Peristiwa

Otorita IKN Antisipasi Karhutla Kalimantan Timur lewat Operasi Modifikasi Cuaca, bawa 800 kg NaCl

×

Otorita IKN Antisipasi Karhutla Kalimantan Timur lewat Operasi Modifikasi Cuaca, bawa 800 kg NaCl

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IKN Waspada Kebakaran Hutan dengan Tabur Garam di Udara, untuk Apa?

jurnalistik.co.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan langkah pencegahan kebakaran hutan menjadi prioritas, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur dan area Ibu Kota Nusantara. Salah satu upaya yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama beberapa instansi terkait.

Dalam keterangan yang dikutip pada Selasa, 25/8/2026, OIKN menyebutkan OMC dilakukan di wilayah Kalimantan Timur dan IKN pada Sabtu, 22/8/2026. Kegiatan itu melibatkan TNI Angkatan Udara, BMKG, BPBD, serta sejumlah instansi lain.

Otorita menjelaskan, OMC dijalankan sebagai bagian dari antisipasi menghadapi kondisi musim kering. Tujuannya, menurut OIKN, adalah untuk menekan risiko kebakaran hutan yang dapat berkembang ketika kekeringan meningkat.

ā€œOperasi ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kering, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan,ā€ tulis OIKN. Kalimat tersebut menegaskan bahwa operasi tidak berdiri sendiri, melainkan ditempatkan sebagai respons terhadap dinamika cuaca dan dampaknya terhadap potensi kebakaran.

Pada penerbangan pertama, pesawat Casa 212 A-2105 diberangkatkan dari Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan. Pesawat membawa 800 kilogram bahan semai NaCl yang ditujukan untuk awan potensial di kawasan utara IKN.

Penentuan titik sasaran dalam operasi, kata OIKN, bertumpu pada pemantauan awan agar penyemaian dapat dilakukan pada lokasi yang tepat. Pemantauan itu juga dikaitkan dengan kebutuhan keselamatan penerbangan, karena prosedur operasi harus tetap mengutamakan aspek keamanan.

Di Kalimantan Timur, kondisi yang disebutkan OIKN adalah hujan tidak turun selama hampir dua pekan. Dalam situasi seperti itu, pemantauan awan menjadi kunci agar langkah yang ditempuh tetap terarah, tidak semata-mata dilakukan sebagai rutinitas.

Otorita juga menyampaikan bahwa kerja lintas unsur turut memperkuat upaya pencegahan Karhutla. Kolaborasi tersebut mencakup peran berbagai lembaga yang terlibat dalam operasi, sekaligus mendukung tujuan yang lebih luas bagi pengelolaan dampak kekeringan di wilayah sekitar.

Dari sisi manfaat yang ditekankan, OIKN menyebut upaya ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di Nusantara dan wilayah sekitarnya. Dengan demikian, operasi dimaknai bukan hanya untuk merespons risiko kebakaran, tetapi juga untuk menopang aspek ketersediaan air ketika curah hujan menurun.

OIKN menutup dengan menegaskan penguatan pencegahan kebakaran lahan ketika kondisi lapangan sedang meningkat risikonya. ā€œKerja bersama lintas unsur ini juga memperkuat langkah pencegahan Karhutla, terutama saat BPBD mencatat ratusan titik kejadian kebakaran lahan di Kalimantan Timur sepanjang Agustus,ā€ tutup OIKN.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa operasi OMC diposisikan sejalan dengan informasi lapangan yang dikumpulkan BPBD. Ketika laporan menunjukkan banyaknya titik kejadian kebakaran lahan selama Agustus, OIKN menyatakan pencegahan dilakukan dengan langkah yang lebih terkoordinasi dan berlapis.

Secara keseluruhan, OMC yang dijalankan bersama TNI Angkatan Udara, BMKG, dan BPBD menjadi bagian dari strategi antisipatif menghadapi kekeringan dan potensi kebakaran di wilayah IKN maupun sekitarnya. Penjadwalan penerbangan, penggunaan Casa 212 A-2105, serta penyiapan 800 kg NaCl diarahkan pada awan potensial di area utara IKN, dengan tetap memastikan penyemaian dilakukan pada titik yang tepat dan aman.

Dalam pelaksanaan OMC, penjadwalan menjadi bagian penting dari persiapan ketika kondisi musim menunjukkan potensi kering. Pada Sabtu, 22/8/2026, operasi disusun dengan mengikutsertakan TNI Angkatan Udara serta dukungan BMKG dan BPBD, lalu dijalankan melalui penerbangan pertama menggunakan Casa 212 A-2105 dari Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

Pesawat tersebut membawa 800 kilogram bahan semai NaCl yang diarahkan untuk awan potensial di wilayah utara IKN. OIKN menekankan bahwa prosesnya tidak hanya mengejar penyemaian, tetapi juga mengandalkan pemantauan awan agar penentuan lokasi tetap presisi serta prosedur penerbangan berjalan sesuai standar keselamatan, terutama saat hujan cenderung tidak turun dalam periode panjang.

Upaya pencegahan yang diangkat OIKN juga dipadukan dengan informasi lapangan dari BPBD, sehingga langkah pengendalian risiko kebakaran lahan dilakukan secara berlapis. Dengan kolaborasi lintas unsur tersebut, operasi diarahkan untuk menekan potensi karhutla sekaligus menjaga aspek ketersediaan air permukaan di Nusantara dan wilayah sekitarnya ketika curah hujan menurun.