jurnalistik.co.id – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores dan Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan tersebut memicu laporan kerusakan bangunan di sejumlah daerah.
Menurut Gubernur NTT Melki Laka Lena, ada 197 bangunan yang tercatat mengalami kerusakan hingga Sabtu malam. Melki menegaskan, angka tersebut masih bersifat data sementara dan akan diperbarui seiring pendataan lanjutan.
Kerusakan yang terdeteksi tersebar di enam kabupaten, yakni Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada. Pada kesempatan yang sama, Melki menyampaikan bahwa data dari Kabupaten Nagekeo belum masuk dalam rekap yang disampaikan.
Rincian kerusakan menunjukkan bahwa dari total 197 bangunan, sebanyak 186 merupakan rumah warga. Perincian tingkat kerusakannya terdiri dari 108 rumah kategori rusak berat, 39 rumah mengalami rusak sedang, 25 rumah rusak ringan, serta 23 rumah hancur total.
Selain kerusakan pada permukiman, dampak gempa juga menjangkau fasilitas publik. Melki melaporkan adanya satu unit sekolah, lima unit kantor, tiga fasilitas kesehatan, serta dua tempat ibadah yang turut mengalami kerusakan.
Kerusakan tidak berhenti pada bangunan dan fasilitas sosial. Gempa juga dilaporkan berdampak pada infrastruktur, termasuk jalan raya, di wilayah terdampak.
Pendataan dan verifikasi terus dilakukan
Pemerintah daerah, kata Melki, masih melakukan pendataan di beberapa wilayah yang terkena dampak gempa. Proses tersebut dipandang penting untuk memastikan gambaran kerusakan yang lebih akurat bagi seluruh kabupaten.
Ia menyatakan bahwa verifikasi dibutuhkan untuk memastikan jumlah kerusakan dan dampak yang terjadi di tiap lokasi. Pemerintah juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada masyarakat seiring hasil pendataan terkumpul.
Berita Terkait
Gempa yang terjadi sebelumnya disebut sebagai guncangan kuat yang berpusat di Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan dilaporkan terasa di berbagai wilayah di Pulau Flores dan sekitarnya.
Dalam informasi yang disampaikan, kondisi terparah disebut terjadi di sejumlah wilayah bagian utara Pulau Flores. Meski demikian, asesmen dan pemetaan dampak keseluruhan tetap dilaksanakan oleh pemerintah bersama aparat dan tim terkait.
Melki juga menyebutkan bahwa proses evakuasi, penanganan korban, serta pendataan kerusakan masih berlangsung hingga Sabtu malam. Pelaksanaan di lapangan menghadapi tantangan, terutama karena akses menuju sebagian wilayah terdampak belum sepenuhnya mudah.
Koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk mempercepat respons bencana. Pemerintah Provinsi NTT berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat keamanan, serta instansi terkait agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Hingga proses pendataan berjalan, gempa juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Informasi mengenai dampak korban tersebut tetap menjadi bagian dari asesmen yang terus diperbarui sesuai temuan di lapangan.
Dengan data sementara yang sudah dihimpun, fokus berikutnya adalah penyelarasan informasi antarwilayah serta memastikan kategori kerusakan untuk setiap rumah dan fasilitas publik. Pemerintah juga akan memperhitungkan pembaruan dari daerah yang datanya belum masuk, termasuk Kabupaten Nagekeo.
Seiring pengumpulan laporan dari seluruh kabupaten terdampak, jumlah kerusakan dan rincian dampak diharapkan makin lengkap. Pemerintah menekankan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan secara bertahap kepada masyarakat.
Rekap sementara tersebut disusun dari laporan yang dikumpulkan petugas di lapangan, lalu disesuaikan dengan temuan untuk tiap lokasi. Pemerintah juga melakukan penyesuaian kategori kerusakan agar penyajian jumlah bangunan dan fasilitas publik benar-benar konsisten antarkabupaten.
Di sisi lain, proses penanganan korban dan pendataan masih berlangsung pada periode yang sama. Pelaksanaan di beberapa titik dinilai bertumpu pada akses menuju wilayah terdampak yang belum sepenuhnya mudah, sehingga pengumpulan informasi perlu dilakukan bertahap sambil memastikan respons lapangan tetap berjalan.
Selain penyelarasan informasi antarwilayah, pemerintah menegaskan bahwa pembaruan akan terus disampaikan seiring data lanjutan masuk dari kabupaten yang belum terikut dalam rekap. Dengan demikian, gambaran dampak, termasuk laporan korban jiwa dan luka-luka, dapat terus diperbarui sesuai hasil verifikasi.












