Peristiwa

Sepulang Berziarah, Petani 81 Tahun Kusni Tewas Tertabrak KA Peti Kemas di Grobogan

×

Sepulang Berziarah, Petani 81 Tahun Kusni Tewas Tertabrak KA Peti Kemas di Grobogan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pulang Ziarah, Petani Lansia di Grobogan Meninggal Tertabrak Kereta Api Peti Kemas

jurnalistik.co.id – Sepulang dari berziarah, Kusni (81) warga Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api peti kemas pada Jumat (7/8/2026).

Korban ditemukan tergeletak di sekitar pelintasan kereta api, Kilometer 29+700 jalur hulu Tegowanu-Gubug.

Kapolsek Gubug, AKP Anang Heriyanto, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan luka serius,” ujar Anang saat dihubungi melalui ponsel.

Kronologi bermula saat korban diketahui sempat berziarah di pemakaman umum setempat.

Setelah berziarah, Kusni berjalan kaki menyusuri rel di lokasi pelintasan.

Dalam perjalanan itu, korban justru tertemper kereta api barang yang melaju dari arah Jakarta (barat) menuju Surabaya (timur).

Anang menyebut kereta yang melintas adalah KA Kalingga Cargo nomor 2536a.

Menurutnya, masinis sudah membunyikan klakson, namun korban tidak menyingkir saat kereta mendekat.

“Korban akan pulang ke rumah melewati jalur KA tertemper KA Kalingga Cargo nomor 2536a. Masinis sudah membunyikan klakson tetapi korban tidak menyingkir,” kata Anang.

Menindaklanjuti laporan dari petugas KAI, Polsek Gubug kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Anang menjelaskan pemeriksaan awal dilakukan dengan melihat kondisi di sekitar lokasi.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, korban meninggal tertabrak KA. Jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

KA 2536a Diperiksa di Lokasi

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa KA 2536a Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian.

Berhentinya kereta dilakukan untuk pemeriksaan sarana.

Luqman menuturkan pemeriksaan dilakukan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, lokomotif dinyatakan dalam kondisi baik dan aman untuk melanjutkan perjalanan.

“Kami turut prihatin atas kejadian tersebut. KA pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Surabaya,” kata Luqman.

Luqman menekankan insiden tersebut menjadi bagian dari perhatian KAI dalam upaya keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Ia mengatakan KAI secara konsisten menggelar langkah preventif di berbagai wilayah, termasuk sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.

Upaya Sosialisasi Keselamatan KAI

Luqman menyebut selama periode Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 220 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.

Selain itu, menurutnya, sosialisasi juga dilakukan di lingkungan sekolah sebanyak 24 kali.

KAI juga melaksanakan penutupan 14 titik perlintasan liar yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi ketentuan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan KA serta berhenti, melihat ke kanan dan kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan,” ujar Luqman.

Dalam kasus di Grobogan, setelah pemeriksaan sarana di lokasi, KA 2536a dilaporkan tetap melanjutkan perjalanan ke arah Surabaya.

Sementara itu, keluarga korban menerima jenazah untuk dimakamkan setelah proses pemeriksaan luar dinyatakan tidak menemukan tanda kekerasan.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap keselamatan saat melintasi rel, terutama di titik perlintasan yang berpotensi membahayakan pejalan kaki.

Menurut keterangan di lokasi, insiden berawal ketika Kusni selesai berziarah di pemakaman umum setempat, lalu berjalan kaki menyusuri area rel di sekitar pelintasan. Di titik sekitar Kilometer 29+700 jalur hulu Tegowanu–Gubug, korban kemudian tertemper kereta api barang.

Kapolsek Gubug menyampaikan bahwa jasad ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan. Setelah proses penanganan awal dan penyerahan kepada keluarga dilakukan untuk pemakaman, kejadian tersebut menjadi perhatian pihak terkait dalam memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Dari sisi operasional, manajemen humas KAI Daop 4 Semarang menyebut KA Kalingga Cargo nomor 2536a berhenti luar biasa di lokasi untuk pemeriksaan sarana oleh Awak Sarana Perkeretaapian. Lokomotif dinyatakan dalam kondisi baik dan aman, sehingga kereta melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

KAI juga menegaskan upaya pencegahan keselamatan terus dilakukan, termasuk sosialisasi di perlintasan sebidang sebanyak 220 kali sepanjang Januari hingga Juli 2026 serta kegiatan di lingkungan sekolah sebanyak 24 kali. Perseroan turut menutup 14 titik perlintasan liar yang dinilai berisiko, sambil mengingatkan pengguna jalan agar mendahulukan perjalanan KA, berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel.