jurnalistik.co.id – Dishub DKI Jakarta akan menerapkan pengaturan arus kendaraan di beberapa ruas utama pada akhir pekan ini. Penyesuaian tersebut dilakukan agar pergerakan warga dan peserta kegiatan tetap berjalan lebih tertib.
Pengaturan lalu lintas itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/7/2026) mulai pukul 04.00 WIB hingga 09.00 WIB. Karena ada kegiatan di sepanjang lintasan lomba lari, pengendara diminta menata ulang waktu keberangkatan.
Waktu dan ruas terdampak
Rekayasa lalu lintas dilakukan di beberapa ruas yang bersinggungan dengan rute Smartfren Run 2026. Langkah ini mencakup perubahan arus di area-area berikut selama jam pelaksanaan.
Ruas yang terdampak meliputi Jalan Gatot Subroto dengan segmen dari Simpang Susun Semanggi hingga Jalan Gerbang Pemuda. Selain itu, pengaturan juga diberlakukan di Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Jalan Senopati, Jalan Pattimura, Jalan Raden Patah, serta Jalan Sisingamangaraja.
Dishub DKI Jakarta mengimbau pengendara untuk menghindari kawasan terdampak pada jam tersebut. Bagi yang memiliki tujuan ke kawasan Senayan, Semanggi, Blok M, hingga Kebayoran Baru, disarankan mengantisipasi kemungkinan kepadatan di sekitar waktu kegiatan.
Rekayasa dari arah barat
Bagi kendaraan yang berangkat dari wilayah barat Jakarta, tersedia sejumlah jalur alternatif. Pilihan rute disesuaikan dengan asal pergerakan agar tetap dapat menuju area yang dituju tanpa memaksakan melintas ruas yang sedang diatur.
Rute dari Tanah Abang menuju Kampung Melayu dapat ditempuh melalui Jalan KH Mas Mansyur lalu berlanjut ke Jalan Prof Dr Satrio. Alternatif lainnya adalah melalui JLNT Dr Satrio dilanjutkan Jalan Casablanca Raya kemudian Jalan KH Abdullah Syafei.
Sementara itu, untuk perjalanan dari Slipi menuju Cawang, Dishub menyiapkan opsi melalui Jalan Gatot Subroto yang terhubung ke Jalan MT Haryono. Untuk arus Tanah Abang menuju Manggarai, pengendara dapat memilih Jalan KH Mas Mansyur, lalu Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, kemudian Jalan Galunggung, dan berakhir di Jalan Sultan Agung.
Berita Terkait
Rekayasa dari arah selatan
Arus dari sisi selatan juga diarahkan menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan. Pengendara disarankan mengikuti arahan petugas di lapangan agar tidak tersendat di titik yang berdekatan dengan lintasan.
Untuk Blok M menuju Slipi, alternatif yang disiapkan mencakup perpindahan melalui Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hanglekir II, Jalan Hang Lekir I, lalu Jalan Asia Afrika. Dari sana perjalanan berlanjut ke Jalan Gerbang Pemuda dan akhirnya Jalan Gatot Subroto.
Di kawasan Senopati dan Gunawarman menuju GBK, jalur yang dapat dipilih adalah Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, serta Jalan Trunojoyo. Setelah itu, rute dilanjutkan melalui Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hanglekir II, Jalan Hang Lekir I, dan Jalan Pintu Satu untuk menuju GBK.
Untuk Taman Mataram menuju GBK, Dishub mengarahkan kendaraan lewat Jalan Sisingamangaraja, kemudian Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, dan Jalan Hanglekir II. Lanjutan perjalanan berada di Jalan Hang Lekir I, Jalan Asia Afrika, serta Jalan Pintu Satu menuju area GBK.
Sedangkan dari Taman Sriwijaya menuju Blok M, alternatifnya adalah Jalan Pattimura, Jalan Trunojoyo, Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI. Rute diteruskan melalui Jalan Hanglekir II, Jalan Hang Lekir I, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Pintu Satu sebelum masuk menuju Blok M.
Rekayasa dari arah timur
Bagi pengendara dari arah timur, penyesuaian rute tetap diperlukan agar tidak terjebak pada ruas yang sedang direkayasa. Jalur alternatif disediakan untuk mempertahankan kelancaran perjalanan pada rentang waktu kegiatan.
Perjalanan dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang dapat ditempuh melalui Jalan KH Abdullah Syafei, lalu Jalan Casablanca Raya, kemudian Jalan Prof Dr Satrio. Opsi lain yang disiapkan adalah melalui JLNT Dr Satrio yang terhubung ke Jalan KH Mas Mansyur.
Dengan adanya pengaturan mulai pukul 04.00 WIB, warga dan pengguna jalan disarankan segera memeriksa rute sebelum berangkat. Langkah ini membantu mengurangi risiko keterlambatan akibat perubahan arus di ruas-ruas yang bersinggungan dengan kegiatan.
Dishub DKI Jakarta menekankan agar pengendara tetap mengikuti informasi petugas di lokasi. Penyesuaian perjalanan pada jam kegiatan diharapkan membuat arus lalu lintas lebih terarah sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di sekitar kawasan yang terdampak.












