jurnalistik.co.id – Penasihat sains dan teknologi di Gedung Putih, Michael Kratsios, menuduh Moonshot AI asal China menjalankan upaya skala besar untuk “mengambil” kemampuan dari model-model AI unggulan Amerika Serikat.
Tuduhan itu disampaikan Kratsios dalam sebuah unggahan, menyusul meningkatnya pengawasan pemerintah AS terhadap perusahaan-perusahaan AI China.
KratÂsios mengatakan, Moonshot AI melakukan kampanye tersebut melalui mekanisme yang dikenal sebagai distillation. Dalam distillation, model yang lebih “lemah” mempelajari respons dari model yang lebih kuat hingga kemampuan tertentu dapat “ditarik” tanpa harus mereplikasi secara langsung.
Menurut Kratsios, pemerintah AS memiliki informasi bahwa Moonshot AI melakukan “distilled” terhadap kemampuan milik Anthropic, khususnya Fable AI, sebagai bagian dari pengembangan model K3.
Ia juga menyebut Moonshot AI memperoleh akses ke server Nvidia generasi terbaru yang sebelumnya dibatasi untuk melatih model-model mereka.
BBC melaporkan bahwa mereka telah menghubungi Moonshot AI, kedutaan China di Washington, Anthropic, pihak Gedung Putih, serta Nvidia untuk meminta tanggapan.
Nama Moonshot AI dan produk terbarunya, Kimi K3, mulai menarik perhatian setelah model itu diperkenalkan pekan lalu. Banyak pihak menilai peluncuran Kimi K3 ikut mempersempit jarak kemampuan antara model AI dari Barat dan China.
Dalam pernyataannya, Moonshot AI mengatakan K3 mampu bersaing dengan teknologi AI terkemuka dari AS.
KratÂsios menambahkan bahwa Moonshot AI kemungkinan juga menggunakan server yang ditenagai platform komputasi Nvidia GB300 Grace Blackwell untuk menjalankan pelatihan.
Ia mengaitkan klaim itu dengan kebijakan ekspor AS. Washington membatasi ekspor chip Nvidia paling canggih pada 2022, dengan kekhawatiran teknologi tersebut dapat dipakai oleh militer China. Setelah kebijakan tersebut diberlakukan, pemerintah di berbagai negara turut menindak penyelundupan chip-chip tersebut.
Tuduhan Kratsios juga muncul tepat sehari setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan pada Selasa bahwa AS akan menelaah apakah model-model AI China telah mencuri kemampuan dari pesaing-pesaing Amerika.
Berita Terkait
Pada hari yang sama, Bessent mengatakan sanksi “will be on the table” apabila perusahaan-perusahaan China “cross the line” dengan melakukan pencurian kekayaan intelektual, termasuk melalui “industrial-scale distillation attacks”.
Bessent menegaskan sikapnya terhadap sumber terbuka: “We support open-source AI and the innovation it unlocks. But open source is not open season on American IP,” tulisnya dalam unggahan terpisah.
Sampai berita ini diturunkan, pemerintah China belum mengeluarkan pernyataan publik yang menanggapi tuduhan terbaru tersebut. Namun, sebelumnya, pemerintah China pernah menyatakan bahwa pengembangan AI di negaranya merupakan hasil dari “dedication and effort” yang dilakukan sendiri sekaligus kerja sama internasional.
Kenaikan intensitas sorotan AS terhadap perusahaan AI China terjadi di tengah dugaan pertemuan antara Presiden Donald Trump dan mitranya, Xi Jinping, yang diperkirakan berlangsung pada September.
Selain kontroversi tuduhan pencurian kemampuan, Moonshot AI juga dijadwalkan merilis Kimi K3 sebagai model open-source pada 27 Juli. Kratsios menyebut rilis tersebut akan menjadikan Kimi K3 sebagai model berskala besar pertama yang bisa diunduh serta dimodifikasi secara bebas oleh pengembang maupun publik.
Perkembangan ini mengikuti sengketa yang sebelumnya juga melibatkan Anthropic. Pada Juni, Anthropic menuduh perusahaan raksasa e-commerce dan teknologi asal China, Alibaba, melakukan ekstraksi kemampuan “illicitly” dari model-model Claude melalui distillation attacks.
Dalam kasus tersebut, Anthropic mendorong Kongres AS untuk memberi sanksi pada perusahaan-perusahaan yang diduga berada di balik serangan-serangan distilasi, serta memperketat langkah untuk mencegah teknologi AS dicuri.
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan pada April bahwa mereka akan bekerja lebih dekat dengan perusahaan-perusahaan AI di AS untuk menghadapi “industrial-scale campaigns” yang dilakukan pesaing asing demi mencuri teknologi.
Dalam memo yang disebut Kratsios, kampanye itu diarahkan untuk “systematically undermine American research and development and access proprietary information”.
Dengan latar itulah, tuduhan Kratsios terhadap Moonshot AI menempatkan isu distillation, akses terhadap infrastruktur komputasi yang dibatasi, serta perlindungan kekayaan intelektual kembali di pusat perhatian.
Selama belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang dituju, klaim tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang akan menentukan apakah strategi distillation model AI dapat dianggap sebagai praktik inovasi atau masuk ke ranah “cross the line” dalam pencurian IP berskala industri.












