jurnalistik.co.id – Lagu “Rein Me In” kini mencatatkan rekor baru di tangga lagu Inggris setelah bertahan selama 16 minggu di posisi nomor satu. Capaian itu menjadikan kolaborasi ini sebagai yang terlama di puncak, khususnya untuk aksi musik asal Inggris.
Dengan 16 minggu beruntun di posisi teratas, “Rein Me In” melampaui rekor “Love Is All Around” yang dirilis Wet Wet Wet pada 1994. Pada saat yang sama, raihan tersebut menyamai catatan “(Everything I Do) I Do It For You” milik Bryan Adams.
Sam Fender dan Olivia Dean sendiri disebut telah membuat sejarah bagan lewat kerja sama mereka. Dalam periode yang dibahas, Dean berusia 27 tahun dan Fender 32 tahun, sebagaimana disebut pada materi foto yang menyertai pemberitaan.
Rekor teranyar dan ucapan Fender
Fender awalnya merilis lagu tersebut lebih dari setahun lalu lewat album solo ketiga. Ketika “Rein Me In” mulai memecahkan rekor tangga lagu, ia menyampaikan bahwa proses itu terasa tidak masuk akal: “been ridiculous”. Fender juga menyebut keberhasilan ini sebagai alasan untuk merayakan, dengan kata-kata “an excuse to party”.
Fender kemudian memberi kredit kepada Olivia Dean. Ia menilai kontribusi Dean membuat lagu terasa lebih universal, dengan kutipan: “Olivia putting the alternative narrative on it made the song really universal – that opened the floodgates. There’s two sides to the story. And, it’s a toe tapper! It’s officially a banger!”
Karena Dean juga pernah meraih penghargaan Grammy, penekanan pada peran kreatifnya dalam kolaborasi ini menjadi bagian penting dari narasi soal bagaimana lagu bisa terus bertahan di puncak. Fender juga menggarisbawahi bahwa ada dua sisi cerita dalam pembahasan lagu.
Konsep lagu dan proses kolaborasi
“Rein Me In” dirilis pada Juni tahun lalu sebagai remix dari lagu solo Fender. Dalam penjelasan yang menyertai rilis tersebut, lagu ini digambarkan sebagai percakapan dua arah tentang akhir sebuah hubungan.
Berita Terkait
Fender sebelumnya juga menyebut bahwa lagu “all the better” berkat masukan Dean. Dalam konteks itu, kolaborasi mereka diposisikan bukan sekadar penggabungan versi, melainkan perubahan sudut pandang yang ikut membentuk cara cerita dalam lagu tersampaikan.
Kerja sama ini juga diperkenalkan saat keduanya tampil berduet pada awal Juni, ketika Fender menggelar salah satu konsernya di London Stadium. Video penampilan yang beredar kemudian menjadi viral di media sosial.
Jejak karier di tangga lagu
“Rein Me In” menjadi nomor satu pertama Fender. Di sisi lain, lagu ini sekaligus menandai pencapaian Dean yang kedua kalinya menjadi pemuncak tangga lagu setelah sukses singel “Man I Need”.
Kedua musisi ini juga dilaporkan mencapai rekor tambahan pada Jumat, yaitu menjalani rekor terpanjang secara beruntun di tangga UK Top 40 dan rekor jumlah pekan terbanyak di UK Top 10 untuk setiap singel non-Natal (non-Christmas).
Selain itu, “Rein Me In” disebut akhirnya mencapai puncak setelah 35 minggu. Setelah periode tersebut, jarak catatan yang kini terbentuk membuatnya dipandang sebagai pencapaian bersejarah di skala Inggris.
Rekor yang masih tersisa
Meski sudah memegang rekor baru untuk aksi asal Inggris, masih ada satu angka yang menjadi target berikutnya bagi keduanya. Rekor yang belum tersentuh adalah untuk lagu yang bertahan paling lama sebagai nomor satu oleh artis mana pun.
Rekor tersebut saat ini dipegang oleh Frankie Laine. Lagu “I Believe” miliknya menghabiskan 18 minggu di posisi puncak pada tahun 1953. Karena “Rein Me In” kini berada pada 16 minggu, keduanya masih perlu menambah durasi agar bisa melampaui catatan itu.
Dengan kombinasi waktu tayang yang terus bertambah dan rangkaian rekor lain di top 40 maupun top 10, “Rein Me In” memperlihatkan bagaimana sebuah remix kolaboratif dapat bergerak dari materi album solo menuju puncak tangga lagu dengan daya tahan panjang. Bagi Fender dan Dean, momen ini juga sekaligus merangkum bagaimana perubahan narasi dan respons publik dapat mendorong sebuah lagu bertahan hingga melewati batas-batas rekor sebelumnya.






