Otomotif

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Indonesia di Plant 3 National Assemblers (Indomobil Group)

×

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Indonesia di Plant 3 National Assemblers (Indomobil Group)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Leapmotor Mulai Perakitan Lokal B10 dan C10 di Indonesia

jurnalistik.co.id – Leapmotor resmi memulai perakitan lokal untuk model B10 dan C10 di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat jejaknya di pasar kendaraan listrik domestik.

Menurut informasi yang disampaikan, perakitan lokal ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Langkah itu sekaligus menjadi wujud kolaborasi dengan ekosistem manufaktur yang ditopang investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers.

Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menilai Indonesia memiliki peluang besar di kawasan Asia Tenggara. Ia menyampaikan, “Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara. Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah penting bagi Leapmotor untuk semakin mendekatkan produk kami kepada konsumen Indonesia,” ujar Isaac dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Isaac juga menekankan bahwa produksi di Indonesia masuk dalam strategi Leapmotor untuk memperluas bisnis elektrifikasi di wilayah ASEAN. Ia mengatakan, “Kolaborasi strategis ini akan mempercepat roadmap elektrifikasi kami di kawasan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara,” katanya.

Penguatan kapasitas di Plant 3

Perakitan Leapmotor B10 dan C10 dilakukan di Plant 3 PT National Assemblers yang merupakan investasi Indomobil Group. Fasilitas ini menempati lahan seluas 158.000 meter persegi dan dilengkapi teknologi produksi serta sistem otomasi yang mengacu pada standar manufaktur Leapmotor dan Stellantis.

Pada tahap awal, Plant 3 memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun. Perusahaan menyatakan kapasitas tersebut dapat ditingkatkan menjadi 17 unit per jam, setara sekitar 34.000 unit per tahun.

Pengembangan kapasitas dilakukan melalui peningkatan fasilitas body shop dan paint shop, menyesuaikan dengan pertumbuhan permintaan. Dengan pendekatan itu, fasilitas pabrik disiapkan agar mampu mengakomodasi penambahan model Leapmotor yang berpotensi diproduksi di Indonesia.

Fleksibilitas kapasitas menjadi bagian dari strategi agar penyesuaian skala produksi dapat dilakukan tanpa mengubah standar manufaktur yang diterapkan Leapmotor dan Stellantis. Perubahan dilakukan dengan penguatan fasilitas produksi, bukan mengendurkan acuan kualitas yang telah ditetapkan.

Jaringan diler dan layanan purnajual

Seiring dimulainya produksi lokal, Indomobil juga menguatkan ekosistem kepemilikan Leapmotor di Indonesia. PT Indomobil National Distributor selaku agen pemegang merek Leapmotor terus mengembangkan jaringan diler di sejumlah kota strategis.

Penguatan jaringan ini diarahkan agar ketersediaan suku cadang serta dukungan teknis berjalan sesuai standar Leapmotor. Perusahaan juga memastikan ketersediaan teknisi yang telah mendapat pelatihan agar layanan purnajual dapat diberikan secara konsisten.

CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas produksi dan jaringan layanan merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan. Ia mengatakan, “Melalui investasi Indomobil Group di PT National Assemblers, kami tidak hanya mendukung hadirnya kapasitas produksi lokal, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan Leapmotor di Indonesia dalam jangka panjang,” kata Tan.

Tan menambahkan bahwa perluasan jaringan diler dan penguatan layanan purnajual akan terus dijalankan seiring perkembangan bisnis Leapmotor. Ia menegaskan, “Kami terus memperluas jaringan diler, memperkuat layanan purna jual, serta memastikan ketersediaan suku cadang asli agar setiap pelanggan dapat menikmati pengalaman kepemilikan yang memberikan rasa tenang sejak hari pertama,” ujarnya.

Dengan kombinasi produksi lokal di Plant 3 dan penguatan jaringan layanan, langkah Leapmotor di Indonesia diharapkan menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam mempercepat rencana elektrifikasi di kawasan. Dari sisi manufaktur, penetapan kapasitas awal hingga lima unit per jam beserta rencana peningkatan ke 17 unit per jam menunjukkan adanya tahapan yang disusun untuk mengikuti dinamika permintaan.

Lebih jauh, pernyataan Isaac Yeo dan Tan Kim Piauw menempatkan perakitan lokal sebagai cara untuk mendekatkan produk ke konsumen sekaligus memperkuat fondasi bisnis. Dalam kerangka tersebut, produksi B10 dan C10 di Purwakarta menjadi titik awal yang tidak hanya terkait perakitan, tetapi juga terhubung dengan dukungan layanan purnajual yang lebih siap.