Peristiwa

Andy Burnham Mengkaji Larangan BBQ Sekali Pakai karena Risiko Kebakaran Hutan

×

Andy Burnham Mengkaji Larangan BBQ Sekali Pakai karena Risiko Kebakaran Hutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Andy Burnham considers disposable BBQ ban over wildfire risks

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan pelarangan pemanggang barbekyu sekali pakai sebagai respons terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan yang dipicu kekeringan musim panas ini.

Burnham menyampaikan kepada para wartawan bahwa pemanggang sekali pakai telah dikaitkan dengan sejumlah kebakaran belakangan ini, dan meminta masyarakat menahan diri menggunakannya “at this moment in time”.

Menurutnya, beberapa langkah sudah mulai muncul dari kalangan ritel. Sejumlah toko juga memilih menghentikan penjualan perangkat tersebut secara sukarela, setelah sebelumnya mendapat peringatan dari otoritas pemadam kebakaran.

Pertimbangan pelarangan itu dibahas dalam sebuah pertemuan darurat tingkat Cobra, yang akan membahas respons pemerintah terhadap suhu rekor. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Burnham.

Dari sisi kondisi lingkungan, hampir tiga perempat wilayah Inggris dan seluruh Wales telah secara resmi dinyatakan berada dalam status kekeringan. Situasi ini dinilai menciptakan kondisi yang “rawan” bagi api untuk menyebar.

Selain itu, Badan Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan langka berlevel amber untuk panas ekstrem pada hari Kamis. Prakiraan menunjukkan suhu dapat mencapai kisaran pertengahan hingga akhir 30-an derajat Celsius di wilayah Midlands serta Inggris tenggara, dengan potensi puncak 38°C di suatu tempat.

Burnham menyampaikan hal tersebut saat kunjungan ke Stevenage. Ia menegaskan bahwa pemerintah “tentu akan mempertimbangkan” larangan barbekyu sekali pakai.

Ia memahami alasan sebagian orang ingin menggunakan pemanggang di luar rumah, tetapi menekankan kebutuhan untuk membatasi penggunaannya dalam waktu sementara. Burnham mengatakan pemerintah akan menelaah persoalan itu pada hari yang sama.

Dalam kesempatan itu, Burnham juga menyatakan bahwa ia ingin pesan pencegahan disampaikan secara jelas. Ia menyebut penting agar masyarakat tidak memakai barbekyu tersebut di luar ruangan “at this moment in time”.

Burnham menambahkan bahwa pemerintah berharap warga mengambil kehati-hatian semaksimal mungkin saat berada di pedesaan. Ia menyoroti risiko bukan hanya dari rokok, tetapi juga dari barbekyu sementara yang diketahui dapat memicu kebakaran.

Ia tidak merinci apakah pemerintah mempertimbangkan pembatasan penjualan produk atau pengetatan penggunaan di lapangan. Belum ada rincian detail terkait bentuk kebijakan yang sedang dipikirkan.

Desakan pembatasan dan opsi di tingkat lokal

Di luar pembahasan pemerintah pusat, sejumlah anggota parlemen juga mendorong langkah serupa. Seorang anggota parlemen dari Partai Buruh (Labour) menulis kepada ritel besar pekan lalu untuk menghentikan penjualan barbekyu sekali pakai sepanjang sisa musim panas.

Beberapa anggota parlemen dari Liberal Demokrat (Lib Dem) turut mendukung gagasan pembatasan. Di tingkat lain, National Farmers Union juga menyerukan agar dewan lokal mengeluarkan public space protection orders untuk membatasi pemakaian barbekyu sekali pakai di area publik.

Sejumlah otoritas setempat telah menerapkan aturan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, Brighton & Hove serta Fylde di Lancashire tercatat pernah menggunakan perintah tersebut untuk melarang pemanggang sekali pakai.

Bagi warga yang melanggar ketentuan itu, denda yang bisa dijatuhkan saat ini mencapai maksimal ÂŁ100. Namun, batas tersebut disebut akan dinaikkan menjadi ÂŁ500 di masa mendatang.

Dewan lokal yang berencana menerbitkan perintah perlindungan tersebut diharuskan berkonsultasi dengan warga terlebih dulu. Mereka juga perlu menghimpun bukti adanya risiko berkelanjutan terhadap kualitas hidup di wilayah tertentu.

Rapat Cobra dan tantangan lintas sektor

Pertemuan Cobra darurat akan dihadiri menteri-menteri dari Department for Environment, Food and Rural Affairs, Home Office, serta Department for Health, bersama Environment Agency.

Juru bicara nomor 10 Downing Street menyatakan pemerintah memahami bahwa petugas pemadam kebakaran, pekerja sektor pertanian, dan staf layanan kesehatan menghadapi tantangan terkait kondisi cuaca saat ini.

Dalam tahun ini, sudah ada satu pertemuan Cobra mengenai gelombang panas yang dipimpin pejabat. Namun, pertemuan darurat yang dipimpin Burnham dinilai menjadi sesi khusus pertama pada level tersebut.

Menjelang gelombang panas, pada bulan Juni pemerintah di bawah perdana menteri sebelumnya, Sir Keir Starmer, mengumumkan penempatan petugas pemadam kebakaran spesialis di lokasi-lokasi penting di Inggris. Kebijakan itu juga mendorong penggunaan dana pemerintah untuk peningkatan peralatan.

Langkah ini kemudian memunculkan perhatian politik dari berbagai pihak. Partai Hijau menuntut Burnham memimpin rapat Cobra terkait gelombang panas, dengan pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, menuduh adanya ketidakaktifan di tengah ancaman terhadap kesehatan publik dan pasokan pangan.

Pada Rabu, Polanski menyambut pertemuan itu. Namun, ia menilai rapat tersebut belum cukup jika hanya berhenti pada pembahasan. Ia menyatakan bahwa suhu yang terjadi menunjukkan perlunya jam kerja yang lebih fleksibel agar pekerja dapat menghindari waktu paling panas.

Polanski juga mendorong adanya aturan yang bersifat hukum mengenai batas suhu maksimum di tempat kerja.

Partai Hijau sebelumnya turut meminta tersedianya “cool spaces” yang dapat diakses publik bagi kelompok rentan. Mereka juga menyerukan dukungan finansial bagi rumah tangga agar mampu “heatproof” atau memperkuat perlindungan rumah terhadap panas.

Risiko kebakaran dan data respons kebakaran

Sejumlah kepala pemadam kebakaran menyatakan kebakaran hutan kini menjadi risiko yang berulang dan terus berkembang bagi komunitas, seiring perubahan iklim.

Dalam catatan respons, petugas menghadapi 393 kebakaran hutan di seluruh Inggris dan Wales pada bulan Juli. Angka itu disebut menjadikan bulan Juli sebagai periode tersibuk dalam catatan.

Dalam konteks inilah, pesan yang dibawa Burnham menekankan bahwa keputusan pemerintah sedang berupaya menekan sumber risiko yang dianggap dapat memicu api, khususnya dari penggunaan barbekyu sekali pakai saat kondisi sangat kering.

Sementara opsi kebijakan masih dibahas, pemerintah memberi penekanan pada kehati-hatian warga. Burnham meminta masyarakat menahan diri menggunakan barbekyu sekali pakai “at this moment in time”, serta tetap menjaga kewaspadaan dari pemicu kebakaran lainnya di luar ruangan.