Peristiwa

Kildare: Otopsi lima remaja yang tewas dalam tabrakan dua kendaraan di M9 akan dilakukan

×

Kildare: Otopsi lima remaja yang tewas dalam tabrakan dua kendaraan di M9 akan dilakukan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kildare: Post-mortems of five teenagers killed in M9 two-vehicle crash to take place

jurnalistik.co.id – Pemeriksaan pascameninggal (otopsi) dijadwalkan dilakukan terhadap lima remaja laki-laki yang tewas dalam tabrakan dua kendaraan di M9, County Kildare, Irlandia.

Kecelakaan terjadi saat mobil yang dikendarai remaja-remaja tersebut melaju dari arah yang salah di jalan raya tersebut dan kemudian bertabrakan langsung (head-on) dengan sebuah mobil lain. GardaĂ­ menyampaikan bahwa insiden ini tidak didahului pengejaran sebelum tabrakan terjadi.

Menurut laporan, tabrakan berlangsung sekitar pukul 03:00 waktu setempat pada Minggu, di segmen M9 antara Junction 3 dan Junction 4, tepatnya di Moone. Tabrakan itu menyebabkan lima korban remaja laki-laki meninggal dunia.

Di mobil kedua, terdapat tiga perempuan serta seorang anak. Tiga perempuan terdiri dari dua orang berusia pada kisaran awal hingga akhir tiga puluhan dan satu perempuan lainnya di usia 20-an. Korban tambahan adalah seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun.

Keempat orang di mobil kedua mengalami luka serius. Dua perempuan dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sementara satu perempuan lainnya dan bocah tujuh tahun berada dalam kondisi serius.

RTE melaporkan bahwa keluarga korban di mobil kedua berasal dari wilayah Carlow. RTE juga menambahkan bahwa beberapa dari lima remaja laki-laki yang tewas memiliki hubungan kuat dengan Kota Carlow serta Athy di County Kildare.

Dalam pernyataan terkait kronologi, GardaĂ­ menyebut bahwa mobil remaja melaju di lajur yang seharusnya tidak digunakan pada carriageway. Kendaraan tersebut bergerak pada jalur yang mengarah selatan, namun berada pada carriageway yang seharusnya mengarah utara, sebelum akhirnya menghantam mobil kedua.

Investigasi lanjutan dan pernyataan kepolisian

Pihak Ombudsman Kepolisian Republik Irlandia (Fiosrú) menyatakan bahwa mereka menjalankan penyelidikan tersendiri atas kecelakaan tersebut. Di sisi lain, Garda Representative Association (GRA) menyoroti bahwa personel kepolisian tidak dilatih untuk melakukan pengejaran terhadap kendaraan curian yang “melaju dari arah yang salah” di jalan raya.

Vice president GRA, John Joe O’Connell, mengatakan perlu ditemukan cara yang tepat untuk menanggapi situasi ketika remaja laki-laki mencuri mobil dan mempertaruhkan keselamatan diri maupun orang lain, yang ia ibaratkan sebagai “Russian roulette”. Ia juga menilai ada kecenderungan kelompok yang berusaha “saling mengungguli” di media sosial melalui video interaksi mereka dengan Gardaí.

Menurut O’Connell, tindakan tersebut kerap berbentuk upaya menciptakan situasi pengejaran, kemudian melaju ke arah yang salah di jalan berjalur ganda atau motorways, sambil merekamnya untuk mendapatkan “likes”.

Garda Commissioner Justin Kelly menggambarkan para korban yang terluka sebagai “anggota keluarga” yang “berpergian tanpa mencurigai apa pun” ketika mereka terserang oleh kendaraan yang melaju di sisi yang salah. Ia menyebut insiden ini sebagai “kecelakaan mengerikan” sekaligus mencirikan perilaku mengemudi tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan membahayakan.

Kelly menambahkan bahwa perilaku sembrono itu dinilai makin menyakitkan karena dalam sejumlah kasus dilakukan demi kepuasan media sosial, mengabaikan dampak yang bisa menghancurkan bagi orang yang tidak bersalah maupun bagi pelaku sendiri. Ia juga menekankan bahwa polisi berupaya menghentikan kendaraan, sambil tetap mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lain.

Kelly menyatakan bahwa petugas berada dalam situasi yang menantang saat menangani insiden seperti ini.

Reaksi pejabat daerah dan gambaran di lokasi kejadian

Anggota dewan Ivan Keatley dari Fine Gael mengatakan ia memahami alarm awal dipicu oleh seorang pengendara yang “menemukan pemandangan yang mengerikan” di lokasi. Keatley menyebut layanan darurat hadir “hampir segera” setelah kejadian.

Ia menjelaskan bahwa pemandangan di lokasi kecelakaan terlihat dari jembatan motorways setempat. Keatley menilai kondisinya sangat serius, sampai ia menggambarkan keadaan dua mobil yang terlibat sebagai sesuatu yang sulit digambarkan selain “mengerikan”.

Keatley juga mengatakan dugaan keluarganya—yang berada di mobil kedua—sedang dalam perjalanan menuju bandara untuk berlibur. Ia menuturkan, pada awalnya muncul rasa kaget dan tidak percaya, namun kemudian berkembang menjadi kemarahan karena insiden seperti ini bisa terjadi.

Keatley menyampaikan bahwa pikirannya dan doa-doanya ditujukan kepada keluarga para korban, sembari berharap pihak-pihak lain yang terluka dapat pulih. Ia turut mengatakan kecelakaan ini “mengikuti pola”, merujuk pada dua insiden serupa di M50 di Dublin dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan otopsi yang dijadwalkan dilakukan pada tubuh kelima korban remaja, penyelidikan menyeluruh dari otoritas kepolisian dan pengawasan independen diharapkan dapat memperjelas rangkaian peristiwa sebelum tabrakan terjadi.