Peristiwa

Gempa NTT di Pulau Palue: Dua Warga Luka Berat Akibat Reruntuhan, Dievakuasi dengan Speedboat Polairud

×

Gempa NTT di Pulau Palue: Dua Warga Luka Berat Akibat Reruntuhan, Dievakuasi dengan Speedboat Polairud

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gempa NTT: Dua Warga Pulau Palue Luka Berat Tertimpa Reruntuhan, Dievakuasi Pakai

jurnalistik.co.id – Polda Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melalui Polres Sikka merespons cepat dampak gempa bumi yang menerjang Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua warga dilaporkan mengalami luka berat setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat bencana terjadi.

Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kecepatan pertolongan medis bagi korban. Evakuasi kedua warga dari Pulau Palue diarahkan ke fasilitas kesehatan rujukan di Maumere.

Evakuasi menuju RSUD TC Hillers Maumere

Kedua korban dievakuasi menggunakan speedboat milik Satuan Polairud Polres Sikka. Proses evakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere dilakukan pada Minggu (16/8/2026).

Dalam pemberitaan, evakuasi tersebut disebut sebagai respons yang dilakukan pada Senin (17/8/2026). Langkah cepat itu ditempuh karena akses transportasi darurat di wilayah kepulauan Sikka dinilai terbatas.

Korban kemudian disebe­rangkan dari Pulau Palue menuju daratan Maumere. Penyeberangan dilakukan bersama masyarakat dan tenaga kesehatan setempat.

Jermison Karmelius Ngaji mengalami luka terbuka parah

Identitas pertama yang disebut adalah Jermison Karmelius Ngaji. Ia tercatat sebagai warga Nitung Lea.

Jermison mengalami luka terbuka yang cukup parah pada bagian punggung kaki kiri. Kondisi itu terjadi setelah ia tertimpa material bangunan rumah tetangganya yang roboh saat guncangan gempa berlangsung.

Pignateli Meti menderita luka berat

Identitas kedua adalah Pignateli Meti. Ia berasal dari Dusun Nara, Desa Tuanggeo.

Pignateli dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan di rumahnya sendiri. Korban mengalami pembesaran pada area perut serta pendarahan dari bagian vagina.

Karena kondisi tersebut, korban memerlukan tindakan medis darurat secara komprehensif. Tim kemudian diarahkan agar penanganan intensif dapat segera diberikan.

Dipimpin personel kepolisian bersama warga dan tenaga kesehatan

Aksi kemanusiaan evakuasi korban gempa dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue. Pejabat tersebut adalah Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana.

Selain itu, proses penanganan juga melibatkan Kanit Patroli Polairud Polres Sikka, Aipda Polikarpus Talla. Keduanya berkoordinasi bahu-membahu bersama masyarakat dan tenaga kesehatan setempat.

Dalam situasi darurat, penyebrangan korban menjadi langkah utama untuk mempercepat akses pertolongan. Speedboat Polairud dipilih sebagai jalur evakuasi yang paling memungkinkan untuk segera membawa korban ke fasilitas kesehatan.

Instruksi Kapolda dan prioritas pertolongan kemanusiaan

Plh Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Sajimin, menyampaikan bahwa aksi cepat tanggap tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko. Tujuannya memastikan keselamatan warga terdampak bencana alam.

Sajimin menegaskan bahwa keberadaan jajaran kepolisian di masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban (kamtibmas). Dalam situasi bencana, kepolisian juga memprioritaskan tindakan kemanusiaan.

“Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi bencana dan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera. Apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama personel Polairud merupakan bentuk nyata kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Sajimin menyampaikan pesan Kapolda NTT, Senin (17/8/2026).

Polda NTT juga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, personel di wilayah terdampak gempa diarahkan untuk mengambil langkah penanganan yang cepat, tepat, serta humanis.

Sajimin menyampaikan apresiasi kepada personel yang membantu proses evakuasi kedua korban. Ia juga menyatakan harapan agar kondisi korban segera membaik setelah memperoleh perawatan.

“Kami memberikan apresiasi kepada personel yang telah membantu proses evakuasi kedua korban. Dalam situasi seperti ini, kecepatan penanganan sangat penting. Kami berharap kedua korban segera mendapatkan perawatan medis dan kondisi kesehatannya dapat segera membaik,” ujar Sajimin.

Pemantauan lanjutan dan sinergi lintas pihak

Polda NTT menyatakan jajaran Polres Sikka di wilayah terdampak gempa bumi Palue akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons berkelanjutan.

Selain itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat lokal terus ditingkatkan. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi penanganan susulan serta memastikan pendataan terhadap warga terdampak lainnya berjalan.

Dengan pertimbangan akses transportasi kepulauan yang terbatas, evakuasi menggunakan speedboat Polairud menjadi elemen penting dalam memastikan korban memperoleh pertolongan secepatnya. Respons cepat itu menjadi bagian dari upaya penanganan darurat yang tetap berorientasi pada keselamatan warga.