jurnalistik.co.id – Dua bersaudara, Andrew dan Tristan Tate, tidak mendapatkan izin keluar dari tahanan di Florida saat proses hukum yang mereka hadapi terkait kemungkinan pemindahan ke Inggris masih berjalan.
Dalam keputusan yang dikeluarkan hakim federal di Miami, permohonan jaminan (bail) mereka ditolak. Hakim menilai kondisi para terdakwa—termasuk status kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Inggris—serta kecenderungan mereka melakukan perjalanan internasional secara rutin, menjadi faktor yang dinilai berisiko untuk upaya pelarian.
Putusan tersebut membuat Andrew dan Tristan Tate tetap berada dalam pengawasan otoritas penegak hukum Amerika. Mereka telah ditahan sejak penangkapan pada bulan Juli di Miami.
Penahanan itu terkait dengan perkembangan kasus di Inggris, di mana Jaksa Penuntut Umum atau Crown Prosecution Service (CPS) mengumumkan adanya tuntutan baru terhadap kedua bersaudara tersebut. Setelah pengumuman itu, otoritas AS mengambil mereka ke dalam tahanan.
Rangkaian tuduhan di Inggris dan batas waktu permintaan ekstradisi
Menurut uraian perkara, Inggris menyiapkan proses ekstradisi untuk membawa Andrew dan Tristan Tate menghadapi dakwaan. Dalam keseluruhan proses di Inggris, kedua bersaudara tersebut menghadapi total 59 dakwaan.
Dakwaan tersebut mencakup tuduhan pemerkosaan, serta sejumlah dakwaan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana perdagangan seks dan juga tuduhan terkait gambar yang bersifat cabul yang melibatkan anak.
CPS awalnya mengajukan 21 dakwaan. Namun pada bulan Juli, jumlah tersebut bertambah lagi sebanyak 38 dakwaan baru. Penambahan dakwaan itu merujuk pada dugaan peristiwa yang terjadi pada rentang waktu antara 2010 hingga 2017.
Otoritas Inggris masih diberi tenggat waktu untuk melengkapi dokumen permintaan ekstradisi penuh. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa tenggat yang diberikan jatuh pada 16 September.
Dengan demikian, dinamika persidangan tidak berhenti pada penolakan bail, melainkan juga bergerak pada tahap berikutnya: apakah permintaan ekstradisi akan diajukan secara lengkap oleh pihak Inggris dan bagaimana prosesnya akan dinilai dalam yurisdiksi AS.
Berita Terkait
- Joshua Cammidge (31) Didakwa Bantu Intelijen Rusia di Bawah National Security Act
- Ibu Tasia Fortune menuntut kejelasan, berminggu-minggu setelah jenazah perempuan kulit hitam ditemukan tergantung di pohon Mississippi
- Ibu masih menuntut jawaban, berminggu-minggu setelah perempuan kulit hitam ditemukan tergantung di pohon Mississippi
Riwayat perkara dan respons di AS
Selain kasus yang diproses melalui jalur Inggris, kedua bersaudara tersebut juga pernah menghadapi dakwaan perdagangan seks di Rumania pada tahun 2022.
Lebih jauh, mereka disebut pernah berada di bawah larangan bepergian, sebelum akhirnya diizinkan masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2025. Konteks inilah yang kemudian memunculkan perhatian publik dan respons dari sejumlah figur politik di AS.
Beberapa politisi terkemuka di Amerika Serikat disebut menolak kedatangan Andrew dan Tristan Tate. Salah satu nama yang disebut adalah Ron DeSantis, Gubernur negara bagian Florida dari Partai Republik.
Di tengah perkembangan tersebut, kedua bersaudara tetap menyatakan penolakan. Mereka membantah semua tuduhan dan klaim yang disampaikan terhadap diri mereka.
Dengan bail yang ditolak, masa tahanan di Miami menjadi bagian dari rangkaian proses yang lebih luas—mulai dari penilaian risiko oleh pengadilan AS hingga langkah formal pihak Inggris untuk menempuh ekstradisi.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada pemenuhan tenggat permintaan ekstradisi serta bagaimana argumentasi kedua belah pihak dipertimbangkan dalam kerangka hukum yang berlaku, terutama terkait status risiko pelarian dan kemungkinan upaya menghindari proses peradilan.
Penolakan jaminan di Miami menegaskan bahwa pengadilan memandang keberadaan keduanya sebagai faktor risiko yang harus dikelola sampai proses berikutnya berjalan. Dengan alasan yang terkait rekam perjalanan internasional dan pertimbangan identitas kewarganegaraan ganda, hakim memilih untuk mempertahankan status pengawasan penegak hukum, alih-alih memberikan kebebasan sementara kepada Andrew dan Tristan Tate.
Di sisi Inggris, tahapan yang masih berlangsung berkaitan dengan persiapan dokumen ekstradisi penuh. Tenggat 16 September disebut menjadi batas penting yang menentukan apakah permintaan akan diajukan secara lengkap, sekaligus menjadi titik yang akan berpengaruh pada kelanjutan dinamika kasus. Dalam konteks ini, penambahan 38 dakwaan pada bulan Juli—yang merujuk pada dugaan peristiwa antara 2010 hingga 2017—membuat uraian perkara di Inggris semakin luas dan membutuhkan kelengkapan administrasi yang lebih detail.
Kasus ini juga berdampingan dengan riwayat penanganan lain di luar jalur ekstradisi Inggris. Kedua bersaudara disebut pernah berhadapan dengan perkara perdagangan seks di Rumania pada 2022, serta sempat berada di bawah larangan bepergian sebelum akhirnya dapat masuk ke Amerika Serikat pada 2025. Meski muncul respons politik di AS—termasuk penyebutan Ron DeSantis—Andrew dan Tristan Tate tetap menolak tuduhan, membantah semua klaim yang disampaikan terhadap mereka.











