Entertainment

Penggemar Pitbull Pecahkan Rekor Guinness di BST Hyde Park dengan Bald Caps Terbanyak

×

Penggemar Pitbull Pecahkan Rekor Guinness di BST Hyde Park dengan Bald Caps Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pitbull fans set Guinness World Record at BST Hyde Park show

jurnalistik.co.id – PITBULL dan para penggemarnya mencatatkan rekor dunia baru di ajang BST Hyde Park. Pada penampilan konsernya, ia berhasil memimpin pengumpulan peserta yang mengenakan bald caps dalam jumlah terbesar yang pernah dihitung secara resmi.

Acara tersebut berlangsung di panggung utama sebelum jadwal penampilannya, saat puluhan ribu penonton berkumpul untuk ikut dihitung. Mereka hadir dengan membawa gaya yang menjadi ciri Pitbull, lengkap dengan bald caps sesuai konsep yang ditargetkan sejak awal.

Setelah proses penghitungan selesai, rekor itu akhirnya dikonfirmasi kepada Pitbull. Jumlah peserta yang mengenakan bald caps tercatat mencapai 22,141 orang.

Begitu rekor tersebut dinyatakan sah, Pitbull langsung menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut pencapaian itu sebagai “blessing” dan “honour”.

Rapper dan penyanyi tersebut juga dikenal dengan sebutan Mr Worldwide. Dalam perbincangan dengan wartawan, ia mengatakan, “Who would have ever thought a first-generation Cuban would be able to be in London record-breaking and record-making one for the Guinness Book of World Records,” sambil menegaskan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

Di kesempatan yang sama, ia mengucapkan terima kasih kepada para penggemar. Ia menyebut mereka “the baldies” dan memuji dukungan yang diberikan, sekaligus menempatkan para penggemar sebagai “number one” dari perhatian dan fokusnya.

Ide upaya pemecahan rekor itu sendiri dipelopori oleh Greg James dari BBC Radio 1 Breakfast. Bersama content creator Jack Remmington, gagasan tersebut muncul tahun lalu ketika Remmington membagikan video yang menyarankan percobaan rekor dilakukan di BST, lalu James membantu membawa Pitbull bergabung dalam rencana itu.

Pengunjung yang datang dengan kostum lengkap bergaya Pitbull mengaku merasakan suasana yang campur aduk namun tetap luar biasa. Seorang penonton mengatakan mereka merasa “sweaty and bald”, tetapi pada akhirnya tetap menganggap pengalaman tersebut “amazing” saat menikmati cuaca panas di London dengan suhu sekitar 32C.

Banyak peserta juga menjelaskan alasan mereka ingin menjadi bagian dari percobaan rekor dunia tersebut. Mereka memandang Pitbull sebagai figur yang menginspirasi, menyenangkan, dan mampu menghadirkan suasana positif, termasuk karena daya tarik musiknya yang dianggap “so fun” dan penuh “such good vibes”.

Seorang penggemar menambahkan, “He just brings out the best in everyone,” lalu menunjuk bahwa kehadiran semua orang di lokasi terasa meneguhkan. Ia melanjutkan dengan kalimat, “Look at everyone, it’s amazing, its great to be a part of this.”

Ketika Pitbull akhirnya naik ke panggung, suasana hangat itu terus berlanjut melalui penampilannya yang membawakan sejumlah lagu hits. Ia menjaga ritme pertunjukan sekaligus mengunci momen spesial setelah rekor dunia diresmikan.

Pitbull sendiri berusia 45 tahun dan lahir di Miami dari orang tua berkebangsaan Kuba. Ia memulai karier di kancah hip hop Latin sebelum kemudian berkembang ke arus musik pop, seiring popularitasnya melebar ke berbagai wilayah.

Album debutnya bertajuk M.I.A.M.I dirilis pada 2004. Pada akhir dekade 2000-an, ia beralih lebih jauh ke pop lewat lagu-lagu seperti I Know You Want Me dan Hotel Room Service, yang kemudian mendongkrak posisinya di tangga lagu Inggris dan Amerika Serikat.

Sepanjang perjalanan kariernya, ia juga bekerja sama dengan sejumlah bintang dunia, termasuk Christina Aguilera, Usher, dan Shakira. Hingga saat ini, ia disebut telah menjual lebih dari 25 juta album di seluruh dunia, serta meraih Grammy untuk “best Latin Rock or Alternative Album” lewat rekaman yang berjudul Dale.

Selain Pitbull, festival BST Hyde Park juga menghadirkan penampilan dari Kesha, Tinie Tempah, dan Lil Jon. Tinie Tempah sendiri menyampaikan pandangannya kepada Newsbeat bahwa orang-orang merasa tersambung dengan musisi yang membawa nostalgia.

Ia menilai bahwa karya seperti itu mengajak pendengar kembali ke “a more simple time in the world”. Tempah juga menggambarkan bagaimana ingatan datang bertumpuk, dengan mengatakan ia berpikir pengalaman bermusik yang hadir “year-on-year” bisa memunculkan “memories upon memories”.

Ia mencontohkan bahwa musik dapat terasa relevan dalam berbagai momen hidup, mulai dari kelulusan sekolah hingga momen mendatangi pesta kampus pertama, hingga saat bertemu pasangan. “Whether it’s graduating from school, going to your first Fresher’s rave, meeting your partner, I think that’s always what resonates with me about music,” katanya.