jurnalistik.co.id – Kimi Antonelli memimpin sesi latihan pertama GP Austria 2026 dengan menempatkan George Russell di posisi kedua dalam duet Mercedes, sekaligus menegaskan dominasi tim itu sejak awal akhir pekan.
Antonelli mencatat waktu tercepat dan hanya berjarak 0,04 detik dari Russell. Sementara itu, Oscar Piastri membawa McLaren finis ketiga dengan tertinggal 0,117 detik dari laju pembalap tercepat.
Performa Mercedes pada sesi pembuka terlihat semakin kuat ketika Russell mampu menjaga respons setelah berada di belakang Antonelli. Hasil 1-2 ini memberi sinyal bahwa paket mereka sudah bekerja sejak latihan awal, sebelum tim lain menyelesaikan pengujian detail pada mobil masing-masing.
Lando Norris menjadi salah satu sorotan berikutnya, tetapi ia hanya mampu menorehkan waktu ketujuh. Ia sempat kehilangan sekitar tiga perempat sesi karena masalah sistem hidrolik, sehingga fokus pengambilan data dan penyesuaian set-up tidak berjalan penuh.
Di belakang barisan atas, Max Verstappen menempati posisi keempat. Ia menjalankan Red Bull dengan upgrade aerodinamika besar dan berada 0,281 detik di belakang Antonelli, menunjukkan peningkatan yang signifikan namun belum cukup untuk mengusik dua teratas di bagian depan.
Lewis Hamilton finis dengan jarak 0,665 detik dari waktu Antonelli. Hamilton juga datang dengan pembaruan mesin pada Ferrari serta berstatus pemenang pada balapan terakhir di Spanyol; namun, menurut laporan siaran radio singkat yang terdengar, pembalap tujuh kali juara dunia itu tidak terdengar puas dengan kondisi mobilnya.
Di papan tengah, Arvid Lindblad mencatatkan posisi keenam bersama Racing Bulls. Franco Colapinto yang berasal dari Alpine berada tepat di belakang Norris dengan finis kedelapan, sementara Dino Beganovic dari Charles Leclerc’s Ferrari ada di posisi kesembilan setelah Colapinto.
Oliver Bearman melengkapi daftar 10 besar dengan finis kesepuluh bersama Haas. Susunan ini membuat persaingan tidak hanya terkunci di puncak, tetapi juga terlihat rapat di belakang barisan atas, terutama mengingat adanya variasi masalah dan tingkat pemakaian komponen di latihan pertama.
Uji penting bagi Ferrari dalam perjalanan menantang Mercedes
Selain hasil individu, sesi ini juga membawa makna tersendiri bagi Ferrari. Akhir pekan GP Austria berpotensi menjadi penanda apakah mereka bisa mempertahankan atau bahkan memperluas tantangan terhadap Mercedes, terutama setelah dua jenis pengembangan yang dibawa tim pada periode berbeda.
Ferrari, menurut penjelasan yang disebutkan sebelumnya, sengaja berhati-hati dalam menyikapi pembaruan mesin yang mereka kenalkan di Austria. Tim menilai upgrade tersebut tidak cukup untuk menutup jarak ke Mercedes hanya dari sisi tenaga, sehingga pertanyaan berikutnya adalah apakah kombinasi dengan perkembangan aerodinamika yang diperkenalkan di Spanyol bisa membuat mereka lebih kompetitif.
Yang membuat ujian ini semakin spesifik adalah karakter sirkuit yang sensitif terhadap tenaga. Ferrari belum menunjukkan performa yang mampu bersaing secara konsisten sepanjang musim pada kondisi seperti ini, sehingga GP Austria menjadi momen pengujian untuk melihat apakah paket mesin dan aerodinamika yang berjalan beriringan dapat memberi dampak nyata.
Dengan Antonelli memimpin dan Mercedes menunjukkan 1-2 pada latihan pertama, tekanan pun mengarah pada seberapa cepat Ferrari dapat memastikan mobilnya cukup kuat dan stabil dalam menghadapi kebutuhan tenaga. Sementara Verstappen dan Hamilton juga membawa pembaruan serta respons berbeda dari mobil masing-masing, catatan latihan awal ini menjadi fondasi penting sebelum langkah berikutnya di sesi-sesi selanjutnya akhir pekan.
Di bagian depan, jarak yang sangat tipis antara pembalap menciptakan gambaran bahwa setiap penyesuaian kecil di mobil berpengaruh langsung pada hasil akhir sesi. Ketika Antonelli memimpin disusul 1-2 Mercedes, perhatian kemudian tertuju pada bagaimana tim-tim lain merespons selisih tersebut, termasuk upaya Verstappen yang masih berada di belakang dua teratas dan Hamilton yang menutup dengan jarak lebih jauh.
Latihan pertama juga memperlihatkan kontras pendekatan saat sebagian pembalap harus membagi waktu antara pengambilan data dan keterbatasan di lintasan. Kasus Norris yang terhambat masalah sistem hidrolik menjadikan sesi yang seharusnya penuh pengujian menjadi lebih terbatas, sehingga keputusan set-up berikutnya lebih bergantung pada sisa data yang sempat dikumpulkan.
Bagi Ferrari, rangkaian akhir pekan ini semakin menuntut ketepatan membaca arah pengembangan. Dengan karakter sirkuit yang sensitif terhadap tenaga, evaluasi tidak berhenti pada apakah mesin saja mampu mendongkrak performa, tetapi juga pada apakah paket yang disusun dari kombinasi pembaruan di Austria dan aerodinamika dari Spanyol dapat menghadirkan performa yang lebih solid ketika menghadapi tekanan dari dominasi Mercedes sejak latihan awal.






