jurnalistik.co.id – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 dengan total sebesar US$10 juta atau setara Rp1,42 per saham.
Dividen interim tersebut, menurut keterbukaan informasi perusahaan, bersumber dari laba bersih untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Keputusan mengenai pembagian dividen interim ditetapkan melalui keputusan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada 18 September 2026.
Rencana pembagian dividen ini juga memuat sejumlah tanggal penting terkait perdagangan saham, baik untuk skema pasar reguler dan negosiasi maupun pasar tunai.
Ketentuan cum dan ex dividen
Untuk perdagangan pada pasar reguler dan negosiasi, cum dividen CDIA ditetapkan pada 30 September 2026. Sementara itu, ex dividen berlangsung pada 1 Oktober 2026.
Bagi investor yang bertransaksi di pasar tunai, cum dividen jatuh pada 2 Oktober 2026. Adapun ex dividen untuk pasar tunai ditetapkan pada 5 Oktober 2026.
Recording date dan pembayaran
Recording date atau tanggal pencatatan ditetapkan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Pada tahap berikutnya, pembayaran dividen interim direncanakan dilakukan pada 22 Oktober 2026.
Dengan demikian, perusahaan menyiapkan rangkaian jadwal yang mencakup penentuan periode pemegang saham yang berhak, dimulai dari penetapan cum dividen pada masing-masing kategori perdagangan hingga masa ex dividen.
Selain itu, perbedaan tanggal cum dan ex untuk pasar reguler, negosiasi, serta pasar tunai menjadi bagian dari mekanisme penyesuaian jadwal mengikuti ketentuan perdagangan di bursa.
Berita Terkait
Informasi pembayaran dividen interim tersebut sekaligus menjadi perhatian investor karena nilai yang akan diterima per saham tercantum sebesar Rp1,42, dengan ekuivalen US$10 juta untuk total distribusi.
Dividen interim juga menunjukkan pemanfaatan laba bersih periode berjalan yang dihitung dari akhir paruh pertama tahun buku 2026, yakni hingga 30 Juni 2026.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, perusahaan menegaskan bahwa penetapan dividen interim dilakukan setelah melalui persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 18 September 2026.
Selanjutnya, investor dapat menyesuaikan strategi pembelian atau penahanan saham dengan mengikuti kalender cum dan ex dividen yang telah diumumkan, baik untuk pasar reguler dan negosiasi maupun pasar tunai.
Pada akhirnya, seluruh tahapan tersebut berujung pada pembayaran yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026, setelah recording date pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Dengan total distribusi dividen interim sebesar US$10 juta, perusahaan menetapkan besaran dividen per saham yang dapat menjadi acuan bagi pemegang saham CDIA terkait pendapatan tunai dari aksi korporasi pada tahun berjalan.
Rangkaian jadwal tersebut menjadi penanda penting dalam kalender investasi CDIA untuk periode dividen interim tahun buku 2026, sekaligus memberi kepastian waktu bagi pasar mengenai proses penentuan hak dan pelaksanaan pembayaran.
Bagi pemegang saham dan calon investor, jadwal dividen interim ini menjadi rujukan utama untuk menentukan apakah hak dividen melekat pada transaksi. Penyesuaian waktu transaksi akan berpengaruh pada status kepemilikan yang dipakai dalam penetapan pihak berhak.
Untuk kategori pasar reguler dan negosiasi, pelaku pasar perlu mencermati bahwa periode cum dividen berlangsung hingga 30 September 2026, lalu beralih menjadi ex dividen mulai 1 Oktober 2026. Perubahan status tersebut menandai pergeseran konsekuensi atas transaksi yang dilakukan setelah tanggal tersebut.
Sementara itu, pada pasar tunai, penetapan berbeda mengikuti mekanisme bursa. Cum dividen ditetapkan pada 2 Oktober 2026, sedangkan ex dividen untuk pasar tunai berlaku pada 5 Oktober 2026, sehingga investor perlu memastikan kalender transaksi sesuai segmen perdagangan yang dipilih.
Di sisi lain, recording date menjadi penentu administratif mengenai pihak yang tercatat berhak menerima dividen interim. Perusahaan menetapkan pencatatan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, sehingga seluruh proses berikutnya dapat mengunci daftar pemegang saham yang relevan sebelum pembayaran dilakukan.
Dengan pembayaran yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026, perusahaan melanjutkan implementasi setelah keputusan direksi dan dewan komisaris pada 18 September 2026. Rangkaian tahapan ini pada akhirnya mengarahkan pasar pada kepastian distribusi, termasuk acuan nilai dividen per saham sebesar Rp1,42.












