jurnalistik.co.id – Bantuan kemanusiaan dari Mabes Polri mulai berdatangan di Labuan Bajo untuk korban gempa di Flores. Rangkaian bantuan itu masuk melalui bandara dan pelabuhan, lalu dikumpulkan di Polres Manggarai Barat sebelum disalurkan ke posko-posko pengungsian di wilayah terdampak.
Pada Sabtu (22/8/2026), Kasatgas Humas Mabes Polri, Kombes Pol Bayu Suseno, menyampaikan bahwa bantuan yang dikirim menyasar kebutuhan dasar pengungsi. Menurutnya, paket yang datang mencakup sembako, kebutuhan ibu dan bayi, serta peralatan dapur pengungsian.
“Nanti dari sini akan dibawa ke Polres Manggarai Barat. Dari Polres nanti ada bagian logistik yang menata dulu karena ini masih per kardus-kardus, nanti akan ditata sesuai paket-paketnya dan akan didistribusikan di posko-posko pengungsian yang membutuhkan,” terang Bayu saat menjemput bantuan di Bandara Internasional Komodo.
Bayu menjelaskan bahwa peralatan masak disiapkan untuk mendukung operasional dapur-dapur lapangan di posko pengungsian yang tersebar. Dengan begitu, kebutuhan pengolahan makanan di tempat tinggal sementara dapat segera dipenuhi.
Pada kesempatan yang sama, Bayu menyebut bantuan yang tiba pada hari itu merupakan pengiriman kedua dari Kapolri. Bantuan tahap sebelumnya telah didistribusikan ke Kabupaten Ngada dan Nagekeo pada Jumat (21/8/2026).
Untuk pengiriman hari ini, Bayu menyampaikan total bantuan yang masuk mencapai 5,5 ton paket sembako. Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan, termasuk minyak goreng, susu untuk ibu dan bayi, serta kebutuhan lain yang disiapkan bagi pengungsi.
“Yang ini kemungkinan satu hari lagi baru akan kita distribusikan,” lanjut Bayu. Ia menegaskan, proses penataan logistik dilakukan terlebih dahulu sebelum bantuan dibawa ke posko-posko yang membutuhkan.
Berita Terkait
Selain kebutuhan sembako, Bayu menyebut pihak kepolisian juga telah mendata kebutuhan para pengungsi. Pendataan ini menjadi dasar agar paket yang disalurkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Jenis bantuan lain yang disebutkan meliputi terpal, pakaian layak pakai, dan selimut. Menurut keterangan tersebut, bantuan tidak hanya berbentuk makanan, tetapi juga mencakup perlengkapan yang dibutuhkan untuk kenyamanan dan perlindungan saat berada di posko.
Dalam distribusi, Polsek disebut turut dilibatkan untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak. Distribusi oleh Polsek dilakukan agar bantuan dapat mencapai posko-posko mandiri yang tersebar, mengingat kondisi lapangan dan dukungan relawan yang masih terbatas.
“Nanti Polsek yang distribusi karena di lapangan sekarang lagi kesulitan relawan,” tutup Bayu.
Pada Sabtu siang, bantuan juga datang dari Polda Jawa Tengah. Sebanyak 12 truk bantuan tiba melalui Pelabuhan Pelindo Labuan Bajo dan saat pemberitaan ini disampaikan berada di Mapolres Manggarai Barat.
Dengan kedatangan bantuan dari Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah, penyaluran diharapkan dapat meluas ke berbagai titik pengungsian. Tahapan pengumpulan di Polres, penataan paket, lalu pendistribusian ke posko menjadi rangkaian yang disebut Bayu akan terus berjalan menyesuaikan kebutuhan di wilayah terdampak.
Bayu juga menekankan bahwa penyaluran tidak langsung dilakukan setelah paket tiba. Tim logistik terlebih dahulu merapikan kiriman yang masih berwujud kardus-kardus, lalu menyusun isi paket sesuai jenis kebutuhannya. Setelah penataan selesai, barulah bantuan diarahkan ke posko pengungsian yang telah didata agar distribusi lebih tepat sasaran.
Selain dukungan konsumsi, rangkaian bantuan yang disebutkan memuat perlengkapan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan sementara di lokasi pengungsian. Terpal, pakaian layak pakai, dan selimut menjadi bagian yang turut disalurkan bersama kebutuhan dasar lainnya. Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, peralatan dapur juga disiapkan agar operasional dapur lapangan di posko dapat berjalan, sementara pendistribusian dibantu melalui keterlibatan Polsek ke wilayah yang tersebar.












