Hukum & Kriminal

Pria Disidang Usai Unjuk Rasa Anti-Imigran di Portsmouth

×

Pria Disidang Usai Unjuk Rasa Anti-Imigran di Portsmouth

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Man in court following anti-migrant protests in Portsmouth

jurnalistik.co.id – Seorang pria, Del Leon Somerville (42), menjalani sidang setelah kerusuhan meletus dalam aksi protes yang menolak imigran di Portsmouth, Inggris.

Somerville, yang berdomisili di Paulsgrove, muncul di Portsmouth Magistrates Court dengan tuduhan melakukan violent disorder dan melakukan penyerangan terhadap seorang petugas polisi.

Dalam penampilannya di pengadilan, Somerville tidak mengajukan plea atau pembelaan apa pun.

Jaksa penuntut, Lucy Paddick, menyampaikan bahwa Somerville diduga melemparkan sebuah botol ke arah barisan polisi saat aksi berlangsung.

Jaksa juga menyebut bahwa terdakwa diduga didengar meneriakkan kata-kata kasar saat botol dilemparkan.

Selain itu, Somerville juga didakwa menendang seorang petugas polisi hingga menyebabkan kontak pada bagian paha kanan petugas tersebut.

Pengadilan memutuskan agar Somerville ditahan sementara, dengan agenda persidangan lanjutan di Portsmouth Crown Court pada 16 September.

Kronologi kerusuhan di Eastney Marina

Polisi dikerahkan ke Eastney Marina pada 6 September setelah ratusan demonstran memblokir jalan. Upaya itu dilakukan untuk menghentikan keberangkatan bus yang membawa 120 migran.

Para migran tersebut dilaporkan telah menyeberang melintasi Channel menggunakan sebuah perahu karet (dinghy) sebelum tiba di wilayah tersebut.

Gangguan di Eastney berlangsung hingga dini hari Senin. Dalam periode itu, Hampshire Police menyebut beberapa kendaraan mengalami kerusakan, termasuk kendaraan dari pihak coastguard dan Border Force.

Hampshire Police menambahkan bahwa sejumlah kecil petugas menerima perawatan di lokasi akibat cedera, namun tidak ada yang mengalami cedera serius.

Kerusuhan di Portsmouth diketahui terjadi setelah protes anti-imigran yang lebih terpisah berlangsung di Port of Dover sehari sebelumnya.

Pengamanan dan larangan penutup wajah

Menjelang rangkaian aksi berikutnya, kelompok South Coast Patriots diperkirakan akan menggelar demonstrasi di pusat kota Portsmouth pada waktu yang berbeda.

Sementara itu, Stand Up To Racism juga dijadwalkan mengadakan protes tandingan.

Hampshire Police telah mengingatkan bahwa peserta aksi yang memakai penutup wajah dapat menghadapi penangkapan.

Pasukan tersebut menyatakan akan menggunakan kewenangan berdasarkan Crime and Policing Act 2025 untuk “membolehkan protes yang damai serta mencegah kekerasan”.

Kewenangan itu diberlakukan untuk siapa pun yang terlibat dalam protes di dalam area peta yang ditetapkan polisi, dengan periode antara pukul 10:00 BST pada Sabtu hingga pukul 10:00 BST pada Minggu.

Pola pengetatan serupa juga diumumkan di wilayah lain. Staffordshire Police menyampaikan larangan penutup wajah untuk aksi yang direncanakan di Tamworth pada Sabtu, yang menurut Britain First akan menjadi apa yang mereka sebut “March for Remigration”.

Di Newcastle city centre, Northumbria Police juga menerapkan larangan yang sejenis.

Dengan demikian, kasus Somerville kini menjadi sorotan setelah tuduhan penyerangan terhadap petugas polisi muncul bersamaan dengan rangkaian protes anti-imigran yang melibatkan pengalihan lalu lintas dan gangguan di titik-titik tertentu.

Di persidangan itu, fokus penilaian berada pada rangkaian tindakan yang dituduhkan selama kerusuhan berlangsung. Selain dugaan pelemparan botol ke arah barisan polisi, jaksa juga menyampaikan bahwa terdakwa diduga menyertai insiden tersebut dengan teriakan kasar. Pengadilan kemudian turut menimbang tuduhan lain berupa penendangan terhadap seorang petugas polisi hingga menyebabkan kontak di bagian paha kanan petugas tersebut.

Rentetan gangguan yang melibatkan pengalihan lalu lintas dan kerusuhan di beberapa titik juga terlihat sebagai bagian dari rangkaian aksi protes yang bergulir berdekatan waktunya. Hampshire Police menyebut bahwa penugasan aparat di Eastney Marina dimulai pada 6 September, ketika ratusan demonstran memblokir jalan untuk menghentikan keberangkatan bus yang membawa 120 migran. Kerusuhan dilaporkan berlanjut hingga dini hari Senin, dengan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, termasuk kendaraan dari pihak coastguard dan Border Force, sementara penanganan cedera dilaporkan hanya bersifat ringan.

Sejalan dengan itu, perhatian juga tertuju pada rencana aksi berikutnya di Portsmouth. Hampshire Police memperingatkan bahwa peserta yang menggunakan penutup wajah berisiko menghadapi penangkapan, sambil menyebut penggunaan kewenangan berdasarkan Crime and Policing Act 2025. Ketentuan tersebut berlaku bagi siapa pun yang terlibat dalam protes di area peta yang ditetapkan polisi selama periode antara pukul 10:00 BST pada Sabtu hingga pukul 10:00 BST pada Minggu, dan pola pengetatan serupa juga diumumkan di wilayah lain.