jurnalistik.co.id – Direktorat Samapta Polda Gorontalo kembali diterjunkan bersama tim gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Peristiwa ini terjadi untuk kedua kalinya dalam rentang 24 jam.
Pada Jumat (18/9), api sebelumnya berhasil dipadamkan hingga subuh. Namun, pada Sabtu (19/9), kebakaran muncul kembali pada pukul 14:00 WITA, menandai situasi yang memerlukan penanganan cepat agar kobaran tidak melebar.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas Damkar Bone Bolango kembali meminta bantuan melalui backup 1 Unit Mobil Karhutla pada pukul 15:04 WITA. Respons ini kemudian ditindaklanjuti oleh Dir Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., yang segera mengerahkan personel untuk menuju lokasi.
Dalam operasi kali ini, sebanyak 29 personel Direktorat Samapta Polda Gorontalo diterjunkan dengan dukungan 1 Unit Rantis Karhutla, 1 Unit Rantis D-Max, serta 1 Unit Truk Dalmas. Seluruh tim bergerak menuju Desa Bondawuna dan tiba pada pukul 16:31 WITA.
Setelah tiba, tim langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang turut terlibat. Polres Bone Bolango mengerahkan 25 personel, Polsek Suwawa menurunkan 4 personel, Damkar 8 personel, serta Kementerian PU 2 personel, sementara dukungan dari masyarakat lokal ikut memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Berbeda dari hari sebelumnya, tim menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena kebakaran kali ini muncul di tiga titik api sekaligus. Kondisi medan juga menjadi perhatian, mengingat lokasi berada di area pinggir tebing gunung sehingga proses pemadaman menuntut ketelitian dan ketanggapan.
“Pada pukul 17:35 WITA titik api pertama berhasil dipadamkan, kemudian tim bergeser ke titik kedua dan padam pukul 18:05 WITA, dan dilanjutkan ke titik ketiga pada pukul 18:14 WITA,” jelas Dir Samapta. Rangkaian pemadaman tersebut berlangsung bertahap, dengan pergeseran tim dari satu titik ke titik lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Berita Terkait
Seluruh kobaran api pada ketiga titik akhirnya dinyatakan berhasil dipadamkan. Setelah api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan tahap pendinginan untuk memastikan tidak muncul bara yang berpotensi menyalakan kembali lahan.
Proses pendinginan tercatat berjalan hingga pukul 23:35 WITA, kemudian operasi dinyatakan selesai pada pukul 01:00 WITA. Dengan demikian, penanganan berlangsung melewati beberapa jam, mengikuti ritme kerja pemadaman dan pengamanan area terdampak.
Objek yang terbakar merupakan lahan di atas gunung yang ditumbuhi pohon jati, rumpun bambu, rumput liar, serta dedaunan kering. Jenis vegetasi tersebut dapat mempercepat perambatan api ketika kondisi kering terjadi, sehingga pemadaman tidak hanya fokus pada titik awal, melainkan juga memastikan area sekitar benar-benar aman.
Menurut informasi di lapangan, kesigapan tim turut berperan menjaga agar api tidak merambat ke pemukiman warga. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari tujuan penanganan Karhutla, terutama saat akses menuju lokasi terdampak tidak selalu mudah dijangkau dengan peralatan penuh.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah akses jalan yang sempit. Kondisi ini berdampak pada mobilitas mobil Karhutla dan Damkar saat bergerak di sekitar area kejadian. Di sisi lain, medan di pinggir tebing yang sangat curam turut menyulitkan pergerakan personel dan penempatan peralatan pemadaman.
Di tengah proses penanganan, arahan pencegahan terus disampaikan. Polda Gorontalo mengimbau agar masyarakat, terutama pada musim kemarau, lebih berhati-hati dan menjaga kewaspadaan terhadap sumber pemicu kebakaran.
Imbauan tersebut menekankan agar masyarakat membuang puntung rokok pada tempatnya, tidak membakar sampah sembarangan, serta menahan diri dari tindakan yang dapat menimbulkan percikan api di area yang kering. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko terulangnya kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi di Desa Bondawuna.












