jurnalistik.co.id – Nicholas Rossi, pria asal Amerika Serikat yang diputus bersalah memperkosa dua perempuan di Utah dan sempat memalsukan kematiannya sebelum melarikan diri ke Skotlandia, meninggal di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat.
Menurut Utah Department of Corrections (UDC), Rossi yang berusia 38 tahun mengalami “chronic, degenerative conditions” atau kondisi medis kronis yang bersifat degeneratif.
UDC menyatakan Rossi meninggal pada hari Kamis, 25 Juni 2026, pukul 20:32 waktu setempat, di rumah sakit setempat. Pihak UDC juga mengatakan Rossi meninggal akibat komplikasi dari kondisi medis yang sudah ada, setelah memilih untuk menghentikan perawatan medis yang sedang diberikan kepadanya.
Informasi kematian tersebut, kata UDC, mengikuti komunikasi dengan keluarga Rossi serta para korban.
Rossi sebelumnya menjalani hukuman 10 tahun hingga seumur hidup untuk kejahatan yang mencakup penyerangan seksual. Ia melarikan diri ke Skotlandia pada 2021 dengan tujuan menghindari proses hukum, namun kemudian ditangkap di ruang rawat Covid sebuah rumah sakit di Glasgow.
Petugas mengenali wajahnya melalui foto mugshot dan sejumlah tato yang khas, yang tercantum dalam pemberitahuan orang buron dari Interpol. Dalam upayanya mengelak, Rossi mengklaim bahwa ia adalah seorang anak yatim bernama Arthur Knight yang lahir di Irlandia, dan ia mengatakan belum pernah ke Amerika Serikat.
Rossi kemudian memberikan wawancara kepada BBC dengan tetap mempertahankan ceritanya. Namun, ia tidak dapat menunjukkan dokumen yang diminta, termasuk akta kelahiran atau paspor.
Di berbagai persidangan, Rossi terus menolak identitasnya dan mengajukan klaim salah orang. Ia biasanya menghadiri sidang di Edinburgh Sheriff Court dengan menggunakan kursi roda listrik, mengenakan masker oksigen, topi, serta setelan jas tiga potong.
Rossi juga tercatat telah memecat beberapa pengacar sebelum akhirnya pengadilan pada 2023 memutuskan bahwa ia memang Nicholas Rossi, dan menilai klaim salah identitasnya “implausible” serta “fanciful”.
Setelah keputusan tersebut, Rossi diekstradisi kembali ke Amerika Serikat pada Januari 2024. Ia sebelumnya berada di Inggris selama lebih dari setahun sebelum pengadilan menyatakan bahwa identitasnya adalah Rossi yang dicari.
Di Amerika Serikat, Rossi dinyatakan bersalah dalam dua persidangan terpisah pada Agustus dan September 2024 karena memperkosa dua perempuan di Utah pada 2008. Setelah dinyatakan bersalah, ia menjalani masa hukuman yang sudah dijatuhkan.
Dalam proses yang melibatkan pengakuan identitas, ia sempat melakukan berbagai upaya untuk membantah. Namun, beberapa bulan setelah diekstradisi, Rossi mengaku dengan identitas aslinya dalam sebuah sidang terkait jaminan (bail hearing) di Salt Lake City.
Rossi lahir dengan nama Nicholas Alahverdian pada 1987 di Rhode Island. Selama masa remaja, ia pernah berada dalam sistem perawatan, dan kemudian dikenal sebagai kampanye kesejahteraan anak.
Kasus Rossi juga menarik perhatian karena laporan mengenai kematiannya sempat muncul pada 2020. Otoritas kemudian menduga bahwa ia melarikan diri ke Inggris setelah mengetahui bahwa FBI tengah menyelidiki dugaan penipuan kartu kredit yang melibatkannya.
Jejak digitalnya pada akhirnya mengarah pada kepolisian sampai ke sebuah rumah sakit di Glasgow, tempat ia kemudian diidentifikasi oleh staf. Rossi terus menyatakan bahwa tato khas yang dimilikinya adalah hasil pemberian selama ia terbaring tidak sadar di rumah sakit, sebagai bagian dari upaya menjebaknya dengan identitas baru.
Setelah berbagai rangkaian keputusan pengadilan di Inggris dan proses ekstradisi, Rossi akhirnya menjalani konsekuensi hukum di Amerika Serikat. Kini, dengan pernyataan resmi dari UDC, kematian Rossi diumumkan setelah ia berada di rumah sakit setempat di Utah pada hari Kamis, 25 Juni 2026.








