Peristiwa

62 Personel Polda Gorontalo Padamkan Kebakaran Lahan di Lombongo, Suwawa Tengah

×

62 Personel Polda Gorontalo Padamkan Kebakaran Lahan di Lombongo, Suwawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PERSONIL DIT SAMAPTA DAN TIM GABUNGAN PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI LOMBONGO SUWAWA TENGAH

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo bersama personel Direktorat Samapta dan Tim Gabungan berhasil memadamkan kebakaran lahan di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango pada Kamis, 10 September 2026.

Kebakaran pertama kali terlihat pada pukul 16.23 WITA. Sejumlah upaya kemudian dilakukan secara bertahap hingga titik api dinyatakan padam total.

Rangkaian respons di lokasi

Damkar Kabupaten Bone Bolango meminta dukungan melalui bantuan 1 Unit Rantis Karhutla Dit Samapta pada pukul 16.45 WITA.

Selanjutnya, personel Unit Pammat Dit Samapta tiba di lokasi pada pukul 17.25 WITA. Dengan kedatangan personel tambahan, proses penanganan difokuskan pada pemadaman dan pengendalian rambatan api.

Komandan lapangan menyebutkan keterlibatan unsur dari berbagai instansi. Dir Samapta Polda Gorontalo, Kombespol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K mengungkapkan bahwa operasi melibatkan 62 personel gabungan.

Rincian personel tersebut terdiri dari 24 personel Dit Samapta, 20 personel Polres Bone Bolango, 12 personel Damkar Bone Bolango, 2 personel Polsek Suwawa, 2 personel TNI, serta 2 personel PMI Provinsi Gorontalo.

“Objek yang terbakar berupa lahan di atas gunung yang ditumbuhi rumput liar dan pepohonan bambu. Kendala utama berupa akses jalan sempit dan lokasi titik api di pinggir tebing yang cukup curam,” ujar Dir Samapta.

Api padam namun sempat kembali menyala

Menurut informasi di lapangan, api sempat berhasil dipadamkan pada pukul 20.00 Wita. Meski demikian, kebakaran kembali menyala pada pukul 20.55 Wita.

Rangkaian penanganan kemudian dilanjutkan setelah menunggu suplai air. Personel melakukan pemadaman lanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi medan.

Kobaran api akhirnya berhasil dihentikan secara menyeluruh pada pukul 23.57 Wita. Setelah itu, proses pendinginan dilakukan sampai seluruh titik panas benar-benar terkendali.

Pemadaman dinyatakan tuntas pada pukul 01.00 Wita. Langkah pendinginan ini menjadi bagian penting untuk memastikan tidak terjadi penyalaan ulang di area yang sama.

Apresiasi dan imbauan kepada masyarakat

Dir Samapta juga menyampaikan apresiasi atas kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penanganan.

“Kami apresiasi sinergitas seluruh unsur. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami imbau masyarakat tidak membakar lahan dan segera melapor jika melihat titik api,” tegas alumni Akpol 2000 MS.

Dengan selesainya proses pemadaman dan pendinginan, tim gabungan kemudian berfokus pada evaluasi penanganan di lokasi kejadian. Penyelidikan terkait penyebab kebakaran tetap menjadi tahapan yang berjalan setelah operasi ditutup.

Kebakaran lahan di Desa Lombongo ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas satuan, khususnya saat medan berada di area berbukit dan akses menuju titik api terbatas.

Langkah penanganan yang melibatkan rantis, personel gabungan, serta proses pemadaman berulang sampai pendinginan tuntas menjadi dasar untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Seiring berjalannya penyelidikan, imbauan agar masyarakat tidak membakar lahan dan segera melaporkan titik api tetap ditegaskan. Respons cepat di awal kebakaran disebut menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian kondisi di lapangan.

Sejak api pertama kali dilaporkan pada pukul 16.23 WITA, penanganan dilakukan berjenjang sesuai perkembangan di lapangan. Ketika kebutuhan peralatan dan personel dinilai meningkat, bantuan tambahan diminta agar proses pemadaman bisa berjalan lebih cepat dan lebih terarah.

Setelah bantuan resmi masuk, personel yang tiba kemudian mengutamakan upaya pengendalian agar rambatan tidak melebar mengikuti hamparan vegetasi yang kering. Kondisi medan seperti akses jalan yang sempit dan lokasi titik api di pinggir tebing curam turut memengaruhi cara kerja di lokasi.

Walau titik api sempat dinyatakan padam pada pukul 20.00 WITA, kebakaran kembali menunjukkan aktivitas pada 20.55 WITA. Tim kemudian melanjutkan pemadaman lanjutan dengan memperhatikan ketersediaan air, hingga akhirnya pemadaman menyeluruh dicapai dan proses pendinginan diteruskan sampai pemadaman tuntas pukul 01.00 WITA.

Menjelang penutupan operasi, fokus bergeser pada evaluasi serta memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sampai pengendalian benar-benar stabil. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab kebakaran tetap berlangsung, dan himbauan agar masyarakat tidak membakar lahan serta segera melapor bila menemukan titik api terus ditegaskan.