Daerah

PLN perkuat program pro-rakyat Gusnar Ismail di Gorontalo: listrik desa, hilirisasi, hingga PLTS

×

PLN perkuat program pro-rakyat Gusnar Ismail di Gorontalo: listrik desa, hilirisasi, hingga PLTS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PLN Dukung Program Gubernur Gusnar Pro Rakyat

jurnalistik.co.id – PT PLN (Persero) menyampaikan penguatan dukungan terhadap program pro-rakyat Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, lewat sejumlah langkah pada infrastruktur kelistrikan dan pengembangan energi di daerah. Dalam audiensi yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo pada Rabu (2/9/2026), PLN menegaskan komitmennya untuk mendukung kebutuhan industri, pemerataan listrik, hingga rencana energi surya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi I, Gusti Made Aditya San Andinatha, menyampaikan agenda tersebut langsung kepada Gubernur Gusnar Ismail. Pertemuan turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gusnar menyambut baik arah penguatan kelistrikan yang dibawa PLN. Menurutnya, langkah yang diutarakan sejalan dengan agenda pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya untuk kebutuhan yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan layanan dasar.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Gorontalo, Wardoyo, menjelaskan bahwa PLN juga membawa sejumlah proyek yang sedang berjalan maupun yang akan masuk dalam rencana pembangunan ke depan. Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Marisa extension 30 MVA yang saat ini telah mencapai 100 persen.

Selain gardu induk, PLN juga menyiapkan penguatan jaringan transmisi sesuai RUPTL 2027. Wardoyo menyebutkan, di antaranya terdapat SUTT 150 kV Molibagu–Gorontalo Baru/Botupingge serta Tutuyan–Molibagu.

Lebih lanjut, ada pula rencana interkoneksi Sulawesi Tengah–Gorontalo melalui jalur Marisa–Moutong. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan pasokan listrik untuk wilayah-wilayah yang menjadi target penguatan layanan energi.

“Suplai kebutuhan listrik lainnya juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi beberapa industri menegah besar diantaranya PT BJA, PT Gorontalo Mineral yg akan berproduksi awal 2027 serta industri lainnya di Gorontalo sesuai dengan Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL Gorontalo 2027),” ungkap Wardoyo dalam audiensi tersebut.

Gusnar Ismail menilai penguatan pasokan listrik merupakan bagian penting untuk memastikan program yang digagas pemerintah dapat berjalan efektif. Dalam konteks tersebut, listrik tidak hanya dipahami sebagai layanan, tetapi juga sebagai prasyarat pendukung sektor produksi dan hilirisasi yang menjadi fokus pembangunan daerah.

Hilirisasi peternakan dan kebutuhan listrik

Salah satu program yang membutuhkan dukungan daya listrik cukup besar adalah hilirisasi peternakan, khususnya peternakan ayam. Kebutuhan listrik yang dibahas mencakup operasional pabrik pakan, cold storage, rumah potong hewan (RPH), serta fasilitas penetasan, yang semuanya saling terhubung dalam rantai proses industri.

Dengan penguatan pasokan, pemerintah berharap aktivitas hilirisasi dapat ditopang oleh layanan listrik yang lebih andal. Langkah ini juga dinilai relevan karena mendukung berbagai kebutuhan produksi serta fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari proses pengolahan dan distribusi hasil peternakan.

Rencana PLTS untuk wilayah Bulango Ulu dan Botupingge

Selain memperkuat infrastruktur jaringan, PLN juga membahas pengembangan energi surya melalui rencana PLTS. Dalam uraian tersebut, Gubernur Gusnar merujuk pada tindak lanjut dari kunjungan Dubes UEA pada awal Agustus lalu yang sempat dibahas untuk pengembangan PLTS 100 MW pada area genangan waduk Bulango Ulu.

Perbincangan dengan PLN pada audiensi ini juga menyertakan pembahasan lahan milik Pemprov untuk mendukung pengembangan lanjutan energi surya. Pada kesempatan itu, disampaikan bahwa Pemprov akan memberikan lahan di Botupingge kepada PLN untuk program pembangunan PLTS 6 MW.

“Tindaklanjut dari kunjungan Dubes UEA awal Agustus lalu untuk membangun PLTS 100 MW pada area genangan waduk Bulango Ulu juga dibahas bersama PLN. Termasuk memberikan lahan pemprov di Botupingge kepada PLN untuk program pembangunan PLTS 6 MW,” demikian penjelasan yang disampaikan pada pertemuan tersebut.

Pemerataan listrik desa untuk 40 dusun

Penguatan layanan kelistrikan juga diarahkan pada pemerataan listrik desa. Pada Juli 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengusulkan program listrik desa untuk 40 dusun melalui penambahan jaringan tegangan menengah (JTM) dan jaringan tegangan rendah (JTR).

Usulan tersebut juga mencakup penambahan 3.100 sambungan rumah (SR) bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik. Dengan skema penambahan jaringan dan SR itu, targetnya adalah perluasan akses listrik yang lebih merata serta peningkatan layanan bagi wilayah yang selama ini belum tersentuh penuh oleh jaringan.

Secara keseluruhan, audiensi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan sinergi antara penguatan infrastruktur kelistrikan, rencana hilirisasi melalui dukungan daya, serta pengembangan energi surya. Langkah-langkah itu diarahkan untuk memperkuat ekosistem pembangunan daerah, sekaligus memastikan program pro-rakyat dapat berjalan dengan dukungan pasokan listrik yang memadai.