Olahraga

Oleksandr Usyk Melepas Sabuk, Tapi Bukan Pensiun

×

Oleksandr Usyk Melepas Sabuk, Tapi Bukan Pensiun

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Juara dunia kelas berat Oleksandr Usyk menyatakan akan melepaskan semua sabuk yang dimilikinya, namun menegaskan bahwa ia tidak sedang pensiun. Pernyataan itu ia sampaikan menyusul rangkaian pembahasan menjelang pertarungannya yang terakhir.

Petinju berusia 39 tahun itu, dengan rekor profesional yang belum terkalahkan sebanyak 25 kemenangan, pernah memegang sabuk WBA “super”, WBC, dan IBF. Dalam unggahan yang ia lakukan di X, Usyk menyebut keputusannya sebagai langkah yang ia anggap matang dan percaya akan membuka peluang baru.

Ia menulis, “This is a well-considered decision that I am confident will open new opportunities for me. This is not the end of the story. The continuation lies ahead,”. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelepasan sabuk bukan dimaksudkan sebagai penutupan karier, melainkan penyesuaian posisi untuk memberi ruang pada penantang berikutnya.

Menurut laporan BBC Sport, menjelang pertarungan terakhirnya pada bulan Mei, Usyk sudah menyampaikan bahwa ia masih ingin bertarung dalam dua kesempatan lagi sebelum memutuskan apakah akan menggantung sarung tangan. Saat itu, ia meraih kemenangan keras atas Rico Verhoeven di Mesir.

Usyk kemudian menegaskan alasan ia melepaskan sabuk melalui pesan video. Dalam pesan itu, ia mengatakan, “I want to vacate all the belts that I currently hold to make them available for the guys next in line to fight for them.” Ia menempatkan pelepasan sabuk sebagai bentuk kesempatan bagi petarung lain yang berada pada tahapan berikutnya untuk memperoleh peluang.

Ia menambahkan, “Friends, I’m leaving the belts but not the sport because I still have my last dance.” Kalimat penutup tersebut menegaskan bahwa Usyk memandang periode setelah pelepasan sabuk tetap menjadi bagian dari perjalanan bertarungnya, bukan akhir dari aktivitas di ring.

Dalam konteks persaingan kelas berat, mekanisme penentuan penantang pada umumnya diberlakukan secara bergiliran antar badan pengesah. BBC Sport menyebut bahwa penentuan lawan wajib (mandatory challengers) berjalan dalam sistem yang diatur secara rotasi. Dengan aturan tersebut, petinju yang “berikutnya” dalam antrian dinyatakan memiliki posisi yang layak untuk segera mendapatkan kesempatan.

Untuk WBC, BBC Sport menyebut petinju yang sedang berada di posisi berikutnya adalah Agit Kabayel, yang berstatus juara interim WBC. Kabayel disebut “widely viewed as the most deserving contender yet to receive his opportunity,” atau dipandang secara luas sebagai penantang yang paling pantas namun belum sempat memperoleh kesempatan tersebut.

Kabayel juga digambarkan sebagai petinju yang tidak menonjol dalam pemberitaan, tetapi telah membangun rangkaian pencapaian yang kuat belakangan ini di divisi kelas berat. Gambaran ini menempatkannya sebagai sosok yang menantikan momen untuk membuktikan kelayakan meraih gelar melalui jalur pertandingan yang berlaku.

Sementara itu, di jalur lain, Daniel Dubois juga disebut berada dalam daftar pemegang sabuk. Petinju asal Inggris itu memegang sabuk WBO setelah mengalahkan Fabio Wardley pada awal tahun ini. Dubois sebelumnya pernah kalah dari Usyk sebanyak dua kali, yang menjadikannya salah satu nama yang pernah merasakan langsung ketangguhan Usyk pada duel-duel sebelumnya.

Perjalanan Usyk menuju keputusan pelepasan sabuk juga terkait dengan pertarungan terakhirnya melawan Verhoeven. Laporan yang sama menyebut bahwa Usyk sempat dipaksa bekerja keras oleh Verhoeven, yang pada periode itu hanya tercatat bertanding sekali dalam dunia tinju, namun memiliki rekor yang kuat dari cabang kickboxing.

Pertarungan tersebut akhirnya berakhir dengan Usyk menyelesaikan duel pada ronde ke-11, setelah pertarungan berlangsung ketat dan saling menekan. Kemenangan yang didapat di penghujung ronde tersebut menjadi bagian dari narasi bahwa Usyk masih berada dalam ritme kompetitif, bahkan ketika ia menyiapkan keputusan besar terkait sabuk.

Dalam pernyataannya, Usyk menempatkan pelepasan sabuk sebagai cara untuk membuat sabuk-sabuk yang dimilikinya tersedia bagi petinju yang menunggu kesempatan. Ia tidak memproklamasikan akhir karier, melainkan membingkai keputusan itu sebagai bagian dari babak lanjutan, sekaligus sinyal bahwa ia memandang masih ada peran yang ingin ia jalani di ring.

Dengan demikian, kabar bahwa Usyk akan melepas semua sabuk namun tidak pensiun membuka ruang bagi dinamika baru di divisi kelas berat. Sementara Usyk mengalihkan fokus dari status sabuk ke kelanjutan aktivitas bertarungnya, nama-nama yang berada di jalur penantang wajib—termasuk Agit Kabayel—berpotensi menjadi pusat perhatian untuk mendapatkan kesempatan berikutnya.