Peristiwa

Data penerbangan: pilot peringatkan pesawat kargo Amazon melaju terlalu cepat sebelum kecelakaan fatal

×

Data penerbangan: pilot peringatkan pesawat kargo Amazon melaju terlalu cepat sebelum kecelakaan fatal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pilot warned Amazon cargo plane going too fast before deadly crash, data shows

jurnalistik.co.id – Data penerbangan terbaru yang dirilis dalam investigasi kecelakaan pesawat kargo Amazon di Miami menunjukkan adanya peringatan berulang dari satu pilot kepada pilot lain terkait kecepatan yang dinilai berlebihan sebelum insiden fatal terjadi. Dalam catatan tersebut, respons verbal di kabin disebut tidak konsisten meski alarm ketinggian ikut berbunyi.

Kecelakaan itu terjadi pada hari Minggu di Florida, ketika pesawat Amazon Prime Air Flight 7598 melampaui batas landasan, menabrak kendaraan di area sekitar, lalu terbakar. Pembaruan investigasi dari badan keselamatan transportasi AS, National Transportation Safety Board (NTSB), menyoroti momen-momen penting yang terekam dalam data penerbangan.

NTSB menyatakan bahwa salah satu pilot memperingatkan rekannya di kokpit berkali-kali mengenai “the aircraft’s excessive speed”. Peringatan tersebut disampaikan berulang, namun NTSB juga mencatat bahwa “there was but not a consistent verbal response”, bahkan ketika alarm ketinggian terdengar.

Menurut pembaruan yang mengulas rekaman dan ringkasan percakapan, kehati-hatian soal kecepatan tidak muncul hanya di satu bagian akhir penerbangan. Catatan percakapan yang dirangkum menyebut peringatan kecepatan berlangsung “throughout the remainder of the recording”, selaras dengan temuan mengenai respon verbal yang tidak seragam.

Selain unsur percakapan, NTSB memasukkan rincian teknis dari lintasan pendekatan menjelang landasan. Data tersebut mencakup kecepatan pesawat, ketinggian, serta informasi lain seperti pengaktifan flap saat pesawat mendekati landasan.

Dalam pembaruan itu, NTSB juga menyebut kecepatan pendaratan pesawat Boeing 767-300. Kecepatan mendarat yang tercatat adalah 158 knots atau sekitar 292 km/jam, yang menurut para pakar berada pada rentang atas untuk pendaratan.

Peringatan otomatis dan urutan panggilan di menit-menit akhir

Di beberapa menit menjelang akhir rekaman, pembaruan investigasi mencatat adanya serangkaian peringatan elektronik otomatis. Salah satunya adalah panggilan “sink rate sink rate” yang muncul selama menit-menit terakhir.

Panggilan tersebut merupakan peringatan keselamatan otomatis terkait laju penurunan pesawat. Selain itu, dalam periode yang sama muncul juga peringatan elektronik “too low terrain”, yang merupakan peringatan verbal otomatis bahwa pesawat terbang terlalu dekat dengan tanah, tanpa persiapan yang memadai untuk pendaratan.

NTSB menempatkan rangkaian panggilan otomatis ini sebagai bagian dari gambaran tentang kondisi penerbangan saat pesawat berada pada fase kritis. Kombinasi peringatan kecepatan dari salah satu pilot, alarm ketinggian, serta panggilan otomatis menjadi poin penting dalam pembaruan investigasi.

Dalam penilaian dari pihak hukum penerbangan, attorney Pablo Rojas menyampaikan bahwa sulit memastikan detail tertentu tanpa mendengar rekaman sesungguhnya. Ia mengatakan kepada CBS News, mitra BBC di AS, bahwa NTSB menyebut respons verbal yang tidak konsisten, tetapi Rojas menilai sulit memahami maksud teknisnya tanpa audio atau konteks rekaman penuh.

Rojas juga menambahkan pandangannya bahwa temuan itu tetap menegaskan arah situasi yang buruk. Ia menyatakan, “But, it really confirms that this was, in a way, a doomed approach,” sebelum menjelaskan bahwa situasi pendekatan tersebut terlihat mengarah pada kegagalan.

Flap dipakai lebih lambat dari urutan ideal—menurut Rojas

Poin lain yang disoroti Rojas berkaitan dengan data pengaktifan flap. Ia menilai informasi mengenai kapan flap digunakan dapat menjadi area perhatian dalam memahami dinamika pendekatan.

Menurut penjelasan Rojas, flap—yang berada di bagian belakang sayap—berperan membantu pesawat melambat dan mendekat dengan lebih halus menjelang pendaratan. Ia menilai jadwal pengaktifan flap dalam urutan kecelakaan berlangsung tidak seperti yang diharapkan.

Rojas menyebut, “The flap deployment here happened much later in the accident sequence,”. Ia menambahkan kemungkinan sebab yang sejalan dengan temuan NTSB mengenai kecepatan berlebih, dengan mengatakan, “That’s maybe because the pilots were responding to the fact that they were going too fast.”

Pesawat melampaui landasan dan menabrak kendaraan

Setelah pesawat melampaui landasan, insiden berkembang berurutan. Pesawat kemudian menabrak peralatan di darat, sebelum akhirnya menghantam sebuah van berwarna putih. Setelah itu, pesawat melanjutkan laju melalui pagar pembatas dan bertabrakan dengan sebuah Toyota Corolla.

Pesawat akhirnya berhenti sekitar 1,300ft atau 394 meter di luar landasan. Dalam rangkaian dampak tersebut, NTSB menyertakan detail bahwa kecelakaan ini melibatkan lokasi pendaratan bandara serta kendaraan yang berada di area sekitar.

Korban yang teridentifikasi di Miami

Lima orang yang meninggal dunia disebut merupakan bagian dari kru pembersih pesawat yang berada di van saat kecelakaan terjadi. Otoritas Miami kemudian mengidentifikasi para korban pada hari Selasa.

Mereka adalah Rolando Aleman Leon, 55; Yoel Rodriguez Naranjo, 53; Julio C Pineda, 75; Carlos Acosta Fajardo, 53; dan Javierkys Reyes Quevedo, 47. Selain korban jiwa, laporan investigasi juga menyebut terdapat lima orang lainnya yang mengalami luka.

Hingga saat ini, NTSB memimpin penyelidikan untuk menelusuri alasan di balik urutan peringatan dan respon di kokpit, termasuk bagaimana kecepatan, alarm, serta panggilan otomatis saling bertemu pada fase kritis pendekatan menuju pendaratan.