jurnalistik.co.id – Lima orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah sebuah bus wisata mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Alpen bagian tenggara Swiss, menurut keterangan polisi.
Kecelakaan terjadi pada Kamis sore (waktu setempat) di area pekerjaan jalan, ketika bus menabrak pembatas pengaman, kemudian keluar dari jalur dan terguling di antara Susch dan Zernez, kawasan Graubünden.
Polisi Swiss mengatakan pada Jumat bahwa identitas korban tewas belum diumumkan.
Di dalam bus terdapat 40 penumpang lainnya yang mengalami beragam tingkat luka, mulai dari serius hingga ringan. Tim penyelamat membawa para korban ke rumah sakit menggunakan helikopter penyelamat serta unit ambulans.
Menurut laporan, bus tersebut berangkat dari Belanda pada Senin. Saat kejadian, bus berada dalam perjalanan wisata harian dari Austria menuju Swiss.
“this great tragedy”, demikian pernyataan yang disampaikan keluarga kerajaan Belanda dalam pesan duka mereka kepada pihak-pihak yang terdampak.
Dukungan dan belasungkawa juga datang dari pejabat pemerintah dan tokoh kenegaraan Belanda. Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menyampaikan bahwa pemikirannya menyertai semua pihak yang terlibat dalam insiden ini.
Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima menyatakan “hearts went out to everyone affected” dalam merespons kabar tragedi besar tersebut.
Sementara itu, Presiden Swiss Guy Parmelin menyampaikan ia “deeply shocked” melalui akun X serta menawarkan “sincere condolences” kepada keluarga para korban.
Berita Terkait
Graubünden cantonal police menyebut terdapat tiga orang yang mengalami luka serius. Dalam proses evakuasi, melibatkan total tujuh helikopter dari Swiss dan Austria, selain unit pemadam kebakaran.
Penyelamatan juga melibatkan Plaiv road rescue service. Otoritas setempat menyebut kantor jaksa penuntut umum dan kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian keadaan yang menyebabkan kecelakaan.
Kecelakaan terjadi di jalur yang menghubungkan dua titik kunjungan di wilayah Graubünden, yakni Susch dan Zernez. Zernez dikenal sebagai pintu masuk bagi pengunjung menuju Swiss National Park, kawasan cagar alam Alpen yang membentang lebih dari 100 kilometer persegi di Lembah Engadine.
Sejauh ini, pihak berwenang masih belum memberikan detail tambahan terkait penyebab pasti tabrakan, termasuk bagaimana bus berakhir melewati pembatas di area pekerjaan jalan.
Polisi menegaskan proses penanganan korban berlangsung bersama tim penyelamat dan layanan medis, sembari menunggu hasil pemeriksaan terkait kondisi di lokasi serta faktor yang berkontribusi pada insiden.
Dengan jumlah korban yang beragam, penanganan intensif dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang memperoleh perawatan sesuai tingkat cederanya. Investigasi akan terus berjalan untuk memastikan informasi yang diperoleh dapat menjelaskan kronologi kecelakaan secara menyeluruh.
Warga dan pengunjung di wilayah tersebut diharapkan tetap mengikuti pembaruan resmi dari pihak kepolisian dan otoritas terkait, terutama terkait identifikasi korban tewas serta perkembangan penyelidikan.
Dalam tahap awal penanganan, pihak kepolisian menempatkan fokus pada pemeriksaan lapangan dan koordinasi layanan medis, termasuk penanganan penumpang dengan luka serius hingga ringan. Proses ini dilakukan bersamaan dengan upaya evakuasi agar seluruh korban segera mendapatkan layanan sesuai kebutuhan masing-masing.
Lokasi kejadian berada di jalur antara Susch dan Zernez di Graubünden, wilayah yang menjadi rute penting bagi aktivitas kunjungan wisata menuju kawasan alam Alpen. Karena insiden berlangsung di area pekerjaan jalan, otoritas menyebut pemeriksaan akan menelusuri bagaimana bus bisa berujung pada kontak dengan pembatas pengaman sebelum terguling.
Dukungan moral juga terus mengalir lintas negara seiring berlangsungnya investigasi. Belanda menyampaikan pesan duka melalui pernyataan resmi keluarga kerajaan dan pejabat pemerintah, sedangkan otoritas Swiss menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan penyelidikan berjalan untuk merangkai kronologi kecelakaan secara utuh.









