Hukum & Kriminal

Sekolah Swasta di Pamulang Tangsel Digeruduk Massa, Polisi Sebut Dipicu Sengketa

×

Sekolah Swasta di Pamulang Tangsel Digeruduk Massa, Polisi Sebut Dipicu Sengketa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sekolah Swasta di Pamulang Tangsel Digeruduk Massa, Diduga Dipicu Masalah Sengketa

jurnalistik.co.id – Kerusuhan di sekolah swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, terjadi pada Sabtu (22/8/2026). Peristiwa itu dibarengi pengerudukan oleh sekelompok orang dan kini menjadi perhatian polisi yang masih melakukan pendalaman.

Menurut Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto, kejadian tersebut diduga berawal dari sengketa antar pihak yang terlibat. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian belum memegang data spesifik mengenai detail persoalan, namun informasi yang beredar di media sosial turut dijadikan acuan.

Yudhi menjelaskan, ā€œ( Kerusuhan ) indikasinya dari para pihak yang bersengketa. Kami belum ada data spesifiknya, tapi yang beredar di media sosial bisa jadi acuan,ā€ kata Yudhi saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (23/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Yudhi belum merinci kronologi secara detail maupun bentuk sengketa yang dimaksud. Ia juga belum menyebut pihak-pihak terkait secara spesifik, karena proses pengecekan masih berlangsung.

Meski demikian, Yudhi menyebut bahwa persoalan yang diduga menjadi pemicu keributan tersebut telah diselesaikan secara damai. Proses mediasi dilakukan setelah Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun langsung untuk mempertemukan kedua belah pihak.

Yudhi menambahkan, ā€œPak Kapolres langsung turun dan memediasi kedua belah pihak dan (mereka) sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing,ā€ ujar Yudhi.

Kericuhan tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah orang berkumpul di halaman sekolah dan berupaya mendobrak pagar area sekolah.

Gambaran di video juga memperlihatkan pagar sekolah yang bagian atasnya dipasangi gulungan kawat berduri. Rekaman tersebut menjadi salah satu materi yang kini ikut ditelaah untuk membantu memahami dinamika di lokasi saat peristiwa terjadi.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar dari akun Instagram, kelompok yang datang menggeruduk sekolah diduga merupakan orang suruhan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, Yudhi menegaskan bahwa informasi tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.

Polisi, kata Yudhi, masih melakukan pendalaman terkait persoalan yang melibatkan kedua pihak tersebut. Dengan adanya pernyataan, video, dan keterangan yang berkembang di ruang publik, kepolisian berupaya memastikan akar masalah serta keterkaitan setiap pihak terhadap dugaan sengketa yang melatarbelakangi kejadian.

Hingga saat ini, kepolisian belum membeberkan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti dan siapa saja yang berperan. Upaya verifikasi tetap dilakukan untuk memastikan fakta yang benar-benar terjadi di lapangan, termasuk dugaan pemicu sengketa serta keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam informasi online.

Kerusuhan di Pamulang ini kemudian memicu berbagai respons publik, terutama karena sejumlah informasi beredar sebelum kepolisian menyampaikan keterangan yang lebih rinci. Polres Tangerang Selatan tetap mengacu pada hasil pengecekan lapangan sambil menilai relevansi setiap kabar yang muncul di platform digital.

Kapolres Tangerang Selatan juga disebut turun langsung untuk meredakan situasi dan mempertemukan para pihak. Dari proses tersebut, kedua belah pihak dinyatakan memilih menyelesaikan persoalan secara damai, sehingga gangguan di sekitar lokasi dapat dihentikan.

Selain keterangan pejabat kepolisian, materi visual dari video yang viral turut menjadi bahan telaah. Di rekaman terlihat kerumunan berada di area sekolah, sementara upaya penyerangan pagar dilakukan oleh sebagian orang, termasuk pemasangan pengaman di bagian atas pagar yang membuat suasana semakin tegang.

Terkait klaim bahwa kelompok yang datang ada kaitannya dengan pihak dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Yudhi menegaskan hal itu belum bisa dipastikan. Informasi tersebut masih berada pada tahap verifikasi, mengingat proses penyelidikan perlu memastikan apakah pihak-pihak yang disebut di ruang publik memang terlibat langsung.

Hingga pernyataan ini disampaikan, kepolisian belum mengeluarkan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti maupun detail keterkaitan setiap orang yang diduga berperan. Pendalaman dilakukan untuk menyatukan keterangan dari para saksi, pemeriksaan bukti, serta penelusuran narasi yang beredar agar faktor pemicu yang sebenarnya dapat ditentukan.