jurnalistik.co.id – Seorang wanita berinisial J (43) tewas setelah terjebak di dalam rumah yang terbakar di Lima Purut, Jorong Lima Purut Timur, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Selasa (11/8/2026) dini hari.
Menurut keterangan petugas, J diduga sempat keluar bersama anggota keluarganya ketika api mulai membesar, namun kemudian nekat kembali ke dalam bangunan untuk menyelamatkan barang berharga.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Lima menit berselang, tepatnya pukul 03.50 WIB, Posko Pemadam Kebakaran Kinali menerima laporan dari warga sekitar.
Kebakaran melanda satu unit rumah semi permanen di lokasi kejadian. Rumah tersebut ludes terbakar, termasuk sebagian besar bagian di dalamnya.
Kronologi singkat kejadian
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pasaman Barat Handoko mengatakan, saat kebakaran terjadi terdapat empat anggota keluarga di dalam rumah. Mereka terdiri dari pemilik rumah Sukeo, istrinya J, serta dua anak mereka.
Handoko menjelaskan bahwa “Kebakaran bermula saat keluarga sedang berada di dalam rumah.” Api kemudian diketahui mulai merembet sehingga penghuni berusaha menyelamatkan diri.
Seluruh penghuni sempat keluar rumah untuk menghindari bahaya, sekaligus membawa sebagian barang dari dalam rumah. Namun, J diduga kembali masuk ke bangunan untuk mengambil barang berharga lainnya.
Setelah kembali, J kemudian terjebak di ruangan bagian belakang rumah. Proses evakuasi dilakukan setelah api berhasil dipadamkan oleh regu pemadam kebakaran.
Berita Terkait
Diduga berasal dari api kompor
Handoko menyampaikan penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari api kompor yang digunakan untuk memasak sebelum api merembet ke seluruh bagian rumah.
“Penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari api kompor yang sedang digunakan untuk memasak sebelum merembet ke seluruh bagian rumah,” kata Handoko.
Dari kejadian ini, kerusakan bangunan diperkirakan mencapai 100 persen. Hampir seluruh bagian rumah ikut terbakar, mulai dari dapur, ruang tamu, hingga kamar tidur.
Selain struktur rumah, dokumen penting dan perabot rumah tangga juga ikut hangus dalam kebakaran. J sebagai korban dilaporkan dievakuasi setelah proses pemadaman selesai dilakukan.
Hingga laporan ini disusun, informasi yang tersedia masih menekankan keterangan petugas mengenai dugaan sumber api serta rangkaian upaya penyelamatan yang sempat dilakukan anggota keluarga sebelum akhirnya J terjebak di bagian belakang rumah.
Kejadian ini bermula ketika api mulai membesar di rumah semi permanen tersebut. Di saat sebagian keluarga sempat berada di luar bangunan untuk menghindari ancaman, korban yang merupakan istri dari pemilik rumah justru dilaporkan memilih kembali masuk demi menyelamatkan barang berharga yang masih berada di dalam.
Waktu kejadian juga menjadi perhatian dalam laporan sementara. Peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 03.45 WIB, lalu lima menit kemudian warga melaporkan kebakaran ke Posko Pemadam Kebakaran Kinali. Sejak menerima laporan, petugas melakukan respons lapangan hingga api berhasil dikendalikan dan proses evakuasi dapat dilaksanakan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat kebakaran terjadi terdapat empat anggota keluarga di dalam rumah. Setelah upaya penyelamatan dilakukan, J akhirnya terjebak di bagian belakang bangunan yang terkena penjalaran api. Korban kemudian dievakuasi setelah pemadaman selesai, sehingga regu pemadam dapat menjangkau lokasi tempat korban berada.
Selain kerugian pada bangunan, dampak kebakaran juga meliputi hilangnya dokumen penting serta berbagai perabot rumah tangga. Petugas memperkirakan kerusakan mencapai 100 persen, dengan hampir seluruh area rumah hangus, termasuk dapur, ruang tamu, hingga kamar tidur. Hingga saat ini, informasi yang beredar masih berpegang pada keterangan petugas mengenai rangkaian dugaan sumber api dan proses penyelamatan sebelum korban ditemukan.











