Otomotif

Banding McLaren Berhasil, Pierre Gasly Turun dari Podium Monaco ke Posisi 7

×

Banding McLaren Berhasil, Pierre Gasly Turun dari Podium Monaco ke Posisi 7

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pierre Gasly loses Monaco podium after McLaren and Red Bull win appeals

jurnalistik.co.id – McLaren akhirnya memenangkan proses banding terkait hasil Grand Prix Monaco, setelah muncul kontroversi atas serangkaian penalti kecepatan pit-lane yang dinilai keliru. Keputusan banding tersebut membuat klasemen akhir balapan mengalami perubahan pada beberapa posisi kunci.

Perkara ini bermula dari temuan bahwa ada “multiple incorrect pit-lane speeding penalties”, atau penalti kecepatan pit-lane yang berulang tetapi tidak sesuai penetapan yang semestinya. Dalam praktiknya, serangkaian keputusan itu memengaruhi hasil lintasan dan pembagian posisi resmi di akhir lomba.

Gasly kehilangan podium

Dampak paling mencolok dialami Pierre Gasly. Pembalap Alpine itu sebelumnya memperoleh podium setelah sebuah banding yang berhasil membatalkan dua penalti lima detik.

Namun, ketika banding McLaren dikabulkan, podium yang sempat dianugerahkan kepada Gasly ikut gugur. Dengan hasil resmi terbaru, Gasly yang pada lomba mencatat finis ketiga di lintasan (on the road) justru turun ke urutan ketujuh pada klasifikasi resmi.

Perubahan ini sekaligus mengubah narasi setelah rangkaian prosedur banding yang sebelumnya sempat mengangkat posisi Gasly. Keputusan kali ini membuat Alpine harus menerima bahwa posisi podium yang telah didapat tidak bertahan.

Isack Hadjar naik ke posisi ketiga

Di klasemen yang telah direvisi, Isack Hadjar dari Red Bull dikembalikan ke posisi ketiga. Sementara itu, Oscar Piastri dari McLaren menempati posisi keempat untuk balapan yang berlangsung pada 7 Juni.

Dengan demikian, koreksi hasil tidak hanya menyangkut pemindahan posisi Gasly, tetapi juga ikut merombak urutan beberapa pembalap lain di bagian atas klasemen. Penyesuaian ini mengikuti keputusan banding yang menimpa keputusan penalti kecepatan pit-lane sebelumnya.

Walau perubahan tersebut memberikan jawaban atas bagian tertentu dari sengketa, pernyataan terkait keputusan banding menunjukkan bahwa dampaknya tidak berhenti pada satu rangkaian koreksi saja. Putusan yang ada tidak sepenuhnya menyelesaikan “multiple effects” dari rentetan penalti pit-lane yang bermasalah di sepanjang balapan.

Efek berantai terhadap pembalap lain

George Russell dari Mercedes menjadi contoh lain yang terdampak oleh kesalahan penilaian penalti. Ia dilaporkan terlempar dari perolehan poin karena penalti yang ia terima—yaitu tidak melaksanakan secara benar sebuah penalti kecepatan pit-lane—padahal penalti yang menjadi dasar kewajiban tersebut tidak seharusnya diberikan.

Dalam kasus Russell, problemnya berawal dari adanya serangkaian penalti kecepatan yang berulang, lalu berlanjut pada konsekuensi prosedural saat balapan berlangsung. Karena penalti awal itu keliru, penalti lanjutan akibat respons terhadap penalti keliru tersebut turut membuat hasil akhirnya ikut berubah.

Penjelasan yang menyertai kontroversi ini menyebutkan bahwa ada kesalahan dalam pengukuran panjang pit-lane. Menurut sumber, Formula 1 secara keliru mengukur panjang pit lane, sehingga kecepatan rata-rata mobil dinilai terlalu tinggi.

Kesalahan pengukuran tersebut kemudian melahirkan penalti kecepatan pit-lane yang jumlahnya lebih dari satu dan memengaruhi banyak pembalap. Russell disebut secara spesifik dalam laporan tersebut, tetapi ia bukan satu-satunya pembalap yang mengalami efek dari keputusan penalti yang bermasalah selama balapan.

Secara keseluruhan, perubahan hasil akibat banding McLaren menegaskan bahwa persoalan administrasi dan penentuan penalti bisa berimbas sampai pada posisi akhir dan perolehan poin. Ketika faktor penentu seperti pengukuran pit-lane keliru, konsekuensinya tidak hanya menyentuh satu insiden—melainkan dapat menyebar ke berbagai tahapan hasil lomba.

Dengan klasemen resmi yang kini diperbarui, Pierre Gasly berada di posisi ketujuh alih-alih podium, sementara Isack Hadjar kembali ke urutan ketiga dan Oscar Piastri menempati posisi keempat. Meski begitu, laporan juga menekankan bahwa rangkaian dampak penalti pit-lane yang salah masih menyisakan konsekuensi bagi pembalap lain, sebagaimana terlihat pada kasus George Russell.