jurnalistik.co.id – China melakukan penarikan kembali (recall) terhadap sekitar 4,3 juta kendaraan karena adanya masalah pada tuas atau handle pembuka pintu darurat di dalam kabin. Temuan regulator berfokus pada mekanisme darurat yang dinilai sulit dikenali dan dioperasikan saat kondisi kendaraan mengalami gangguan serius.
Persoalan tidak berhenti pada fungsi mekanisme itu semata, tetapi pada kemudahan aksesnya oleh penumpang. Dalam situasi kecelakaan berat, sistem kelistrikan dengan tegangan rendah dapat tidak berfungsi, sehingga prosedur keluar kendaraan bergantung pada bukaan pintu secara manual.
Regulator menyebut desain tuas pembuka darurat yang berada di kabin memiliki warna yang menyerupai panel interior. Karena kemiripan tersebut, pengguna bisa kesulitan menemukan tuas serta mengoperasikannya ketika waktu evakuasi menjadi faktor krusial.
Hambatan itu berpotensi memengaruhi proses evakuasi penumpang dari dalam kendaraan maupun upaya penyelamatan dari pihak luar. Jika tuas darurat sulit ditemukan, waktu respons dapat memanjang dan langkah penyelamatan menjadi kurang efektif.
Recall ini melibatkan sejumlah produsen otomotif, dengan Tesla tercatat sebagai merek dengan jumlah terdampak paling besar. Selain Tesla, penarikan kembali juga mencakup kendaraan dari Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely melalui Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC BluePark, hingga FAW.
Untuk Tesla, pihak terkait menyatakan sekitar 2,98 juta unit kendaraan masuk program recall terkait mekanisme pintu darurat tersebut. Model yang terdampak meliputi Model 3, Model Y, Model X, dan Model S, baik untuk produksi China maupun unit impor.
Rinciannya, kendaraan produksi China terdiri dari 973.156 unit Model 3 dan 1.956.713 unit Model Y. Adapun unit impor mencakup 35.590 unit Model 3, 8.328 unit Model X, serta 2.123 unit Model S.
Berita Terkait
Tindak lanjut Tesla dilakukan lewat pemasangan label peringatan pada mekanisme pembuka pintu darurat. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak melalui Over-the-Air (OTA) untuk menambahkan strategi penurunan kaca setelah kecelakaan.
Xiaomi juga melakukan recall terhadap 390.435 unit SU7 model tahun 2024. Penyebabnya dinyatakan serupa, yaitu tuas mekanis darurat di kabin yang memiliki warna menyerupai interior sehingga dinilai kurang mudah dikenali.
Dalam rencana perbaikannya, Xiaomi akan menambahkan label pada area tuas tersebut. Perusahaan juga akan melakukan pembaruan OTA yang ditujukan untuk mengoptimalkan logika pembukaan kunci serta mekanisme penurunan kaca.
Leapmotor menarik kembali 371.200 kendaraan, yang terdiri dari 322.575 unit C11 dan 48.625 unit C01. Perbaikan dilakukan dengan menambah label peringatan sekaligus melakukan pembaruan OTA pada sistem kontrol kaca.
Geely melalui Zeekr tercatat melaksanakan recall terhadap 92.658 unit Zeekr 007 dan Zeekr X. Untuk rentang produksi yang terdampak, kendaraan yang masuk daftar berasal dari periode 1 Maret 2023 hingga 21 Mei 2026.
Selain empat produsen tersebut, merek lain juga tercantum dalam daftar recall dengan jumlah berbeda-beda. Xpeng disebut terdampak pada 264.842 kendaraan, Chery sebanyak 68.488 unit, Dongfeng 53.452 unit, serta BAIC BluePark 46.850 unit.
FAW masuk daftar dengan rincian 7.873 unit EH7 dan 4.035 unit Tiangong 08. Dengan daftar yang beragam dan jumlah total yang besar, langkah ini diposisikan sebagai salah satu penarikan kembali otomotif skala paling luas di China.
Recall ini juga disebut berjalan menjelang diberlakukannya standar keselamatan baru mengenai handle pintu kendaraan di China. Langkah koreksi diharapkan membuat mekanisme darurat lebih mudah dijangkau, sehingga penumpang dan proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat ketika sistem kendaraan tidak mampu bekerja normal akibat kecelakaan.












