Nasional

PLN Siapkan 110 Proyek Panas Bumi untuk Capai 7,9 GW pada 2033

×

PLN Siapkan 110 Proyek Panas Bumi untuk Capai 7,9 GW pada 2033

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PLN Siapkan 110 Proyek Geotermal Kejar Kapasitas 7,9 GW pada 2033

jurnalistik.co.id – PT PLN (Persero) menyiapkan program pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dalam jumlah besar untuk mendorong peningkatan kapasitas panas bumi nasional pada rentang hingga 2033.

Dalam rencana itu, PLN menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 7,9 gigawatt (GW) pada 2033, dari posisi kapasitas terpasang saat ini yang mencapai 2,8 GW.

Target tersebut mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, di mana perusahaan akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW hingga tahun 2033.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pengembangan panas bumi dinilai memiliki peluang strategis bagi energi Indonesia. Darmawan mengatakan, “Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia. Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia,” dalam keterangannya yang disampaikan Jumat (21/8/2026).

PLN menyebutkan dari total 110 proyek panas bumi yang disiapkan, terdapat 25 proyek dengan kapasitas 0,6 GW yang akan dikembangkan oleh PLN.

Sementara itu, 85 proyek lainnya dengan kapasitas 4,5 GW akan dikembangkan oleh independent power producer (IPP).

Untuk mempercepat pengembangan panas bumi, PLN juga membuka skema kolaborasi dengan mitra usaha melalui Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) dan Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA).

Darmawan menjelaskan, GEECA diterapkan pada Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PLN, sedangkan SECA ditujukan untuk WKP non-PLN. Melalui kedua skema tersebut, terdapat rencana pengembangan 79 proyek yang terdiri dari 45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA, dengan total penambahan kapasitas yang diproyeksikan mencapai 3,1 GW.

Dalam kesempatan itu, Darmawan menegaskan pentingnya keterlibatan para pihak untuk mempercepat laju proyek. Ia mengatakan, “PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,”.

Langkah pengembangan panas bumi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, percepatan pengembangan panas bumi diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil impor. Bahlil juga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pencarian langkah alternatif untuk mendorong kedaulatan energi nasional.

Bahlil menyatakan, “Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geotermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator,” saat berbicara pada IIGCE 2026 di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam konteks potensi, Indonesia memiliki kemampuan panas bumi hingga 23,2 GW. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi produsen energi panas bumi nomor satu di dunia melalui Visi Panas Bumi 30.1 pada 2030.

Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Julfi Hadi menilai kolaborasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi panas bumi nasional. Julfi menuturkan, “Indonesia mempunyai local resources , mempunyai indigenous resources , yaitu panas bumi yang terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakteristik spesial bisa menjadi base load yang andal,”.

Julfi menambahkan bahwa panas bumi berkarakter sebagai energi terbarukan yang dapat menjadi sumber listrik base load yang andal dan tersedia luas. Ia mengatakan, “Satu-satunya base load renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kunci mutlak menuju Visi Panas Bumi 30.1 adalah kolaborasi,”.

Dengan demikian, upaya penyiapan 110 proyek hingga target kapasitas 7,9 GW pada 2033 diposisikan sebagai bagian dari strategi besar, yang tidak hanya bergantung pada skema pengembangan oleh PLN dan IPP, tetapi juga menempatkan kemitraan melalui GEECA serta SECA sebagai pengungkit percepatan.