jurnalistik.co.id – Operasi pencarian terhadap korban KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan memasuki hari kedua pada Kamis (13/8/2026). Hingga hari itu, tim SAR gabungan melaporkan belum ada tanda-tanda kelima korban yang dicari.
Di hari kedua, pencarian difokuskan dengan penguatan armada udara. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter dan memperluas area pencarian ke arah barat daya hingga sejauh 16 mil laut (nautical mile/NM) dari titik terakhir kapal terbakar.
Selain penyisiran di sekitar lokasi kejadian, tim juga melakukan pencarian di perairan Sekotong serta sejumlah pulau kecil di wilayah tersebut. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian berdasarkan kondisi lapangan dan kemungkinan pergeseran korban.
Walau wilayah pencarian telah diperlebar, hasil pada hari kedua masih belum menunjukkan kelima korban ditemukan. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyatakan, “Namun tidak ditemukan tanda-tanda korban,” pada Kamis (13/8/2026).
Karena itu, proses pencarian direncanakan berlanjut pada hari berikutnya. Operasi SAR dipaparkan akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga, Jumat (14/8/2026).
Sejak kejadian Rabu (12/8/2026), operasi pencarian dan penanganan korban terus berjalan. Pada perkembangan terbaru hingga Kamis (13/8/2026), tercatat sebanyak 212 orang dari KMP Putri Yasmin telah dievakuasi.
Dari total tersebut, 211 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Rincian ini menjadi dasar pembaruan jumlah korban yang terdata selama proses evakuasi berlangsung.
Berikut lima nama korban yang hingga Kamis (13/8/2026) masih belum ditemukan: Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Berita Terkait
Selain pencarian korban, proses pendataan juga menjadi perhatian karena adanya perbedaan antara jumlah dalam manifes dan data yang terdata di lapangan. Perwira Operasi Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Kuntri Prihanto menyampaikan terdapat selisih 56 orang antara data penumpang dalam manifes dan jumlah korban yang terdata faktual.
Menurut Kuntri, penumpang kapal sesuai manifes tercatat 131 orang, sementara data real korban sebanyak 187 orang. Ia menjelaskan selisih itu terjadi karena nama penumpang tertentu—terutama sopir truk yang tercatat dalam manifes—tidak dihitung sebagai penumpang yang berada di dalam kendaraan angkutan tersebut.
Kuntri juga menyebutkan bahwa total orang yang berada di dalam kapal berdasarkan pendataan sementara mencapai 212 orang. Dari jumlah itu, 211 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal, sehingga angka evakuasi yang dilaporkan tetap merujuk pada hasil pendataan sementara di lapangan.
Lebih rinci, tercatat ada 17 anak buah kapal (ABK), tiga petugas cleaning service, satu petugas keamanan, satu orang pengganti koki, serta dua kru kantin. Sementara itu, berdasarkan pendataan kendaraan, jumlah yang terdata meliputi 57 sepeda motor, empat kendaraan pribadi, lima pickup, dan 13 truk.
Kapasitas KMP Putri Yasmin juga disebutkan tercatat 212 penumpang. Adapun kapasitas kendaraan roda dua yang tercatat 36 unit, dan kapasitas kendaraan roda empat sebanyak 19 unit.
Dengan demikian, sementara pencarian hari ketiga dijadwalkan pada Jumat (14/8/2026), tim SAR tetap memusatkan upaya di area yang diperluas serta melakukan penyesuaian berdasarkan temuan lapangan. Target utamanya tetap sama, yakni menemukan kelima korban yang hingga Kamis (13/8/2026) belum ditemukan.
Memasuki hari kedua, penyisiran tidak hanya dilakukan di sekitar titik kejadian, tetapi juga diarahkan mengikuti kemungkinan pergeseran korban di perairan sekitarnya. Tim SAR memadukan penyisiran permukaan dengan penggunaan armada udara untuk memperbesar peluang temuan, dengan cakupan yang diperluas ke barat daya hingga sekitar 16 mil laut dari titik terakhir kapal terbakar. Di saat yang sama, pencarian juga merambah wilayah Sekotong serta gugus pulau kecil di sekitar area tersebut.
Di sisi lain, pembaruan data menjadi bagian penting dari operasi karena angka yang tercantum di manifes tidak sepenuhnya sejalan dengan pendataan lapangan. Perwira Operasi Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Kuntri Prihanto menyebut selisih 56 orang, dengan manifes mencatat 131 penumpang, sedangkan jumlah korban yang terdata faktual mencapai 187 orang. Penjelasannya terkait nama tertentu—terutama sopir truk dalam dokumen manifes—yang tidak dihitung sebagai penumpang di dalam kendaraan angkutan. Dari pendataan sementara, total orang di kapal terpantau 212, terdiri atas 211 selamat dan satu meninggal, dengan rincian ABK 17 orang, cleaning service tiga orang, petugas keamanan satu orang, pengganti koki satu orang, serta dua kru kantin, sementara pendataan kendaraan mencakup 57 sepeda motor, empat kendaraan pribadi, lima pickup, dan 13 truk.












