Otomotif

Penjualan EV Global Melaju, Pasar Amerika Justru Tertinggal

1
×

Penjualan EV Global Melaju, Pasar Amerika Justru Tertinggal

Sebarkan artikel ini
Penjualan EV Global Akselerasi, Pasar Amerika Kehilangan Momentum Otomotif 3 Juni 2026
Ilustrasi: Penjualan EV Global Akselerasi, Pasar Amerika Kehilangan Momentum

jurnalistik.co.id – JAKARTA – Penjualan kendaraan listrik global sepanjang 2025 terus bergerak naik, tetapi arah yang sama tidak terlihat di Amerika Serikat. Saat pasar dunia mencatat pertumbuhan kuat, penjualan mobil listrik di AS justru melambat, bahkan mengalami penurunan tajam pada kuartal terakhir tahun itu.

Berdasarkan laporan Global EV Outlook 2026 dari International Energy Agency (IEA), penjualan mobil listrik global sepanjang 2025 menembus lebih dari 20 juta unit. Angka itu naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai bahwa kendaraan listrik semakin kuat posisinya di pasar otomotif dunia.

Dengan capaian tersebut, kendaraan listrik kini menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan mobil baru di dunia. Artinya, satu dari empat mobil yang terjual secara global sudah menggunakan tenaga listrik. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak lagi terbatas pada segmen tertentu, melainkan telah menjadi bagian penting dari pasar kendaraan baru.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan itu adalah turunnya biaya produksi baterai. Sepanjang 2025, harga rata-rata baterai kendaraan listrik tercatat turun sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga bahan baku serta semakin luasnya penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP).

Teknologi LFP dinilai lebih ekonomis dibandingkan jenis baterai lain, sehingga ikut membantu menekan biaya produksi kendaraan listrik. Dampaknya, harga mobil listrik di banyak negara menjadi semakin kompetitif dan lebih mudah dijangkau konsumen.

Kondisi itu kemudian mendorong peningkatan permintaan, terutama di pasar Asia dan Eropa yang kini disebut sebagai motor pertumbuhan kendaraan listrik global. Di dua kawasan ini, momentum pasar masih terjaga seiring semakin terjangkaunya harga dan makin luasnya pilihan model yang ditawarkan pabrikan.

Berbeda dengan tren global tersebut, pasar mobil listrik di Amerika Serikat justru bergerak ke arah sebaliknya. Penjualan kendaraan listrik di negara itu dilaporkan melambat sepanjang 2025. Bahkan pada kuartal keempat 2025, penjualan mobil listrik baru disebut turun hingga 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan itu menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah analis industri menilai perubahan kebijakan pemerintah sebagai faktor utama di balik perlambatan tersebut. Pemerintah AS diketahui menghentikan berbagai insentif yang sebelumnya diberikan kepada konsumen kendaraan listrik.

Sejak September 2025, insentif pajak untuk pembelian mobil listrik baru maupun bekas tidak lagi berlaku. Akibatnya, harga kendaraan listrik menjadi kurang kompetitif dan daya tariknya bagi konsumen ikut berkurang. Di saat yang sama, pemerintah juga menghapus sanksi bagi produsen otomotif yang gagal memenuhi target efisiensi bahan bakar.

Kebijakan tersebut dinilai mengurangi dorongan bagi pabrikan untuk mempercepat pengembangan dan pemasaran kendaraan elektrifikasi. Di tengah pasar global yang masih melaju, kondisi di Amerika Serikat justru menunjukkan bahwa kebijakan insentif masih memegang peran penting dalam menjaga momentum penjualan kendaraan listrik.

Perbedaan arah antara pasar global dan Amerika Serikat juga menegaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh dukungan kebijakan dan kondisi harga di pasar masing-masing negara. Saat biaya produksi turun dan harga jual menjadi lebih ramah konsumen, minat pasar cenderung ikut menguat.

Di sisi lain, ketika insentif berkurang, beban pembelian segera terasa lebih berat bagi calon pembeli. Situasi seperti ini membuat kendaraan listrik kembali diperlakukan sebagai pilihan yang sangat dipengaruhi perhitungan ekonomis, bukan sekadar tren teknologi. Karena itu, perubahan kebijakan bisa berdampak cepat terhadap ritme penjualan.

Dengan kondisi tersebut, pasar kendaraan listrik pada 2025 memperlihatkan dua wajah yang kontras. Secara global, adopsi terus meluas dan posisinya makin kokoh dalam penjualan mobil baru. Namun di Amerika Serikat, hilangnya dorongan fiskal membuat laju pasar tidak setangguh kawasan lain, sehingga penjualan justru melemah di saat negara-negara lain masih bergerak naik.