount of the injuries I’d sustained.” Ia menyebut menonton ulang video kejadian terasa seperti menonton hal lain. “Watching the video is like I’m watching something else.”

Sejak kejadian, Millroy mengaku sering terbangun pada malam hari ketika otaknya mencoba menyusun ulang apa yang menimpa tubuhnya. “I keep waking up at night where my brain is trying to piece together what happened to my body – that frustration seems to be building more and more.”

Reuni dan penjelasan Hartog

Hartog, 23, juga menyampaikan bahwa ia akan mengulangi tindakan tersebut bila harus terjadi lagi. “I wish it were sooner,” ujarnya, menyiratkan bahwa ada satu momen yang terasa terlalu lambat baginya.

Hartog menjelaskan rasa takut yang sempat muncul sesaat. “I remember being scared very briefly,” katanya. Ia menggambarkan upayanya berlari ke arah mobil Millroy sambil memastikan apakah pembalap itu masih berusaha keluar sendiri, namun ia cepat menyadari pertolongannya harus bersifat satu arah agar ruang di sekitar Millroy terbuka.

Ia mengatakan, “I tried to run to the car and I was seeing if he was making an effort himself and quickly realised it was a one-sided quest. I saw I needed to free the space around him to get out [of the car].”

Hartog mengingat bahwa mobil Millroy ketika ia melihat situasi sudah berhenti. Ia juga menuturkan jarak waktu dari saat ia menghentikan mobilnya hingga Millroy keluar dari kendaraan yang terbakar: “by the time he saw the scene Millroy’s car was already stationary, and Hartog recalled that it was another 59 seconds from when he stopped his car to Millroy exiting his burning vehicle.”

Soal motivasinya, Hartog menyatakan tidak ada “alasan” yang panjang di benaknya saat itu. “There’s a human element to that. I don’t know why I went there; why I chose [to help him]. There was no reasoning, and I explain to myself that it was how I have been taught – how I grew up in some way.”

Millroy dan Hartog juga menantikan pertemuan pertama sejak hari kecelakaan. Millroy sempat menyatakan rencananya untuk tetap balapan, namun lebih dulu ia akan bertemu Hartog karena Hartog terbang kembali ke China pekan ini.

Peran keluarga dan fokus keselamatan

Istri Millroy, Fern, disebut telah berada di samping suaminya sejak beberapa jam setelah kecelakaan. Sementara itu, tiga anak mereka ditangani oleh saudara perempuan Fern.

Fern menuturkan betapa emosional proses ini. “It’s so emotional. I feel like I need that closure to give [Hartog] a great big hug,” katanya. Ia juga menekankan bagaimana perasaan sayang bisa muncul begitu cepat meski belum pernah bertemu sebelumnya.

Fern menambahkan, “It’s incredible how you can instantly love someone you’ve never met before – we’ve probably been around the same paddocks over the years, but to love someone who has just taken care of my soulmate and father of our three children, it’s incredibly significant.”

Millroy menyelingi kabar itu dengan candaan, bercampur rasa terikat pada keadaan dirinya. Ia berkata, “I’m just sorry I can’t take him out anywhere nicer for dinner [when they meet] but I’m tied to machines in the hospital bed.”

Ia juga menyebut keluarga Hartog dan menggambarkan bahwa Hartog berasal dari lingkungan yang baik. “We’ve got to know Loek’s parents and you can see how he’s come from the most wonderful, amazing family,” ujar Millroy. Ia menegaskan bahwa seseorang bisa menjadi atlet yang hebat sekaligus tetap menjadi pribadi yang baik. “and that you don’t have to be a bad guy to be a great sportsman; you can be a really nice guy and really good sportsman.”

Menurut Millroy, pilihan Hartog pada hari itu menjadi faktor penentu yang menyelamatkan nyawanya. “He made a decision that day he was going to prioritise something else other than sport, and that’s what saved my life.”

Di tengah proses pemulihan, keduanya juga menyatakan akan bekerja sama lebih dekat di masa depan, khususnya terkait keselamatan. Millroy mengatakan, “There’ll always be an element of risk,” sebelum menambahkan bahwa orang sering menganggap risiko itu biasa.

Ia berujar, “But we always take that for granted.” Millroy mengaku tidak pernah membayangkan situasi saat ia berada di mobilnya pada hari itu, terutama soal respons petugas pemadam. “I never got in that car on that day and thought: ‘I really hope there’s a highly trained and expert fire crew down that corner in case something happens.’”

Meski demikian, Millroy memilih untuk tidak berbicara terlalu banyak sebelum ada investigasi resmi. Ia menambahkan bahwa saat ini banyak pihak yang ingin mendapatkan jawaban.

Hartog melanjutkan dengan perspektif keselamatan. Ia mengatakan, “This specific moment is something we can use to make the sport safer – there was a multitude of things that went wrong: I shouldn’t have been the person to help but if it weren’t for me, the outcome could have been very different.”

Millroy juga menuturkan bahwa ia ingin segera kembali mengemudi setelah kondisinya memungkinkan, namun ia masih harus memproses banyak hal sebelum benar-benar pulang. “As soon as I feel ready I want to get back in the car, but I’ve not been home yet, not seen the kids – there’s a lot of things I want to go through in my head first.”

Ia mengaku rasa terima kasihnya sudah berkali-kali diucapkan dan akan terus ia ulangi. “I must have said ‘thank you’ a thousand times and I’d say it another thousand times that I’m so unbelievably grateful.” Millroy berharap emosi yang belum “nyambung” akan menemukan bentuk setelah ia pulang bersama keluarganya. “All the emotions won’t make sense until I get back home with the kids and then it’ll be like: ‘OK, I am actually still alive and living my life.’”

Di akhir penjelasannya, Millroy menegaskan bahwa ada kemungkinan besar ia tidak akan selamat bila bukan karena Hartog. “There was a very good chance that wasn’t going to happen if it wasn’t for Loek.”