Pendidikan

Program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolda Gorontalo Ajak Siswa Bermedia Sosial Bijak di SMAN 1 Limboto

×

Program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolda Gorontalo Ajak Siswa Bermedia Sosial Bijak di SMAN 1 Limboto

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolda Gorontalo Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial

jurnalistik.co.id – Irjen Pol Nurworo Danang, S.I.K. melaksanakan program Quick Wins Kapolri, Polisi Peduli Pendidikan, di SMAN 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan itu menjadi ruang komunikasi antara pimpinan kepolisian dengan para pelajar, sekaligus penguatan literasi digital di lingkungan sekolah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dirbinmas Polda Gorontalo Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, S.I.K., M.M., serta Kabid Propam Polda Gorontalo Kombes Pol Ari Kartika Bhakti, S.I.K., M.K.P.

Dalam forum tersebut, Kapolda menyampaikan arahan yang menekankan tanggung jawab siswa ketika menggunakan media sosial.

Kapolda menjelaskan bahwa dalam bermedia sosial, siswa perlu memegang prinsip saring sebelum sharing.

Pesan ini mengingatkan agar pelajar tidak langsung menyebarkan informasi yang diterima sebelum memastikan kebenarannya.

Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya cek fakta sebelum percaya.

Ia mengingatkan bahwa setiap informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu agar tidak memicu kesalahpahaman maupun merugikan pihak lain.

Pesan ketiga yang disampaikan adalah menggunakan media sosial untuk prestasi, bukan provokasi.

Menurut Kapolda, media sosial dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan karya dan kemampuan, sekaligus menjaga sikap agar tidak mudah terpancing dalam penyebaran konten yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

Kapolda menyoroti bahwa kehati-hatian harus diterapkan ketika siswa menerima maupun menanggapi berbagai unggahan.

Ia mengajak para pelajar untuk lebih selektif dalam membagikan informasi, foto, maupun komentar di media sosial.

Dalam arahannya, Kapolda juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi yang tepat dapat membawa manfaat bagi perkembangan pengetahuan siswa.

Menurutnya, cara pandang yang bertanggung jawab membuat pelajar bisa lebih produktif saat memanfaatkan berbagai fitur digital.

Ia menyebutkan bahwa teknologi juga dapat membantu siswa mengembangkan kreativitas.

Dengan memanfaatkan platform secara sehat, para pelajar memiliki peluang untuk menghasilkan konten yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kapolda menambahkan bahwa penggunaan media sosial secara positif dapat mempererat persaudaraan.

Hal ini selaras dengan tujuan agar ruang digital tidak hanya menjadi tempat berbagi, tetapi juga membangun interaksi yang saling menghargai.

Melalui serangkaian pesan tersebut, Kapolda berharap para siswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dalam keseharian.

Arahan ini juga diharapkan menjadi pegangan ketika siswa berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam konteks program Polisi Peduli Pendidikan, kegiatan di SMAN 1 Limboto menunjukkan fokus pada pembentukan karakter dan pemahaman yang baik terhadap informasi.

Penguatan literasi digital yang disampaikan diharapkan membuat pelajar lebih waspada sebelum menyebarkan konten yang beredar.

Kapolda menutup arahan dengan ajakan agar para pelajar mampu menjadi contoh positif di lingkungan tempat mereka berinteraksi.

Dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing, cek fakta sebelum percaya, serta menjadikan media sosial sebagai sarana prestasi, diharapkan setiap unggahan yang dibagikan tidak menimbulkan masalah baru.

Langkah nyata yang ditekankan dalam kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa informasi yang menyebar dapat berdampak luas.

Karena itu, siswa diminta menyikapi konten dengan pertimbangan yang matang agar penggunaan media sosial tetap membawa manfaat.

Di kesempatan tersebut, penekanan pada tanggung jawab juga diarahkan agar siswa memahami bahwa aktivitas digital yang dilakukan hari ini bisa berpengaruh pada orang lain di kemudian hari. Karena itu, setiap unggahan maupun respons sebaiknya dipikirkan dampaknya sebelum dipublikasikan kepada khalayak.

Kapolda juga menggarisbawahi bahwa kebiasaan menilai konten secara lebih kritis dapat membantu pelajar menghindari informasi yang menyesatkan. Dengan pola pikir yang cermat dan sikap yang dewasa, ruang media sosial dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif, termasuk berbagi hal bermanfaat tanpa menimbulkan perdebatan yang tidak perlu.