Peristiwa

Kebakaran Hutan Nabire Semakin Dekat Bandara, Asap Turunkan Jarak Pandang hingga 50 Meter

×

Kebakaran Hutan Nabire Semakin Dekat Bandara, Asap Turunkan Jarak Pandang hingga 50 Meter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Hutan di Nabire Dekati Bandara, Jarak Pandang Turun hingga 50 Meter

jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, semakin dekat dengan kawasan permukiman warga dan area Bandara Nabire pada Jumat (21/8/2026). Kepulan asap tebal membuat jarak pandang menurun hingga sekitar 50–70 meter, sehingga aktivitas penerbangan turut terganggu.

Menurut laporan yang diterima, kepulan asap juga menyelimuti sejumlah wilayah di Nabire setelah api mulai meluas. Kondisi ini kemudian berdampak pada operasional transportasi udara, karena jarak pandang terbatas membuat sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan.

Api dilaporkan muncul secara serentak sekitar pukul 13.00 WIT. Setelah itu, asap dari kawasan yang terbakar terus bergerak dan memengaruhi area yang lebih luas di sekitar lokasi kebakaran.

Asap tebal turunkan jarak pandang dan ganggu penerbangan

Di beberapa titik, asap yang pekat menurunkan jarak pandang hingga 50–70 meter. Penurunan jarak pandang tersebut menjadi faktor utama terganggunya jadwal penerbangan pada hari kejadian.

Gangguan penerbangan terjadi karena kabut asap membuat jarak pandang tidak memenuhi kebutuhan operasional. Dampak serupa juga dirasakan warga di sekitar wilayah Nabire, terutama ketika asap makin tebal menyelimuti jalan dan area yang berdekatan dengan sumber kebakaran.

Dalam pernyataan video yang diterima, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menyebut asap tebal terlihat di kiri dan kanan jalan dari Waroki menuju bandara baru Dou Atarure Nabire. Ia juga mengaitkan kebakaran dengan aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan untuk perkebunan.

“Asap tebal ada di kiri kanan jalan dari Waroki menuju bandara baru Dou Atarure Nabire. Kebakaran ini akibat pembakaran lahan untuk perkebunan warga. Kemudian akibat kebakaran ini jarak pandang kita hanya sekitar 50 sampai 70 meter,” katanya dalam video yang diterima Kompas.com pada Jumat (21/8/2026) malam.

Upaya pemadaman melibatkan banyak personel dan armada

Upaya pengendalian dilakukan secara terpadu oleh personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Kodim 1705 Nabire, serta Korem 173/PVB. Petugas dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah agar kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga.

Penanganan juga didukung dengan armada pemadam kebakaran dan kendaraan tangki air. Kendaraan tangki air dari Zipur serta mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah turut dikerahkan ke lokasi kejadian.

Hingga Jumat malam, personel gabungan bersama armada pemadam masih dikerahkan untuk menangani kebakaran di sejumlah titik di Kabupaten Nabire. Pada fase seperti ini, fokus pemadaman diarahkan pada upaya pengendalian dan pencegahan perluasan api.

Kondisi lahan kering dinilai memicu api cepat menyebar

Burhanuddin meminta masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia menilai kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat menyebar ke area lain.

Ia menyebut wilayah Nabire tidak diguyur hujan selama sekitar tiga bulan terakhir. Dalam situasi tersebut, vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar sehingga kebakaran berpotensi meluas.

“Saya menghimbau kepada masyarakat tolong hentikan upaya pembakaran lahan dan hutan karena akan menjalar ke semua tempat termasuk pemukiman warga,” pintanya.

Selain mengancam permukiman dan kawasan bandara, kebakaran juga berdampak langsung pada warga di Kota Nabire. Kepulan asap menyelimuti sejumlah wilayah dan membuat jarak pandang hanya sekitar 50–70 meter, yang berimbas pada aktivitas harian masyarakat.

Burhanuddin mengimbau agar warga di sekitar lokasi kebakaran meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap kemungkinan api meluas serta dampak asap terhadap aktivitas dan kesehatan.

Pada hari yang sama, kepulan asap menjadi salah satu penanda bahwa kebakaran terus berlangsung dan memengaruhi lingkungan sekitar. Karena jarak pandang menurun dan api dilaporkan meluas mendekati area penting, penanganan lapangan terus dilakukan dengan dukungan personel dan armada yang dikerahkan sejak siang.

Hingga Jumat malam, proses pemadaman dan pengendalian masih berlangsung di beberapa titik. Upaya tersebut diharapkan dapat menahan perluasan kebakaran agar tidak semakin mendekat ke permukiman warga serta fasilitas di sekitar Bandara Nabire.