Peristiwa

Penerbangan Dubai ke Tel Aviv Dialihkan Usai Perkelahian Pilot, Sinyal Pembajakan Sempat Muncul

×

Penerbangan Dubai ke Tel Aviv Dialihkan Usai Perkelahian Pilot, Sinyal Pembajakan Sempat Muncul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Israel-bound flight diverted after fight between pilots

jurnalistik.co.id – Penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan secara mendadak setelah terjadi pertarungan fisik antara pilot dan kopilot, menurut keterangan pejabat Israel kepada media lokal.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Dubai pada Rabu pagi waktu setempat. Sekitar dua jam setelah penerbangan berjalan, sistem pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat pesawat sempat mengirimkan kode darurat.

Tak lama setelah sinyal darurat itu muncul, pesawat kemudian beralih ke kode yang lazim dipakai untuk melaporkan insiden pembajakan. Namun, sinyal tersebut kemudian ditarik kembali dan diganti lagi menjadi kode darurat umum, sebagaimana dijelaskan dalam laporan Flightradar24.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa pihaknya sempat melihat indikasi pembajakan. Akan tetapi, indikasi itu kemudian ditiadakan, dan otoritas tidak meyakini bahwa insiden yang terjadi benar-benar terkait pembajakan.

Sinyal yang sempat mengarah pada laporan pembajakan, menurut keterangan yang sama, diduga muncul akibat pertengkaran di dalam kabin antara pilot dan kopilot. Informasi itu disampaikan media lokal dengan mengutip pejabat pertahanan Israel.

Pesawat membawa sekitar 150 penumpang, sebagian besar di antaranya merupakan warga Israel. Rute awal penerbangan ditujukan untuk mendarat di Bandara Ben-Gurion, namun pada akhirnya pesawat mendarat di Bandara Tabuk di wilayah timur laut Arab Saudi.

Menanggapi perkembangan tersebut, Angkatan Udara Israel mengirimkan jet tempur sebagai respons terhadap kejadian yang dilaporkan. Langkah pengamanan ini dilakukan seiring perubahan sinyal dan keputusan pengalihan rute yang terjadi di tengah perjalanan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga dilaporkan mengadakan konsultasi secara mendesak terkait insiden itu. Pertemuan darurat di tingkat pimpinan pemerintahan digelar untuk menindaklanjuti informasi yang masuk dari otoritas penerbangan dan pihak keamanan.

Rangkaian sinyal yang tercatat—mulai dari kode darurat, lalu perubahan ke kode pelaporan pembajakan, sebelum akhirnya kembali menjadi kode darurat umum—menjadi bagian penting dari kronologi yang dilaporkan. Dalam laporan pelacakan, perubahan tersebut terjadi dalam jarak waktu yang berdekatan, sehingga memunculkan kekhawatiran awal di pihak terkait.

Meski demikian, kantor perdana menteri menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dipandang sebagai pembajakan. Menurut penjelasan pejabat Israel, fokusnya lebih mengarah pada gangguan internal selama penerbangan, khususnya pertengkaran fisik yang melibatkan awak kokpit.

Pengalihan penerbangan ke Tabuk menandai dampak langsung dari situasi yang terjadi di udara. Keputusan untuk mengubah tujuan pendaratan biasanya berkaitan dengan kebutuhan prosedural dan langkah pengamanan, terutama ketika sinyal darurat berkembang menjadi bentuk yang dapat ditafsirkan serius.

Seiring insiden berlangsung, respons militer dan konsultasi pimpinan negara memperlihatkan bahwa otoritas Israel menilai kejadian tersebut memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi. Langkah pengiriman jet tempur serta pembahasan tingkat tertinggi mencerminkan upaya untuk memastikan situasi terkendali sebelum pesawat akhirnya mendarat.

Dengan adanya pernyataan bahwa indikasi pembajakan kemudian ditiadakan, narasi resmi yang berkembang menempatkan insiden ini sebagai masalah keselamatan internal pada penerbangan, bukan serangan terencana terhadap pesawat. Keterangan tersebut juga menempatkan pertengkaran antara pilot dan kopilot sebagai penyebab yang mungkin di balik perubahan kode yang sempat mengarah ke laporan pembajakan.

Hingga kini, kronologi penerbangan tersebut terutama merujuk pada data pelacakan penerbangan dan pernyataan pejabat Israel yang disampaikan kepada media lokal. Pengalihan rute dari Tel Aviv menuju Bandara Tabuk menjadi penanda akhir dari rangkaian kejadian yang terjadi hanya dalam beberapa jam setelah pesawat lepas landas.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem sinyal darurat dan kecepatan respons ketika komunikasi pesawat berubah. Bagi penumpang, perubahan tujuan pendaratan merupakan konsekuensi paling nyata dari situasi di kabin, sementara bagi otoritas, kombinasi antara data pelacakan dan informasi lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah pengamanan.

Dalam konteks tersebut, respons Angkatan Udara Israel dan konsultasi mendesak Netanyahu menunjukkan bahwa kejadian di penerbangan internasional dapat dengan cepat memicu tindakan lintas lembaga. Sementara itu, klarifikasi bahwa insiden tidak diyakini sebagai pembajakan menutup bagian narasi yang sempat terbuka melalui sinyal kode tertentu.

Pesawat Flydubai akhirnya mendarat di Tabuk, menyelesaikan penerbangan yang pada awalnya direncanakan menuju Ben-Gurion. Namun, rangkaian sinyal yang sempat beralih—termasuk periode ketika kode pembajakan sempat muncul—tetap menjadi elemen yang paling menarik perhatian dalam laporan kronologi insiden tersebut.