Olahraga

Santiago Pena Pilih Tak Hadir di Stadion saat Paraguay Hadapi Perancis, Takhayul Jadi Pemicunya

×

Santiago Pena Pilih Tak Hadir di Stadion saat Paraguay Hadapi Perancis, Takhayul Jadi Pemicunya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Presiden Paraguay Enggan Tonton Laga Kontra Perancis di Stadion, Takhayul Jadi Alasan

jurnalistik.co.id – Presiden Paraguay, Santiago Pena, memilih untuk tidak hadir langsung di Stadion Philadelphia ketika timnya menghadapi Perancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil menjelang laga Paraguay vs Perancis yang berlangsung pada Minggu (5/7/2026) mulai pukul 04.00 WIB.

Menurut Pena, pertimbangan utamanya bukan soal strategi pertandingan, melainkan keyakinan pribadi yang ia sebut sebagai takhayul. Ia mengatakan bahwa ia lebih memilih mengikuti jalannya pertandingan dari rumah karena takut kekalahan terjadi ketika ia berada di stadion.

“Sebagai presiden, saya selalu menerima undangan untuk setiap pertandingan,” kata Santiago Pena. “Tapi saya juga harus mengatakan bahwa sebenarnya saya sedikit percaya takhayul.”

Ia lalu menegaskan alasan di balik keputusan tersebut. “Itulah mengapa saya lebih suka menonton pertandingan dari rumah saja,” imbuhnya.

Pena mengakui bahwa ia pada awalnya terbiasa menerima undangan untuk menyaksikan laga timnas Paraguay secara langsung. Namun, perubahan sikapnya mulai muncul setelah Paraguay menelan kekalahan telak 1-4 dari Amerika Serikat.

Sejak pertandingan melawan Amerika Serikat itu, Pena tidak lagi datang ke stadion. Ia memilih untuk menyaksikan pertandingan Paraguay dari tempat tinggalnya sendiri, dan mengamati rangkaian hasil yang menurutnya membuat keyakinan takhayul semakin menguat.

“Kalau saya sudah terlanjur merasakan dampak ketika saya hadir, saya jadi berpikir ulang,” arah pemikiran Pena ketika menjelaskan pilihannya. Ia menilai, ada pola yang membuatnya merasa lebih aman jika menonton dari rumah.

Setelah mulai mengikuti laga dari rumah, Paraguay kemudian meraih hasil yang dianggapnya menguntungkan. Tim asuhan Gustavo Alfaro berhasil mengalahkan Turki, lalu bermain imbang saat menghadapi Australia, sebelum akhirnya melaju jauh setelah menyingkirkan Jerman lewat adu penalti.

Pena menunjuk momen penentuan melawan Jerman sebagai contoh yang paling membentuk keyakinannya. Paraguay menyingkirkan Jerman setelah pertandingan berjalan ketat dan berujung babak tos-tosan dengan kemenangan 4-3 dalam adu penalti.

Dengan hasil itu, Paraguay memastikan tiket ke fase gugur. Dari sudut pandang Pena, rangkaian capaian yang terjadi saat ia menonton dari rumah memberi dorongan psikologis yang kemudian ia terapkan pada laga berikutnya, termasuk menghadapi Perancis.

Selain alasan takhayul, ada pula faktor lain yang pernah membuat Pena gagal menghadiri pertandingan tertentu. Ia menyatakan sebenarnya ingin hadir ketika Paraguay menghadapi Jerman, tetapi pada waktu yang bersamaan ia harus berada di tengah kegiatan resmi.

Pada periode itu, Pena harus mengikuti KTT Mercosur di Asuncion. Karena benturan agenda, ia tidak dapat datang ke stadion untuk menyaksikan laga tersebut secara langsung, dan momen itulah yang kemudian ikut dipadukan dengan keyakinannya soal takhayul.

Kini, ketika Paraguay kembali bertemu Perancis di babak 16 besar, Pena tetap mempertahankan pilihannya. Ia memutuskan untuk tidak berada di stadion pada pertandingan yang mempertemukan timnya dengan Les Bleus, sehingga ia mengikuti perkembangan laga dari rumah.

Meski demikian, keputusan Pena tidak mengubah fakta bahwa Paraguay lolos ke babak berikutnya melalui performa yang dinilai mengejutkan di fase sebelumnya. Terutama saat menyingkirkan Jerman lewat adu penalti 4-3, Paraguay menunjukkan kemampuan bertahan dan ketajaman dalam situasi tekanan tinggi.

Dengan posisi itu, laga melawan Perancis menjadi ujian lanjutan bagi Gustavo Alfaro dan skuadnya. Bagi Pena, tantangannya bersifat personal—ia berusaha memastikan keyakinannya tetap sejalan dengan pendekatan yang ia anggap membawa hasil positif.

Pada akhirnya, pesan utama dari pernyataan Pena adalah konsistensi. Ia tetap menerima undangan untuk menyaksikan pertandingan, tetapi di saat yang sama mengaku percaya bahwa takhayul dapat memengaruhi nasib tim jika ia hadir di tribun.

Pada laga Paraguay vs Perancis yang dimulai pukul 04.00 WIB, Pena tidak hadir langsung. Ia memilih menonton dari rumah, sembari berharap takhayul yang ia yakini tidak membawa kekalahan bagi Paraguay di fase gugur Piala Dunia 2026.