Peristiwa

Pemprov Maluku Utara Kucurkan Rp 1 Miliar bagi Korban Bencana di NTT

×

Pemprov Maluku Utara Kucurkan Rp 1 Miliar bagi Korban Bencana di NTT

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Bantu Korban Bencana di NTT

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp 1 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disampaikan sebagai wujud kepedulian antardaerah sekaligus solidaritas antarsesama anak bangsa.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan penyaluran dana itu ditujukan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak warga terdampak serta mendukung proses penanganan bencana.

Pernyataan itu disampaikan Sherly seusai upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di Sofifi, Senin (17/8/2026).

Sherly menegaskan, jarak antardaerah tidak boleh menghalangi empati terhadap musibah yang dialami saudara di tempat lain.

Ia menyampaikan, “Laut boleh memisahkan Maluku Utara dan NTT , tetapi kemanusiaan tidak mengenal jarak. Ketika saudara kita sedang berduka, hati kita ikut bersama mereka,”

Menurut Sherly, pengalaman menghadapi bencana seharusnya menjadi pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong antardaerah sangat diperlukan ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.

Ia juga menuturkan, “Kita pernah merasakan bagaimana beratnya menghadapi bencana. Karena itu, hari ini kita hadir untuk menguatkan saudara-saudara kita di NTT,”

Dalam kesempatan yang sama, Sherly mengajak masyarakat Maluku Utara untuk ikut mendoakan keselamatan warga yang terdampak.

Ia menambahkan bahwa dukungan dapat diberikan sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui doa maupun bentuk bantuan nyata.

Sherly menyebut bantuan Rp 1 miliar tersebut sebagai langkah awal kepedulian yang diharapkan dapat memberi ruang bagi warga terdampak untuk segera memenuhi kebutuhan mereka.

“Rp 1 miliar ini adalah bentuk kecil dari kepedulian besar masyarakat Maluku Utara untuk NTT. Anda tidak sendiri,” ujar Sherly.

Gubernur menilai semangat saling membantu dalam menghadapi bencana merupakan bagian dari persaudaraan sebagai sesama bangsa Indonesia.

Ia menegaskan, bencana tidak mengenal batas wilayah, sehingga penanganannya juga membutuhkan perhatian dan dukungan dari banyak pihak.

Pemprov Maluku Utara berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah yang dilanda bencana.

Dalam pemberitaan ini disebutkan, saudara-saudara di NTT tengah dirundung duka karena gempa M 7,7.

Melalui bantuan tersebut, Maluku Utara ingin memastikan bahwa warga yang sedang menghadapi dampak bencana tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

“Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi,” kata Sherly, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk menguatkan warga NTT.

Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi ruang agar kebutuhan yang paling mendesak di lapangan dapat segera dijawab, termasuk untuk mendukung rangkaian upaya penanganan dan pemulihan agar masyarakat terdampak dapat bangkit kembali secara bertahap.

Dalam penjelasannya, Sherly menekankan bahwa musibah yang menimpa saudara di daerah lain semestinya turut menyentuh rasa kemanusiaan semua pihak. Jarak wilayah, lanjutnya, tidak boleh mengurangi perhatian, karena solidaritas adalah wujud kepedulian sesama warga bangsa.

Ia juga mengajak warga Maluku Utara untuk meluaskan dukungan melalui doa maupun bentuk bantuan nyata, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, doa dan dukungan itu penting untuk memberi kekuatan psikologis sekaligus menegaskan bahwa warga NTT tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Pemprov Maluku Utara berharap bantuan senilai Rp 1 miliar tersebut dapat meringankan beban korban bencana di NTT, termasuk ketika duka dirundung akibat gempa M 7,7. Harapan itu sejalan dengan upaya mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak.

Sherly menyebut dukungan yang diberikan sebagai langkah awal kepedulian yang dapat terus ditindaklanjuti. Pesan utamanya, bantuan tidak berhenti pada satu waktu, melainkan harus hadir sebagai semangat berkelanjutan agar warga terdampak memperoleh penguatan hingga masa pemulihan benar-benar berjalan.