Daerah

Kemarau Panjang di Balikpapan: Ribuan Warga Alami ISPA dan Flu

×

Kemarau Panjang di Balikpapan: Ribuan Warga Alami ISPA dan Flu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dampak Kemarau Panjang, Ribuan Warga Balikpapan Terjangkit ISPA dan Flu

jurnalistik.co.id – Balikpapan menghadapi lonjakan keluhan pernapasan seiring cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat ribuan warga mengalami flu dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Juli hingga pekan ketiga Agustus 2026.

Data Dinkes menunjukkan kasus-kasus tersebut menempatkan gangguan pernapasan dalam jajaran 10 besar penyakit terbanyak di Balikpapan. Kenaikan jumlah penderita terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan, mengikuti perubahan kondisi lingkungan selama musim kering.

Untuk penyakit flu, Dinkes mencatat pada Juli terdapat 5.861 kasus. Jumlah tersebut kemudian bertambah sebanyak 3.945 kasus hingga pertengahan Agustus.

Sementara itu, ISPA tercatat sebanyak 1.136 kasus pada Juli. Pada Agustus, jumlahnya tercatat 832 kasus, dengan tren yang tetap menunjukkan tingginya angka kesakitan di fasilitas kesehatan selama musim kemarau.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan lonjakan angka kesakitan berhubungan dengan suhu udara yang meningkat dan kondisi lingkungan yang cenderung kering. Ia menyampaikan kenaikan suhu dan paparan debu berkontribusi pada tingginya keluhan pernapasan yang ditangani di puskesmas.

Alwiati mengatakan, ā€œIni terkait cuaca yang kurang bagus karena panas dengan suhu melonjak lebih dari 30 derajat Celsius. Kenaikan suhu dan debu ini membuat angka kesakitan ISPA cukup tinggi di puskesmas-puskesmas,ā€ ujar Alwiati di Balikpapan, Jumat (21/8/2026).

Selain faktor cuaca, Dinkes juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatnya titik panas di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi-kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas lingkungan setempat dan meningkatkan paparan partikel di udara yang berisiko memicu gangguan pernapasan.

Imbauan penggunaan masker dan pengaturan aktivitas

Menanggapi situasi tersebut, Dinkes memberikan sejumlah imbauan kepada warga. Pengendara sepeda motor dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker untuk mengurangi paparan debu jalanan yang meningkat selama musim kering.

Dinkes juga mengingatkan agar warga membatasi aktivitas di luar terutama ketika suhu udara berada pada kondisi tinggi. Langkah itu diharapkan dapat menurunkan paparan terhadap faktor pemicu yang berkaitan dengan cuaca panas dan udara kering.

ā€œKami imbau warga membatasi aktivitas di luar saat suhu udara sedang tinggi sekali, memakai masker terutama pengendara roda dua, serta meningkatkan konsumsi air putih agar daya tahan tubuh tetap terjaga,ā€ tuturnya.

Dalam imbauan lain, Dinkes menekankan pentingnya menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Penyesuaian pola konsumsi air putih disebut menjadi bagian dari upaya agar daya tahan tubuh lebih terjaga pada masa cuaca ekstrem.

Segera periksa bila muncul gejala pernapasan

Dinkes turut mengingatkan warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Imbauan tersebut berlaku termasuk rujukan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan.

Langkah pemeriksaan sejak dini diharapkan membantu penanganan yang lebih tepat sesuai keluhan yang dialami. Meski angka kasus dilaporkan terus meningkat, Dinkes memilih menggarisbawahi pentingnya respons cepat dari warga ketika gejala muncul.

Dalam penjelasannya, Dinkes tidak hanya melihat faktor jumlah kasus, tetapi juga memastikan kesiapan layanan kesehatan dalam merespons lonjakan kesakitan. Puskesmas disebut menjadi salah satu fasilitas yang turut merasakan dampak tingginya ISPA pada periode cuaca panas dan berdebu.

Pemantauan kualitas udara

Di sisi lain, Dinkes menyatakan kualitas udara di Balikpapan hingga saat ini masih terpantau dalam kategori aman dan cukup baik. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau indikator Kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Dinkes juga menyebut akan merilis peringatan dini secara terbuka apabila terdapat perubahan status kualitas udara. Dengan demikian, warga diharapkan mendapat informasi lebih cepat agar dapat menyesuaikan langkah perlindungan diri, terutama bila kondisi udara memburuk.

Lonjakan flu dan ISPA di Balikpapan menjadi sinyal agar pencegahan dilakukan lebih disiplin selama kemarau panjang berlangsung. Masker untuk aktivitas di luar ruangan, pembatasan waktu berkegiatan ketika suhu tinggi, serta menjaga hidrasi menjadi bagian dari upaya yang disampaikan Dinkes untuk mengurangi risiko keluhan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, konsultasi ke fasilitas kesehatan juga ditekankan sebagai langkah penting ketika gejala gangguan pernapasan mulai terasa. Dinkes berharap warga dapat lebih waspada dan mengikuti imbauan kesehatan agar dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan.