Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Jual Bersih Saham Jelang Keputusan BI Rate

×

Investor Asing Jual Bersih Saham Jelang Keputusan BI Rate

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saham-saham Ini Dilepas Investor Asing Jelang Keputusan BI Rate - Market

jurnalistik.co.id – Pada perdagangan Selasa, 22 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,69% ke level 6.277. Pelemahan itu terjadi setelah indeks turun 107,68 poin.

Tekanan jual datang dari aksi asing yang tercatat melakukan jual bersih atau net sell sebesar Rp671,6 miliar pada perdagangan pasar reguler. Kondisi ini mendorong pergerakan IHSG bergerak turun dan menguatkan sentimen negatif di sesi tersebut.

Selain di pasar reguler, transaksi lintas pasar juga menunjukkan pola pelepasan saham yang sama. Secara total, investor asing membukukan net sell Rp131,72 miliar untuk seluruh pasar.

RDG BI jadi katalis menjelang BI Rate diputuskan

Di saat yang sama, pelaku pasar sedang menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). RDG BI disebut telah dimulai sejak Selasa (22/6/2026) hingga hari ini, Rabu (23/9/2026), yang akan menentukan arah suku bunga acuan BI Rate.

Menjelang pengumuman RDG BI pada siang hari, investor asing disebut menampilkan kecenderungan melepas saham secara bertahap. Aktivitas net sell yang terlihat sebelum keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut menekan laju IHSG.

Aksi jual bersih asing paling besar tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Nilainya mencapai Rp339,42 miliar, dan setelah tekanan tersebut saham BBRI melemah 3,64% ke posisi Rp3.180 per saham.

Di luar BBRI, investor asing juga tercatat menjual bersih pada sejumlah saham lain dengan nominal yang cukup signifikan. PT Timah Tbk (TINS) mencatat net sell Rp110,75 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp101,44 miliar.

Masih dalam daftar pelepasan saham terbesar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami net sell Rp85,24 miliar. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net sell Rp83,72 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp54,41 miliar.

Aktivitas net sell juga tercatat terjadi pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai Rp34,27 miliar. Berikutnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat net sell Rp30,48 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp28,46 miliar, serta PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) senilai Rp24,69 miliar.

Dengan posisi IHSG yang berada di zona merah, rangkaian transaksi itu menegaskan bahwa sentimen menjelang pengumuman BI Rate masih mendominasi. Para pelaku pasar akan menunggu hasil RDG BI pada hari tersebut untuk melihat arah lanjutan pergerakan saham.

Rangkaian pelemahan tersebut juga memperlihatkan bagaimana arus transaksi investor asing berjalan beriringan dengan penurunan IHSG. Saat aksi net sell muncul di pasar reguler, arah yang sama kemudian tercermin pada transaksi lintas pasar, sehingga tekanan jual tidak berhenti pada satu segmen saja.

Dari sisi komposisi saham, beban jual lebih terasa pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar, terutama yang termasuk di kelompok perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Setelah tekanan di BBRI, pergerakan saham lain yang turut mengalami net sell dalam daftar teratas menunjukkan bahwa pelepasan dana dilakukan secara menyebar pada beberapa pilihan investasi.

Di tengah penantian hasil RDG BI, pelaku pasar juga mencermati pola kehati-hatian. Investor asing disebut mempertahankan kecenderungan melepas saham secara bertahap sebelum pengumuman, sehingga menjelang keputusan suku bunga acuan BI Rate, sentimen cenderung tetap negatif dan menghambat upaya pemulihan laju indeks.

Dengan IHSG berada di zona merah sepanjang sesi, pelaku pasar pun menempatkan RDG BI sebagai titik tumpu untuk menentukan arah berikutnya. Setelah keputusan RDG BI dirilis pada hari tersebut, pasar diharapkan merespons perubahan ekspektasi terhadap BI Rate melalui penyesuaian posisi, termasuk pada saham-saham yang menjadi sasaran net sell.