jurnalistik.co.id – Brittish media melaporkan bahwa Matthew Wright, mantan chief executive Southern Water, hadir di Bromley Magistrates’ Court pada hari Jumat. Ia menjadi terdakwa dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan pengaturan uji kualitas air untuk menghindari konsekuensi finansial.
Wright berusia 60 tahun, dan dalam persidangan ia muncul bersama tiga mantan kolega dari perusahaan. Mereka adalah Philip Barker (57), Clive Massey (64), serta Mark Gregory (63).
Dalam dakwaan, Wright dan keempat rekan tersebut dituduh melakukan konspirasi untuk melakukan penipuan (conspiracy to defraud) terhadap Environment Agency dan regulator air, Ofwat. Wright menyangkal perbuatan yang dituduhkan.
Jaksa menyatakan, tindak yang diduga dilakukan berlangsung sejak Januari 2012 hingga Desember 2017. Menurut penuduhan, kelompok terdakwa mengubah skema pemeriksaan mandiri (self-monitoring) dengan menjalankan kejadian uji yang dibuat-buat berupa “no-flow events” di instalasi pengolahan air limbah. Langkah itu, menurut dakwaan, dimaksudkan agar hasil pemeriksaan lingkungan tidak berujung pada kegagalan yang seharusnya tercatat.
Penuduhan juga menyebut bahwa rangkaian dugaan tindakan tersebut dapat menghindari denda senilai £45 juta atau bahkan lebih tinggi. Di konteks dakwaan, tim juga menempatkan persoalan pada bagaimana rezim pemantauan diperlakukan agar penilaian regulator tidak menunjukkan kondisi gagal.
Selain Wright dan tiga terdakwa lainnya, pengadilan juga menampilkan tiga orang yang didakwa atas pelanggaran yang sama. Mereka adalah Mark Butler (45), David James (58), dan Terry Stephens (67), yang semuanya juga hadir pada hari yang sama.
Sejumlah elemen posisi para terdakwa dijelaskan dalam putusan High Court sebelumnya. Putusan tersebut menyatakan bahwa Barker, Massey, dan Gregory pada masa dugaan pelanggaran berstatus sebagai petugas atau manajer operasi senior di Southern Water.
Berita Terkait
Dalam laporan proses persidangan, District Judge Stephen Leake menyatakan ia yakin bahwa dakwaan tersebut “related”. Setelah itu, perkara diarahkan ke Maidstone Crown Court, dan para terdakwa dijadwalkan kembali muncul pada 9 Oktober.
Mengenai cara kehadiran, Wright, Gregory, dan Butler datang langsung ke pengadilan. Sementara itu, para terdakwa lain mengikuti persidangan melalui tautan video. Seluruh terdakwa—tujuh orang—diberikan jaminan tanpa syarat (unconditional bail).
Pihak kuasa hukum Wright menyampaikan setelah sidang High Court terdahulu bahwa Wright tidak mengakui adanya kesalahan. Ia juga disebut telah bekerja sama dengan penyelidikan yang dilakukan Environment Agency.
Kasus ini juga terhubung dengan proses penegakan terhadap Southern Water. Perusahaan dilaporkan telah didakwa secara terpisah atas puluhan pelanggaran karena gagal memenuhi kondisi izin lingkungan (environmental permit conditions). Dengan kata lain, selain tuduhan konspirasi terhadap individu-individu, terdapat pula gugatan tersendiri terhadap perusahaan terkait kepatuhan perizinan.
Southern Water menyediakan layanan air dan pengolahan air limbah untuk lebih dari empat juta pelanggan di Hampshire, Kent, Sussex, serta Isle of Wight. Instalasi pengolahan air limbah hanya dapat beroperasi jika memiliki izin lingkungan yang dikeluarkan Environment Agency.
Sejak 2009, effluent yang telah diolah diuji melalui skema “operator self-monitoring”. Dalam skema ini, terdapat pemeriksaan tanpa pemberitahuan (unannounced checks) yang dilakukan oleh tim yang bekerja terpisah dari pihak yang mengoperasikan instalasi. Hasilnya kemudian dibagikan kepada Environment Agency dan Ofwat, dengan denda atau sanksi yang diberlakukan bila kondisi izin tidak dipenuhi.
Namun, penjelasan di tingkat sistem menunjukkan adanya pengecualian saat aliran (flow) saat pengambilan sampel terlalu rendah sehingga sampel tidak dapat diambil. Kondisi semacam itu dikenal sebagai “no-flow event” dan disebut tidak dicatat sebagai kegagalan.
Untuk latar belakang pribadi Wright, ia bergabung dengan Southern Water dari United Utilities pada 2011 dan keluar pada Desember 2016. Setelah itu, ia melanjutkan karier menjadi managing director di perusahaan energi angin lepas Orsted, serta kemudian memegang peran senior di perusahaan energi lainnya.












