Peristiwa

Polsek Telaga Tuntaskan Kebakaran Lahan di Desa Luhu, Dugaan Berawal dari Tumpukan Sampah

×

Polsek Telaga Tuntaskan Kebakaran Lahan di Desa Luhu, Dugaan Berawal dari Tumpukan Sampah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polsek Telaga Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Luhu, Diduga Berasal dari Tumpukan Sampah

jurnalistik.co.id – Personel Polsek Telaga turun langsung menangani kebakaran lahan yang melanda Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (12/9/2026). Penanganan dilakukan setelah laporan warga masuk dan api diketahui mulai muncul di area yang relatif dekat permukiman.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, kobaran api diketahui pertama kali sekitar pukul 09.00 WITA. Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berupaya mengamankan situasi dengan meminta bantuan dari orang-orang sekitar serta menginformasikan ke pihak terkait.

Salah satu saksi, Risna Rajiku (40), menyebut melihat api pada lahan kosong yang berada di belakang rumahnya. Ia mengatakan api terlihat menyala di area yang selama ini tidak digunakan secara aktif, sehingga dikhawatirkan cepat merambat bila tidak segera ditangani.

Risna lantas menghubungi warga sekitar untuk ikut membantu. Setelah bantuan dihimpun, ia juga meneruskan informasi agar diteruskan kepada aparat desa, dengan harapan petugas penanganan kebakaran dapat segera datang ke lokasi.

Saksi lain, Irma (40), turut menceritakan bahwa ia juga menyaksikan adanya api tidak jauh dari kawasan permukiman. Dari pengamatannya, api terlihat menyala pada bagian lahan yang berdekatan dengan lingkungan warga, sehingga perhatian langsung tertuju pada upaya pencegahan perluasan titik api.

Irma kemudian meminta bantuan kepada Risna Rajiku untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Langkah koordinasi antarwarga itu dilakukan agar penanganan tidak terlambat, terutama mengingat kondisi lahan yang berpotensi mudah terbakar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, piket Polsek Telaga mendatangi lokasi sekitar pukul 13.00 WITA. Kedatangan personel dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berlangsung secara terarah serta mencegah api kembali membesar.

Di lokasi, personel melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Selain itu, digunakan pula selang milik warga sebagai bagian dari upaya penanganan awal di lapangan.

Berdasarkan keterangan sementara dari warga, kebakaran diduga bermula dari tumpukan sampah yang berada di lahan kosong tersebut. Dugaan itu disampaikan sebagai informasi awal yang beredar di lingkungan setempat, sambil menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemadaman, personel Polsek Telaga melanjutkan upaya untuk memastikan kobaran api benar-benar padam. Fokus utama diarahkan agar tidak ada bara atau percikan yang memungkinkan api merambat kembali ke area permukiman warga di sekitar lokasi.

Upaya pemantauan tetap dilakukan selama proses penanganan berlangsung. Personel memastikan kondisi di titik terdampak tidak menunjukkan tanda penyalaan ulang yang dapat menimbulkan bahaya bagi warga sekitar.

Imbauan agar kebakaran tidak terulang

Di samping penanganan di lokasi, polisi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Imbauan tersebut menekankan agar warga tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya saat kondisi lahan mudah terbakar.

Melalui imbauan ini, pihak kepolisian berharap warga lebih berhati-hati dalam mengelola lingkungan. Langkah pencegahan dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan risiko terhadap permukiman dapat diminimalkan.

Hingga proses pemadaman selesai dilakukan, personel terus mengupayakan agar api tidak kembali merambat. Penanganan yang dilakukan secara langsung di lapangan menunjukkan respons cepat setelah laporan awal diterima dari warga Desa Luhu.

Peristiwa kebakaran lahan ini menjadi perhatian karena lokasi kejadian berada di lahan kosong yang berdekatan dengan lingkungan warga. Selain pemadaman, koordinasi antarwarga dan aparat yang terlibat sejak awal juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

Polsek Telaga menyatakan bahwa penanganan dilakukan dengan memastikan kondisi sekitar tetap aman pascapemadaman. Dengan demikian, potensi bahaya lanjutan dapat dihindari, sementara informasi awal terkait dugaan penyebab kebakaran tetap menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti.