Peristiwa

PC Tom Clough (38) dan Matthew Blades (37) tewas di A66, keluarga sebut mereka pahlawan

×

PC Tom Clough (38) dan Matthew Blades (37) tewas di A66, keluarga sebut mereka pahlawan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PCs killed in wrong-way A66 crash were heroes, say families

jurnalistik.co.id – Keluarga dua polisi yang menjadi korban dalam kecelakaan di A66 menyampaikan penghormatan mendalam dan menyebut mereka sebagai pahlawan. Dalam rangkaian pernyataan yang dirilis Cleveland Police, PC Tom Clough dan PC Matthew Blades dipuji atas sikap mereka dalam bertugas serta kepedulian kepada orang lain.

Kedua peristiwa itu terjadi pada Sabtu lalu, ketika sebuah Volkswagen Passat melaju dari arah yang salah di jalur ganda (dual carriageway) dan menabrak kendaraan polisi bersenjata yang mereka gunakan. Mobil Passat tersebut bertabrakan dengan mobil respons bersenjata yang ditandai polisi, setelah sebelumnya diduga menjadi objek pengejaran.

PC Tom Clough (38) dan PC Matthew Blades (37) merupakan dua petugas yang meninggal dalam tabrakan itu. Polisi menyatakan bahwa kendaraan tersebut sedang dikejar hingga “seconds before” sebelum akhirnya tabrakan terjadi di A66, dekat Middlesbrough.

Menurut keterangan yang dibahas dalam proses investigasi, Passat membawa lima penumpang lain yang juga meninggal. Mereka adalah Michael Robert Cahill (23), Jacob Matusiak (23), Theo Rae (17), Makai Saddington (18), serta Cole Robert Worthy (17).

Dalam penghormatan untuk PC Clough, keluarganya menekankan karakter pribadi petugas tersebut. Mereka menyebut PC Clough memiliki “fantastic sense of humour” dan “jumped into action whenever needed”, serta menggambarkannya sebagai “our hero” yang “willing to help anyone for any reason”.

Keluarga PC Clough juga menyatakan bahwa ia “proudly fought for his country to make the world a better place”, dan bahwa ia “always on public duty throughout his short life”. Pernyataan itu menggambarkan cara pandang keluarga terhadap pengabdian PC Clough selama hidupnya.

Sementara itu, penghormatan dari istri PC Blades menggambarkan sosok sang suami dengan bahasa yang sangat personal. Ia mengatakan PC Blades “loved beyond words” dan menyebutnya sebagai “beloved husband” sekaligus “the most devoted father” bagi dua putra mereka yang masih kecil.

Dalam kutipan yang dirilis, sang istri menyatakan bahwa “He gave his life in the line of duty, protecting and serving others with courage, dedication and selflessness”. Ia menambahkan, “The pain of losing him is beyond words, and our lives will never be the same.”

Ia juga menegaskan kelanggengan kasih yang ditinggalkan suaminya melalui kalimat, “Neither will the love he gave us ever fade.” Dalam bagian lain penghormatan, ia menyebut, “He may have left this world committed to the duty he believed in, but his greatest legacy will always be the love he gave to his family.”

Penghormatan itu ditutup dengan kalimat yang berfungsi sebagai pesan terakhir keluarga, yakni: “Forever loved. Forever missed. Forever our superhero. Our Matt and Dad.”

Berbagai ungkapan duka juga datang dari orang-orang yang mengenal PC Clough dan PC Blades secara lebih dekat. Seorang pria yang menyebut pernah mengenal PC Clough memposting bahwa ia adalah “a true friend” dan “fantastic soldier”, serta menyampaikan tidak ada keraguan bahwa ia akan menjadi “even better police officer”.

Di dunia sepak bola, Seaton Carew FC menyampaikan bahwa PC Blades dan keluarganya adalah “much loved members” klub. Disebutkan pula bahwa PC Blades baru saja menjadi pelatih dan sedang menyiapkan musim pertamanya untuk tim usia di bawah tujuh (under-sevens).

FC Hartlepool, yang menyebut PC Blades pernah melatih kelompok usia under-10s, menggambarkannya sebagai “role model, mentor [and] friend”. Klub tersebut menyatakan anak-anak “looked up to and admired” dirinya.

Pernyataan FC Hartlepool juga memuat penilaian tentang cara PC Blades membangun hubungan: “His kindness, patience, and infectious personality made him loved by all who had the privilege of knowing him,” demikian bunyi tambahan dari klub.

Selain itu, Carmel College di Darlington—tempat PC Blades mengajar bahasa Inggris sebelum bergabung dengan kepolisian—menyampaikan bahwa ia “an intelligent, kind an approachable teacher” dan bahwa ia “gave generously of himself to the young people in his care”.

Di tengah duka yang menyebar, Cleveland Police Federation menyiapkan penggalangan dana untuk keluarga kedua petugas. Pada malam Minggu, dana yang terkumpul dilaporkan telah melewati angka ÂŁ150,000 dari sebuah kampanye online yang dibuat oleh federasi tersebut.

Federasi menyatakan bahwa kedua petugas “paid the ultimate sacrifice in the line of duty”. Mereka juga menyebut para keluarga yang ditinggalkan akan menghadapi kesedihan yang berat: “They leave behind heartbroken loved ones who will struggle to come to terms with the loss of their loved one”.

Cleveland Police Federation menambahkan bahwa organisasi akan mendukung keluarga pada “this unfathomable moment”, dengan dana yang akan digunakan “as they so wish”.

Di lokasi kejadian, beberapa petugas polisi juga melakukan penghormatan. Sebelumnya, kelompok petugas meletakkan bunga di area pembatas kepolisian di Eston Road. Beberapa di antaranya melepas topi dan menundukkan kepala, lalu memberi waktu hening singkat untuk mengenang rekan mereka.

Setelah itu, petugas berbicara singkat dengan anggota kepolisian lain di tempat kejadian sebelum meninggalkan lokasi. Ada pula yang saling berpelukan saat berjalan menjauh.

Warga sekitar turut menyatakan dukungan dan simpati. Elisia dan Vincent Haarhoff, warga setempat, datang ke lokasi untuk menunjukkan solidaritas kepada polisi. Elisia mengatakan, “No family deserves that”, sebelum menambahkan “God bless all the families, honestly.”

Ia juga menyampaikan keinginan untuk datang langsung dan mengungkapkan pengalaman pertemuan dengan petugas di sekitar lokasi, “We wanted to come… [the police here have] always been so lovely.”

Proses penyelidikan ditangani oleh Independent Office for Police Conduct (IOPC). IOPC menyampaikan bahwa PC Clough dan PC Blades berada “in the area to assist in a search” untuk menemukan Passat.

Cleveland Police, menurut penjelasan pengawas, menerima laporan yang mengaitkan mobil tersebut—yang diyakini menggunakan “cloned registration plates” yang mengaktifkan kamera ANPR—dengan “numerous incidents”.

IOPC menyebutkan bahwa petugas mengejar kendaraan itu selama hampir tujuh menit sebelum Passat berbelok ke arah yang salah dan masuk ke A66. Sekitar 10 detik kemudian, pada pukul 03:39 BST, kendaraan tersebut menabrak mobil petugas yang berada di sisi yang benar dari jalur ganda.

Keberadaan peristiwa itu juga terekam melalui rekaman keamanan dari rumah di Lime Road, Middlesbrough. Rekaman tersebut, menurut laporan, menunjukkan sebuah mobil sedang dikejar oleh kendaraan polisi sekitar tiga menit sebelum kecelakaan fatal terjadi.

Sejumlah pihak pemerintah setempat juga menyampaikan pembaruan penutupan jalan. Redcar and Cleveland Borough Council menyatakan bahwa bagian A66 di South Bank, antara Eston Road dan Normanby Road, akan tetap ditutup hingga Senin untuk perbaikan pada badan jalan.

Sementara keluarga kedua petugas terus menerima dukungan dari berbagai kalangan, penghormatan yang disampaikan menggambarkan keterikatan yang luas—baik dari komunitas kepolisian, keluarga, klub olahraga, hingga institusi pendidikan—yang menyebut mereka sebagai sosok yang dekat, berdedikasi, dan dinilai meninggalkan jejak besar dalam tugas serta kehidupan sehari-hari.