Otomotif

Chery siapkan Luxeed RX, SUV listrik premium berbasis teknologi Huawei dan desain Werner Gruber

×

Chery siapkan Luxeed RX, SUV listrik premium berbasis teknologi Huawei dan desain Werner Gruber

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Chery Siapkan Luxeed RX: SUV Listrik dengan Sentuhan Ferrari

jurnalistik.co.id – Chery terus memperluas langkahnya di segmen kendaraan listrik premium melalui merek Luxeed, yang disebut menggabungkan basis teknologi dan pendekatan desain berkelas. Salah satu model yang kini menjadi sorotan adalah Luxeed RX.

Dalam rilis dan informasi yang beredar, Luxeed RX diposisikan sebagai SUV listrik dengan orientasi performa serta tampilan yang ditata untuk kesan sporty. Menariknya, proyek ini juga dikaitkan dengan sejumlah nama besar di industri otomotif.

Luxe ed menempatkan Luxeed sebagai subbrand kendaraan listrik premium di bawah naungan Chery. Merek ini disebut merupakan hasil kolaborasi Chery dan Huawei, sehingga teknologi “pintar” menjadi bagian dari paket yang ditawarkan pada model terbarunya.

Dari sisi desain, Luxeed RX diklaim membawa nuansa SUV performa tinggi. Bentuk siluetnya disebut memiliki kemiripan dengan sejumlah model yang juga dikenal di kelas kendaraan premium, termasuk Ferrari Purosangue serta Xiaomi YU7.

Meski tetap mengusung bahasa visual yang futuristis, Luxeed RX disebut memiliki karakter desainnya sendiri. Detail penataan bodi dan keseluruhan proporsi diarahkan agar tampak dinamis, selaras dengan citra kendaraan berperforma.

Keterlibatan tokoh desain menjadi salah satu fokus pembicaraan. Klaim tersebut menyebut Werner Gruber, mantan desainer Ferrari, turut terlibat dalam rancangan Luxeed RX.

Werner Gruber disebut pernah terlibat dalam pengembangan sejumlah mobil ikonik Ferrari, seperti LaFerrari, FXX-K, dan Portofino. Rekam jejak itu kemudian dijadikan dasar untuk menguatkan pernyataan bahwa desain Luxeed RX mendapat sentuhan pengalaman dari lingkungan pabrikan asal Italia tersebut.

Kabar mengenai keterlibatan Werner Gruber pertama kali disampaikan Zhao Changjiang, Executive Director sekaligus Executive Vice President Luxeed. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Weibo Zhao.

Di unggahan itu, Zhao menyebut Werner Gruber sebagai sosok yang berperan dalam proses penciptaan desain Luxeed RX. Dengan demikian, klaim mengenai “sentuhan Ferrari” tidak berhenti pada gaya, tetapi juga diikat pada cerita keterlibatan personel.

Selain menonjolkan desain, Luxeed RX juga menawarkan spesifikasi tenaga yang diposisikan mampu bersaing di kelasnya. SUV listrik ini disebut tersedia dengan beberapa pilihan kapasitas baterai, yakni 81,1 kWh, 100,25 kWh, hingga 100,42 kWh.

Untuk varian standar, Luxeed RX menggunakan satu motor listrik di bagian belakang. Konfigurasi ini diklaim menghasilkan tenaga hingga 371 hp.

Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi, Luxeed RX juga disediakan dalam versi dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda (AWD). Kombinasi tersebut disebut mampu memberikan tenaga sampai 586 hp.

Dengan angka tenaga tersebut, Luxeed RX diposisikan bukan hanya sebagai kendaraan yang mengutamakan efisiensi, tetapi juga sebagai SUV listrik premium yang menargetkan pengalaman berkendara lebih kuat. Klaim performa itu juga menjadi bagian dari upaya Luxeed untuk menarik perhatian pasar.

Dalam penawaran awal, Luxeed disebut mulai membuka pemesanan di China. Harga yang disebutkan untuk pemesanan awal berada di kisaran 299.800 yuan, yang setara dengan sekitar Rp 788 juta.

Langkah ini sekaligus menempatkan Luxeed RX sebagai penantang langsung bagi Xiaomi YU7, SUV listrik yang juga dikabarkan tengah mencuri perhatian pasar China. Perbandingan langsung tersebut memperlihatkan bahwa Luxeed memilih bermain di arena yang kompetitif sejak awal.

Secara keseluruhan, Luxeed RX memadukan tiga elemen yang ingin diperkuat sejak tahap pengenalan: keterkaitan teknologi dari Huawei, narasi desain yang dikaitkan dengan Werner Gruber, serta target performa melalui pilihan baterai dan konfigurasi motor. Dengan respons pasar yang akan menentukan, persaingan di kelas SUV listrik premium pun diperkirakan semakin ketat.