Bisnis & Ekonomi

IEA: Kebutuhan Listrik Dunia Melonjak, Dipacu Lonjakan AC dan El Nino

×

IEA: Kebutuhan Listrik Dunia Melonjak, Dipacu Lonjakan AC dan El Nino

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IEA: Permintaan Listrik Global Melonjak karena AC dan El Nino

jurnalistik.co.id – International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan listrik dunia akan terus menanjak. Kenaikan itu terutama dipicu meningkatnya kebutuhan pendingin ruangan (air conditioner/AC) seiring suhu yang makin panas, serta kemungkinan kembalinya fenomena El Nino pada 2026-2027.

Dalam penilaian IEA, potensi El Nino pada periode tersebut dapat ikut memperbesar konsumsi listrik global sekaligus memberi tekanan tambahan pada sistem kelistrikan di berbagai negara. IEA juga mengingatkan, dunia baru saja melewati lima tahun terpanas dalam sejarah pencatatan.

Perubahan pola cuaca yang ekstrem dan meluas membuat kebutuhan pendinginan terasa makin penting. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada wilayah beriklim panas, tetapi juga pada area yang sebelumnya punya kebutuhan pendinginan relatif rendah.

IEA menyebut, meningkatnya frekuensi dan jangkauan kejadian cuaca ekstrem ikut mengubah cara pandang masyarakat terhadap kebutuhan pendinginan. IEA menulis, “Seiring kejadian cuaca ekstrem menjadi semakin sering dan meluas, persepsi masyarakat terhadap kebutuhan pendinginan ikut berubah sehingga semakin banyak konsumen mempertimbangkan membeli AC,” tulis IEA, dikutip dari laman resminya, Minggu (12/7/2026).

Di saat yang sama, IEA menilai pertumbuhan pendapatan di berbagai negara berkembang juga mempercepat pengambilan keputusan untuk beralih ke pendingin ruangan. Ditambah lagi, gelombang panas yang semakin sering serta harga AC yang makin terjangkau membuat kepemilikan pendingin ruangan kian bertambah dari waktu ke waktu.

IEA juga menyoroti faktor dari sisi pasar. Stok AC yang melimpah di rantai pasok serta penurunan harga unit turut mendorong semakin banyak rumah tangga membeli AC untuk pertama kalinya.

Lonjakan permintaan listrik untuk pendinginan

Menurut catatan IEA, konsumsi listrik untuk kebutuhan pendinginan ruangan meningkat sekitar 50 persen sejak 2015 hingga mencapai sekitar 2.900 terawatt-hour (TWh). IEA menambahkan, angka tersebut bahkan telah melampaui total konsumsi listrik seluruh negara di Uni Eropa.

Dalam satu dekade terakhir, pendinginan menyumbang sekitar 14 persen dari pertumbuhan permintaan listrik global. Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, kontribusi pendinginan disebut mencapai sekitar 25 persen.

Untuk tahun 2025, IEA mencatat kebutuhan pendinginan berkontribusi terhadap sekitar 1.400 gigawatt beban puncak listrik di berbagai negara. Angka itu setara dengan seluruh kapasitas pembangkit listrik terpasang di Amerika Serikat (AS).

Faktor pendorong lain di luar pendingin ruangan

IEA menegaskan, kenaikan konsumsi listrik tidak bertumpu pada pendinginan semata. Peningkatan aktivitas industri, elektrifikasi sektor ekonomi, pertumbuhan kendaraan listrik, serta pesatnya pembangunan pusat data (data center) disebut menjadi pendorong utama permintaan listrik global.

IEA mengutip bahwa “Didorong pertumbuhan di berbagai sektor penggunaan, permintaan listrik mencapai rekor tertinggi pada 2025 dan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan permintaan energi secara keseluruhan,” ungkap IEA.

Penjualan dan pengiriman AC ikut menguat

IEA juga mencatat pasar AC terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pengiriman AC secara global kini sekitar 25 persen lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu, dengan dorongan terutama dari permintaan negara berkembang.

Selama 2024, ketika berbagai wilayah menghadapi gelombang panas ekstrem, pengiriman AC dunia mencapai sekitar 200 juta unit. Pada tahun itu, pengiriman AC meningkat sekitar 10 persen di India, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa.

Sementara itu, di Amerika Latin serta Afrika, pertumbuhannya bahkan mencapai 40 persen atau lebih. Secara keseluruhan, rangkaian data tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan pendinginan dan faktor terkait membuat permintaan listrik menghadapi lintasan kenaikan yang makin kuat.