Peristiwa

Ibu berkata keluarga ‘lucky to be alive’ setelah tabrakan kereta di Burscough

×

Ibu berkata keluarga ‘lucky to be alive’ setelah tabrakan kereta di Burscough

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mum says family 'lucky to be alive' after Burscough train crash

jurnalistik.co.id – Seorang penumpang kereta api menceritakan bagaimana ia dan keluarganya merasa “beruntung masih hidup” setelah insiden tabrakan dengan sebuah van di Burscough, Lancashire Barat.

Insiden tersebut menewaskan pengemudi van di lokasi pada Sabtu sore, tepat setelah pukul 15.00 waktu setempat (BST).

Sophie Cassidy, seorang manajer pemasaran yang berada di kereta bersama putra dan putrinya, mengatakan peristiwa itu membuatnya sulit merangkai kata-kata.

Dalam keterangannya kepada BBC, Cassidy menyebut, “Saya tidak bisa menjelaskan betapa beruntungnya kami masih diberi kesempatan hidup. Saya masih mencoba memahami semua yang terjadi.”

Ia memaparkan momen sebelum tumbukan. Menurutnya, ia sempat melihat van melaju di sebuah jalan menuju perlintasan sebelum akhirnya terjadi dampak.

Titik tabrakan berada pada sudut Martin Lane dan Whitehouse Lane di Burscough.

Cassidy menjelaskan bahwa kereta yang ditumpanginya adalah layanan Wigan Wallgate–Southport.

Ia juga menyebut bahwa pengemudi kereta segera turun dari gerbongnya untuk memeriksa kondisi seluruh penumpang setelah kejadian.

“Sopirnya keluar dan berbicara kepada kami semua serta memastikan kami baik-baik saja,” tuturnya.

Dalam pandangannya, tindakan tersebut seperti “pahlawan yang benar-benar luar biasa.”

Akibat kecelakaan itu, putri Cassidy mendapat cedera setelah terkena serpihan kaca.

Dari penuturan Cassidy, pintu di ruang pengemudi kereta—yang berada di kompartemen pengemudi kereta Northern—terlepas dari engselnya dalam tabrakan, sehingga muncul serpihan yang kemudian mengenai putrinya.

Cassidy menambahkan bahwa setelah kejadian, ia dan anak-anak harus bertahan di dalam kereta selama setidaknya dua jam.

Setelah itu, petugas kemudian memandu mereka menuju tempat yang aman.

“Petugas pemadam membantu kami turun satu per satu,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa layanan darurat lain turut menawarkan pendampingan psikologis.

Cassidy menyebut bahwa seluruh petugas yang berada di lokasi memberikan konseling kepada penumpang.

Sejak insiden berlangsung, Cassidy mengaku masih berada dalam kondisi yang sangat emosional.

Ia mengatakan bahwa dirinya sejak kejadian sudah “sangat mudah menangis,” termasuk karena pikirannya kembali pada pengemudi van yang kehilangan nyawa.

Selain pengakuan emosionalnya, Cassidy turut menyampaikan informasi mengenai kondisi putrinya.

Menurutnya, cedera putrinya dari serpihan kaca ternyata “hanya luka permukaan,” yang membuat keluarga tersebut sedikit bisa bernapas lega.

Dua orang lainnya juga mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian.

Sementara itu, juru bicara Kepolisian Transportasi Britania (British Transport Police/BTP) menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk menetapkan gambaran lengkap mengenai penyebab dan keadaan yang menyertai kecelakaan tersebut.

Kasus ini menyoroti kebutuhan akan kehati-hatian di perlintasan kereta, terutama ketika lalu lintas jalan berpotensi bertemu dengan kereta yang melintas.

Meski begitu, kisah Cassidy memperlihatkan sisi lain dari insiden: respons cepat dari petugas dan pendampingan kepada penumpang yang terdampak, termasuk upaya memastikan semua orang selamat setelah tabrakan.

Bagi Cassidy, yang paling sulit bukan hanya bahaya yang terjadi, melainkan bagaimana ia masih berusaha menyusun kembali pikirannya setelah mendengar bahwa insiden itu berujung fatal bagi pengemudi van.

Ia mengatakan, rasa syok dan rasa syukur bercampur dalam satu waktu yang sama—ketika ia menyadari bahwa ia dan keluarganya keluar dari peristiwa itu dalam keadaan hidup, meski dengan bekas yang masih terasa.

Saat penyelidikan resmi masih berlangsung, keluarga Cassidy berharap jawaban yang menyeluruh dapat segera ditemukan, agar kejadiannya dipahami secara tepat dan pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa ini benar-benar jelas.

Dalam ceritanya, Cassidy menggambarkan bahwa setelah benturan terjadi, perasaannya langsung bercampur aduk antara ketakutan yang belum sepenuhnya hilang dan rasa lega karena tidak ada anggota keluarganya yang sampai mengalami nasib serupa. Ia menuturkan momen-momen sesudah kejadian masih terasa seperti sesuatu yang sulit dicerna, terutama ketika ia mencoba memahami rincian insiden tersebut.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi di antara petugas dan penumpang berlangsung cukup terstruktur. Sopir kereta terlihat turun untuk memeriksa kondisi semua orang, sementara bantuan dari petugas pemadam datang untuk membantu proses evakuasi satu per satu. Setelah itu, keluarga Cassidy dibawa menuju area aman, sehingga mereka tidak lagi harus menunggu tanpa kepastian.

Di sisi layanan darurat, Cassidy menyebut adanya pendampingan lanjutan bagi para penumpang yang terdampak, termasuk dukungan psikologis dari pihak lain yang turut merespons. Selain keluarganya, dua orang penumpang lain juga mendapat penanganan medis di lokasi. Sementara itu, pihak British Transport Police/BTP menyatakan penyelidikan masih berjalan untuk merumuskan gambaran lengkap mengenai sebab dan situasi yang menyertai kecelakaan.

Baginya, rangkaian peristiwa tersebut meninggalkan pelajaran yang jelas: kehati-hatian di perlintasan kereta tetap menjadi hal yang krusial, karena pertemuan lalu lintas jalan dan kereta dapat berujung pada dampak serius. Namun di saat yang sama, ia menggarisbawahi bahwa respons cepat petugas dan upaya memastikan keselamatan penumpang menjadi aspek penting yang membantu keluarga dapat melewati situasi genting tersebut.