jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), kembali menunjukkan aktivitas setelah sempat dilaporkan padam sehari sebelumnya. Pada Selasa (11/8/2026) petang, titik api kembali terlihat di sejumlah lokasi di area tersebut.
Peristiwa ini terjadi saat penanganan karhutla di kawasan itu telah memasuki hari keenam. Sebelumnya, api di sekitar Kawah Wadon sempat dilaporkan padam pada Senin (10/8/2026).
Namun, sehari setelah laporan tersebut, titik api kembali ditemukan. Kobaran api terlihat membakar ranting pohon serta semak belukar di beberapa titik sekitar Kawah Wadon.
Kemunculan kembali titik api itu terekam dalam video berdurasi 14 detik yang beredar melalui pesan berantai. Dalam rekaman itu, kobaran api terlihat membakar vegetasi di area Kawah Wadon.
Rekaman tersebut disebut diambil pada 11 Agustus 2026. Dari video yang beredar, terlihat api merambat pada bagian vegetasi yang berada di beberapa lokasi di sekitar kawah.
Relawan Indonesia Pembela Alam (Rimba), Eko Wiwid Arengga, membenarkan adanya kemunculan kembali api di sekitar Kawah Wadon. Menurutnya, pada pagi hari titik api kembali berkobar dan masih ada bara yang perlu ditangani.
“Betul, masih terdapat titik api yang tadi pagi kembali berkobar. Terus ini juga banyak bara api yang harus ditangani. Kalau siang hari kan tidak terlihat, tapi kalau malam, itu kelihatan baranya,” ujar Eko kepada Kompas.com pada Selasa (11/8/2026).
Menurut Eko, kondisi di lapangan belum bisa dianggap sepenuhnya padam. Ia menyebut potensi api masih ada meski pada jam tertentu kobaran tidak terlihat.
“Kalau kondusif itu benar-benar tidak ada asap, benar-benar tidak ada. Tapi, ini masih ada asap, Jadi, kalau ada yang menyatakan itu sudah kondusif, salah,” ucapnya.
Berita Terkait
Eko menjelaskan bahwa relawan bersama masyarakat masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan. Mereka fokus pada titik api serta bara yang tersisa agar kondisi tidak berulang.
Secara terpisah, Kepala Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni menyampaikan bahwa penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon masih berlangsung. Pihaknya menerima laporan dari tim relawan mengenai kembali munculnya titik api di kawasan tersebut.
Agus menyatakan bahwa hasil pemantauan petugas masih menunjukkan adanya asap yang berasal dari dalam serasah di sekitar lokasi kebakaran. Ia menekankan bahwa temuan tersebut menjadi dasar perlunya penanganan lanjutan.
“Berdasarkan hasil pemantauan petugas, masih ditemukan asap yang berasal dari dalam serasah di sekitar lokasi kebakaran,” ujar Agus.
Terkait dampak kebakaran, Agus menyebut luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 5,8 hektar. Menurutnya, kondisi serasah yang cukup dalam berpotensi menyimpan bara yang kemudian dapat memicu munculnya api kembali.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan kebakaran secara menyeluruh,” ucap Agus.
Agus menambahkan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan masih bersiaga. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan sekaligus mengurangi risiko perluasan.
“Seluruh unsur tetap bersiaga terhadap perkembangan kondisi dan akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan untuk mencegah meluasnya kebakaran maupun munculnya titik api baru,” kata Agus.
Dengan demikian, kebakaran yang sempat dilaporkan padam pada 10 Agustus lalu kembali menunjukkan tanda aktivitas pada 11 Agustus. Baik pernyataan relawan maupun hasil pemantauan petugas menegaskan bahwa sisa bara dan asap dari serasah menjadi perhatian utama agar kondisi benar-benar terkendali.
Hingga berita ini disusun, upaya pemantauan dan penanganan masih dilakukan di sekitar Kawah Wadon sebagai bagian dari respons terhadap karhutla yang belum sepenuhnya selesai. Pihak terkait tetap menilai situasi dari waktu ke waktu untuk memastikan tidak muncul titik api baru dan tidak terjadi perluasan.












