jurnalistik.co.id – Syaiful Anwar, pengendara sepeda motor yang sempat viral karena mengaku sebagai anggota TNI saat melintas di trotoar Jalan Kartini, Depok, akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Belakangan diketahui, pria tersebut bukan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), melainkan karyawan di bidang marketing.
Peristiwa bermula dari video perdebatan yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, Syaiful terlihat berkendara di trotoar Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (3/7/2026). Lokasinya menjadi sorotan karena trotoar dinilai digunakan tidak sesuai peruntukannya.
Salah satu pihak dalam kejadian itu adalah Cae, pejalan kaki yang menegur Syaiful. Menurut Cae, ia menghentikan Syaiful setelah melihat pengendara tersebut melintas dari arah berlawanan. Cae juga menyampaikan bahwa ia menegur Syaiful karena kendaraan berjalan di area yang semestinya untuk pejalan kaki.
“Saat sampai di depan aku, aku adang lalu aku tegur,” kata Cae dalam video. Ia menegaskan bahwa status apa pun tidak seharusnya membuat pelanggaran terhadap hak pejalan kaki dibenarkan. Cae kemudian meminta Syaiful turun dan melanjutkan perjalanan melalui jalan raya.
Namun, ketika ditegur, Syaiful tidak langsung mengakui kesalahannya. Dalam video, Syaiful menyatakan, “Saya ini tentara, Mbak.” Pernyataan tersebut memicu respons dari Cae yang merasa penegasan soal identitas tidak relevan dengan persoalan pelanggaran di trotoar.
Cae kemudian menjawab dengan nada tegas. “Saya enggak peduli Anda anggota atau bukan. Saya mau pergi lewat sini. Saya mau ke gereja. Jangan bikin saya emosi. Kalau ada tindakan yang tidak benar, kita seharusnya tidak mengikuti,” ujar Cae.
Meski perdebatan berlangsung, Cae tetap mengingatkan kembali prinsip yang menurutnya harus dipatuhi. Ia mengatakan trotoar merupakan fasilitas pejalan kaki, sehingga kendaraan tidak semestinya digunakan melintas di sana. “Iya, iya, makanya turun. Ini buat jalan kaki, bukan buat motor,” kata Cae dalam kelanjutan percakapan.
Berita Terkait
Di sisi lain, Syaiful memberikan alasan yang berbeda untuk tindakannya. Ia mengungkapkan bahwa banyak orang lain juga dinilai menggunakan trotoar. Syaiful juga menyebut lokasi rumahnya yang dekat dengan area kejadian.
“Banyak lho orang-orang yang ini semuanya, terus kenapa? Rumah saya di sini, deket sini, saya lewat sini,” kata Syaiful sambil menunjuk ke arah depan. Pernyataan itu tidak menghentikan teguran Cae, karena Cae tetap berpegang pada penjelasan bahwa trotoar adalah untuk pejalan kaki.
Perdebatan akhirnya berakhir setelah Cae memilih melanjutkan perjalanan. Setelah video tersebut viral dan mendapatkan perhatian publik, Syaiful kemudian menyampaikan permintaan maaf. Belakangan, permintaan maaf itu disampaikan dengan klarifikasi bahwa ia tidak benar-benar merupakan anggota TNI, melainkan karyawan marketing.
Kasus ini kemudian menjadi sorotan karena pengakuan identitas dalam situasi konflik di ruang publik. Dari video yang beredar, terlihat bahwa inti persoalan berada pada penggunaan trotoar dan respons kedua pihak saat ditegur. Cae menekankan bahwa perjalanan pejalan kaki tidak boleh terganggu, sedangkan Syaiful pada awalnya mengaitkan tindakannya dengan status yang ia sebutkan.
Dengan klarifikasi yang menyertai permintaan maaf, narasi yang semula menempatkan Syaiful sebagai figur TNI bergeser menjadi fakta bahwa ia bekerja sebagai karyawan marketing. Permintaan maaf itu sekaligus menutup rangkaian peristiwa yang bermula di trotoar Jalan Kartini, Depok, pada Jumat (3/7/2026) dan sempat menyita perhatian di media sosial.
Setelah rekaman menyebar, perbincangan publik ikut mengarah pada isu etika penggunaan ruang bersama, khususnya di area trotoar yang memang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dari percakapan di video, terlihat bahwa inti yang diperselisihkan bukan hanya siapa yang benar secara identitas, melainkan bagaimana tindakan saat ditegur serta kepatuhan terhadap fungsi trotoar.
Di tahap lanjutan, Syaiful akhirnya menyampaikan permintaan maaf yang sekaligus memuat klarifikasi mengenai statusnya. Klarifikasi itu mengoreksi pemahaman yang terlanjur mengaitkan dirinya dengan TNI, karena ternyata ia merupakan karyawan di bidang marketing. Dengan penjelasan tersebut, rangkaian kejadian di Jalan Kartini, Depok pada Jumat (3/7/2026) yang sempat viral kemudian diarahkan pada penyelesaian.












