Olahraga

Duckett 113 dan Ben Stokes mengangkat Inggris kembali ke Test Ketiga vs Selandia Baru di Trent Bridge

×

Duckett 113 dan Ben Stokes mengangkat Inggris kembali ke Test Ketiga vs Selandia Baru di Trent Bridge

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Inggris menunjukkan respons cepat pada Hari Kedua Test Ketiga melawan Selandia Baru di Trent Bridge. Abad cemerlang Ben Duckett, ditopang Ben Stokes yang menjadi katalis, membawa tuan rumah kembali ke jalur saat match memasuki fase penentuan.

Setelah Selandia Baru menutup hari pembuka dengan 317-0, hari berikutnya menghadirkan perubahan besar. Inggris kemudian mengakhiri perlawanan dengan 10 wicket untuk 121 runs dan membuat Selandia Baru tersingkir di 438.

Skor sementara pada penghujung Hari Kedua memperlihatkan Inggris 223-2. Ben Duckett memimpin dengan 113, sementara Jacob Bethell berada di 74* saat timnya masih tertinggal 215 runs menuju innings berikutnya.

Stokes menghidupkan lagi momentum Inggris

Kapten Ben Stokes kembali ke skuat setelah absen pada Test Kedua menyusul kontroversi terkait kehidupan malam yang disebut dalam berita. Di Trent Bridge, Stokes langsung menjadi pemicu dengan ritme bowling yang konsisten meski sempat menunggu wicket.

Dalam 40 menit awal, Inggris belum menambah angka wicket. Namun setelah itu, delapan overs Stokes menghasilkan tiga wicket, termasuk sebuah peluang tangkapan yang sempat terlepas.

Shoaib Bashir menyumbang dua wicket dalam satu kesempatan, sementara Jofra Archer melengkapi hasil dengan satu wicket. Archer juga memberi pukulan yang pada akhirnya membuat Blair Tickner absen dari pertandingan karena concussion.

Secara keseluruhan, dari 361-4 saat bermalam, Selandia Baru kehilangan enam wicket untuk tambahan 77 runs pada Jumat itu. Dengan kondisi dan pitch yang rata, Inggris dianggap mampu memotong defisit secara terarah setelah hasil yang sempat berbalik pada Hari Pertama.

Duckett 113 dan Bethell menjaga ritme

Inggris tetap melanjutkan mengejar ketertinggalan meski harus kehilangan Emilio Gay lebih cepat. Ketika Gay gugur untuk 0, Inggris tetap menemukan laju lewat duet Duckett dan Bethell pada posisi penting.

Duckett akhirnya keluar dengan 113, sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi penanda kebangkitannya. Bethell menyelesaikan Hari Kedua dengan 74* dan mencatat paruh pertama pertamanya di kandang, serta paruh pertama itu terjadi pada innings pertama dalam sebuah Test.

Di sisi lain, Joe Root bertahan di 21* ketika Inggris mengakhiri hari kedua. Menjelang skor berhenti, Inggris sudah menunjukkan kecepatan yang membuat Selandia Baru kesulitan menahan laju.

Dalam rentang kemitraan yang menjadi tumpuan, duet yang membawa Inggris maju menambah 179 runs untuk pasangan wicket kedua. Setelah itu, Duckett harus menerima ujung dari innings gemilangnya, tetapi momentum tidak jatuh karena Bethell tetap melaju di ujung-ujung akhir.

Duckett sendiri mendapatkan kembali kepercayaan setelah periode yang sulit. Sebelumnya, ia menjalani 14 innings tanpa mencetak half-century di Test.

Di luar lapangan, ia juga sempat menjadi sorotan terkait rekaman yang beredar di internet setelah ia diduga dalam keadaan mabuk saat berada di Noosa. Untuk mengembalikan performanya, Duckett kemudian menarik diri dari Indian Premier League dan berupaya kembali menemukan bentuk bola merah bersama Nottinghamshire.

Kondisi di Trent Bridge membuat Inggris sulit dihentikan

Dalam perjalanannya, innings Inggris tidak datang begitu saja. Selandia Baru menghadapi kendala lain karena beberapa pemainnya tidak tersedia: Matt Henry, Kyle Jamieson, dan Glenn Phillips disebut tidak ikut bermain pada match ini.

Tickner melakukan tiga overs sebelum kemudian meninggalkan lapangan dan digantikan oleh Zak Foulkes. Sementara itu, Mitchell Santner turut mengatur percobaan dari sisi bowler, tetapi pada pitch yang mendukung dan dengan lapangan yang kecil, Inggris kesulitan untuk ditekan.

Halaman permainan disebut benar-benar mendukung pemukul: outfield yang cepat membuat pukulan lepas seperti sweep dan serangan dari sisi off side terasa lebih efektif bagi Duckett. Bethell juga tampil dengan drives yang rapi dan terukur.

Kecepatan run rate menjadi catatan lain karena Inggris mengemas angka persis enam runs per over pada fase utama. Duckett mencetak century dengan 88 bola, dan waktu itu menjadi yang tercepat bersama dalam rekor inningsnya.

Dalam konteks pembuka Inggris, century Duckett tercatat sebagai yang tercepat kedua, karena hanya Zak Crawley yang lebih cepat mencapai ton sebagai opener. Di momen setelah tumbang, Duckett menunjukkan kegembiraan dengan melambaikan tangan dan menujukan sorak kepada ruang ganti tim.

Kenangan 2022 dan arah laga yang masih terbuka

Di luar skor, Inggris juga membawa beban psikologis yang berkaitan dengan delapan bulan yang sulit. Jika seri penentuan ini berbalik melawan mereka, fokus pengawasan terhadap posisi manajerial bisa kembali memanas.

Catatan performa Inggris dalam periode tersebut juga disebut tidak stabil, dengan hanya dua kemenangan dalam sembilan pertandingan. Meski menghadapi kebutuhan besar untuk menyingkirkan Selandia Baru di jalur yang disebut seperti “pitch road-like”, Inggris tetap mampu bertahan dalam permainan ini.

Partai ini bahkan memberi kemiripan dengan kemenangan Inggris pada 2022. Kala itu, Inggris meraih hasil yang signifikan meski Selandia Baru memulai innings pertama dengan 553.

Kali ini, match juga berjalan dengan pola yang serupa. Saat Inggris masih tertinggal, mereka tetap memiliki peluang karena skenario untuk mengambil 20 wicket yang terawal disebut memberi kesempatan terbaik untuk mengatur arah kemenangan.

Babak Hari Pertama: O’Rourke, keputusan tinjauan, dan momen kontroversi

Hari pertama juga memunculkan momen penting yang menentukan jalannya wicket-jatuh. Nightwatchman O’Rourke sempat mengganggu Inggris dengan 19, bahkan dijatuhkan oleh wicketkeeper Jamie Smith di over pertama Stokes.

Pada over berikutnya, Daryl Mitchell dinyatakan tereduk di belakang berdasarkan tinjauan, meski Mitchell merasa ia memukul bantalan. Stokes kemudian memaksa O’Rourke melakukan miscue sebelum muncul momen kontroversi yang mengubah suasana.

Santner menunduk ke bola pendek dari Stokes dan diberikan out setelah tangkapan di gully. Santner merasa bola mengenai armguard, tetapi Stokes menunjuk ke strap sarung tangan, dan keputusan wasit lewat tinjauan pihak ketiga dinyatakan sejalan dengan penilaian tersebut.

Hasilnya membuat Stokes meninggalkan sesi dengan angka 4-70 pada akhir fase itu. Setelah itu, Stokes menarik diri pada makan siang, memberi ruang untuk Archer dan off-spin dari Bashir.

Bashir sempat lambat bergerak untuk peluang di deep square leg terhadap Tom Blundell, tetapi ia menebusnya pada over berikutnya dengan menahan Smith dalam follow-through dan kemudian melakukan reverse-sweep ke arah Blundell untuk mendapatkan wicket secara lbw.

Archer kemudian memberikan pukulan yang digambarkan sebagai keras kepada Tickner, dengan dampaknya baru terlihat setelahnya. Sementara itu, Ben Sears menyelesaikan inningsnya dengan lbw, dan pada akhirnya Inggris mengambil 10 wicket terakhir dalam 42,5 overs.

Dengan kondisi hari kedua yang sudah menempatkan Inggris di titik lebih dekat, sisa pertandingan akan sangat bergantung pada kemampuan tim tuan rumah menambah wicket lebih awal sekaligus mempertahankan ritme batting yang sudah mereka bangun hingga 223-2.