Entertainment

Sorotan koran: kemarahan ‘Bereaved families’ fury’ dan ‘Happy feet’

×

Sorotan koran: kemarahan ‘Bereaved families’ fury’ dan ‘Happy feet’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Bereaved families' fury' and 'Happy feet'

jurnalistik.co.id – Koran-koran Inggris hari ini menonjolkan beragam sorotan, mulai dari polemik kebijakan senjata hingga liputan politik yang memanas menjelang sejumlah penentuan di partai-partai.

Di bagian paling depan, beberapa surat kabar mengangkat nada emosional yang kontras: kemarahan keluarga korban pembantaian, dan sisi lain yang justru menghadirkan gambaran santai saat Raja Charles III dan Ratu Camilla berpose dengan penguin di tengah gelombang panas.

Daily Mirror, misalnya, menyoroti kritik yang disampaikan Kenny Ross. Ia menilai Restore Britain, melalui Rupert Lowe, “downplaying the Dunblane massacre as ‘one murder’”, setelah Lowe membahas kebijakan hukum senjata saat diwawancarai podcaster AS Joe Rogan.

Kenny Ross adalah ayah dari Joanna, salah satu dari 17 orang yang terbunuh dalam penembakan sekolah Dunblane pada 1996. Dalam pemberitaan koran itu, Ross menggarisbawahi bahwa ia tidak menerima cara Lowe mengecilkan peristiwa tersebut.

Di sisi lain, Daily Telegraph menampilkan foto Raja Charles III dan Ratu Camilla yang terlihat berpose dengan penguin di London Zoo. Foto itu disebut diambil saat keduanya mengecek kondisi kesehatan penguin, di tengah gelombang panas yang sedang melanda Inggris.

Kombinasi visual yang sama juga muncul di halaman Daily Express. Koran tersebut menempatkan Badenoch dan Raja Charles berdampingan dengan penguin, seolah menautkan isu politik dengan tontonan yang tengah mengemuka di publik.

Untuk unsur politik, Daily Express melaporkan bahwa pemimpin Partai Konservatif itu disebut telah “slammed her main rivals for putting their egos ahead of the country”. Pernyataan itu dikaitkan dengan cara Kemi Badenoch menanggapi persaingan internal dan kritik dari kubu lawan.

Masih mengenai Partai Konservatif, pemberitaan lain menyebut Kemi Badenoch dikatakan menolak sejumlah mantan anggota parlemen Konservatif untuk menjadi calon di partainya, dengan alasan yang terkait dengan dukungan mereka terhadap net zero.

Metro justru membingkai dinamika pemilu dengan gaya ringan. Koran tersebut menyebut persaingan di pemilihan sela Clacton, “two-fox” race, mengacu pada figur Rob Pownall yang hadir mengenakan kostum rubah berukuran besar, serta Laurence Fox selaku pemimpin Reclaim Party, yang disebut ikut bertarung melawan pemimpin Reform UK Nigel Farage.

Di ranah pemerintahan daerah dan politik nasional, Financial Times menampilkan diskusi Andy Burnham tentang gagasan pos baru di Downing Street yang dikelola oleh wakil perdana menteri kelak. Koran itu melaporkan Burnham ingin “his second-in-command” memimpin “Number 10 North”, berdasarkan keterangan dari pihak yang dekat dengan pembicaraan.

Sementara itu, The Guardian mengarahkan fokus pada penyelidikan kepolisian terkait dana politik. Koran tersebut menulis adanya investigasi “into donations worth £500,000 made to Reform UK”.

Menurut laporan Guardian, penyelidikan berpusat pada dua donasi yang diduga diberikan Fiona Cottrell. Ia disebut sebagai ibu dari George Cottrell, terpidana penipuan yang menjadi figur terkait kasus tersebut, dan disebut memiliki anak yang menjadi sekutu Farage.

Farage sebelumnya menolak tuduhan apa pun terkait adanya pelanggaran. Klaim penyangkalan itu tetap dicantumkan dalam ringkasan yang diangkat koran.

The Times juga disebut ikut menjadi sorotan dengan tajuk yang berkaitan dengan penyelidikan di tingkat Metropolitan Police (Met). Dalam beritanya, koran tersebut menegaskan bahwa isu yang sama turut menjadi perhatian utama.

Daily Mail mengubah fokus ke arena kepemimpinan Partai Buruh. Koran itu menyebut perebutan pemimpin baru nyaris selesai setelah 322 anggota parlemen mendukung sosok yang dijuluki “so-called ‘King of the North’”.

Daily Mail menggambarkan pencalonan pada malam sebelumnya terhadap Burnham sebagai “shameless stitch-up”. Koran itu juga menuliskan bahwa pemilih masih “nothing of what he stands for”, seolah menilai proses politik yang berlangsung belum sepenuhnya dipahami publik.

Sejumlah halaman hiburan dan olahraga juga mendominasi. The Sun, misalnya, menyorot Jarell Quansah yang disebut menerima skors dua pertandingan di Piala Dunia, dan melabelinya “out of order”.

Dalam pemberitaan tersebut, Quansah disebut diusir saat Inggris bertanding melawan Meksiko. Dengan begitu, ban dua pertandingan menjadi sorotan karena berpengaruh pada kelanjutan kiprah pemain tersebut di turnamen.

The Sun juga memuat penghormatan pada Bonnie Tyler yang disebut telah meninggal pada usia 75 tahun. Ia dikenang sebagai “queen of the power ballad”, dengan penekanan pada identitas musiknya yang kuat di publik.

Di ranah kesehatan, i Paper menulis bahwa pejabat medis tertinggi Inggris merilis panduan baru bagi mereka yang menggunakan suntikan penurunan berat badan. Koran itu melaporkan panduan tersebut mengatakan orang yang mengambil program suntikan sebaiknya memulai latihan kekuatan (strength training).

Tak ketinggalan, Daily Star menampilkan Sir Mick Jagger yang disebut mendukung Inggris dalam laga perempat final. Koran itu menggambarkan Jagger yang terbang ke Miami menjelang pertandingan pada hari Minggu.

Di tengah variasi topik yang lebar itu, benang merahnya terlihat jelas: perhatian publik sedang dipusatkan pada keputusan politik dan isu hukum, sekaligus pada perubahan gaya hidup serta momen budaya yang beririsan dengan suasana hangat gelombang panas di Inggris.